Kemacetan Parah Akibat Proyek Jembatan Pute di Jalan Trans Sulawesi, Lidik Pro Maros Angkat Bicara
Daerah - Sabtu, 12 Juli 2025

Foto: Istimewa
Kemacetan Panjang jalan trans Sulawesi
MAROS, TINGKAP.CO - Kemacetan panjang kembali melumpuhkan ruas Jalan Trans Sulawesi poros Makassar-Maros, tepatnya di Lingkungan Belang-Belang. Penyebabnya adalah pengerjaan Jembatan Pute yang masih berlangsung dan belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian dalam waktu dekat, Sabtu, (12/7/2025).
Pantauan pada pukul 17:56 WITA menunjukkan antrean kendaraan mengular hingga beberapa kilometer. Kondisi ini menyebabkan lalu lintas tersendat parah dan menimbulkan keluhan dari para pengguna jalan yang terpaksa menghabiskan waktu berjam-jam di jalur tersebut.
Jalan nasional ini berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan karena merupakan jalur strategis yang menghubungkan wilayah Utara dan Selatan, Provinsi Sulawesi Selatan.
Salah satu tokoh masyarakat setempat, Firdaus Lamban, mengungkapkan kekecewaannya terhadap lambannya respons dari instansi terkait. Ia menyebut telah berulang kali meminta Dinas PUPR agar menempatkan personel untuk mengatur arus lalu lintas.
"Saya sampai harus membuat portal sendiri di tengah jalan untuk menghindari pengendara saling serobot, terutama di tikungan yang rawan tabrakan. Ini sudah berbahaya," ujar Firdaus.
Firdaus meminta pihak kontraktor dan dinas teknis tidak bersikap acuh terhadap kondisi yang dinilainya membahayakan masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Lembaga Investigasi Mendidik Pro Rakyat Nusantara (Lidik Pro) Kabupaten Maros angkat bicara. Ketua Lidik Pro Maros, Ismar, S.H., menyatakan bahwa kemacetan parah ini merupakan bukti lemahnya pengawasan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sebagai pemilik proyek.
"Kami menilai ini adalah bentuk kelalaian manajemen proyek. Seharusnya dinas teknis dari Pemprov Sulsel bisa mengantisipasi dampak pekerjaan besar seperti ini. Jangan tunggu sampai ada korban dulu baru turun tangan," tegas Ismar.
Lidik Pro juga mendesak Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Sulsel agar segera melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Kepolisian untuk menempatkan petugas di titik-titik rawan kemacetan, serta mengatur ulang jam kerja proyek agar tidak bertabrakan dengan waktu padat kendaraan.
"Kami akan melayangkan surat resmi jika dalam waktu dekat tidak ada perubahan. Ini menyangkut keselamatan dan kepentingan publik," pungkasnya.
Warga dan pengguna jalan berharap adanya langkah cepat dan nyata dari Pemprov Sulsel, pihak kontraktor, dan instansi teknis lainnya untuk mengurai kemacetan serta menjamin keamanan dan kelancaran lalu lintas selama proses pembangunan jembatan berlangsung.
Pewarta: Hakim / Harjan
Penyunting: Ghea R
©tingkap.co 2025
