Nama Bupati Bandung, Dadang Supriatna Terseret Pusaran Skandal PT. BDS ?

Hukrim - Senin, 28 Juli 2025

250730123614-nama-.jpg

Foto: @tingkap/Alfen Hoesin

Baligo sosialisasi penilaian KPK tentang integritas aparat Pemerintahan Kabupaten Bandung. Dari kiri ke kanan Bupati Dadang Supriatna, Wakil Bupati Ali Syakieb, dan Kepala Inspektorat, Marlan Nirsyamsi

SOREANG, TINGKAP.CO – Beredar viral  video youtube podcast NBW Media yang menyebut dugaan telah terjadi penipuan terstruktur oleh sebuah Badan Usaha Milik Daerah Kabupaten Bandung PT. Bandung Daya Sentosa (BDS) terhadap beberapa vendor investor dengan total kerugian berkisar Rp. 100 Miliar.

Dalam Podcast milik Bambang Widjojanto  yang ditayangkan Senin ( 28/7/2025) itu menyeret beberapa nama pejabat termasuk Bupati Kabupaten Bandung, Dadang Supriatna.

Tiga pengusaha yang dijadikan nara sumber ditampilkan di podcast mantan petinggi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu masing-masing Vita owner PT Triboga Pangan, Faisal pengusaha pensiunan TNI, dan Dedep yang mengaku terlanjur menggelontorkan sebesar Rp. 33 miliar dalam bisnis tersebut.

Dalam wawancara yang dipandu Bambang Widjoyanto itu Dedep mengaku telah melaporkannya ke Unit Harda di Polda Jabar sekitar bulan Mei 2024. Sedang Vita telah melaporkan kasus yang menyeret sejumlah nama termasuk orang-orang dekat Dadang Supriatna itu ke Kejari Kabupaten Bandung. Namun Kajari Kabupaten Bandung mengatakan Kejati Jabar keatas yang bisa menangani kasus tarsebut. Alhasil upaya penegakan hukumnya masih belum berhasil alias  Zonk.

Upaya TINGKAP.CO mengkonfirmasi tudingan serius itu kepada Kepala Inspektorat Daerah Kabupaten Bandung, H Marlan Nirsyamsu, MM, Senin (28/7/2025)  di kantornya di komplek Pemda Kabupaten Bandung, Soreang tak membuahkan hasil.

Marlan yang namanya dalam podcast berdurasi 40 menit itu dianggap kedudukannya mewakili Bupati, sedang rapat dan tidak bisa diganggu. 

 

Kantor Inspektorat Daerah Kab. Bandung (Foto: @tingkap/Alfen Hoesin)

Sementara salah seorang pengusaha di Soreang, Kabupaten Bandung kepada TINGKAP.CO (28/7/2025), di kantornya mengaku sejak 5 tahun terakhir paket-paket pekerjaan dari Pemkab Bandung banyak dikerjakan oleh pengusaha luar Kabupaten Bandung. 

"Cuma satu, dua pengusaha Kabupaten Bandung yang dapat proyek dari Pemda sejak 5 tahun terakhir. Biaya operasional kantor kita saja terasa berat saat ini. Sepi pekerjaan diborong pengusaha yang datangnya dari jauh," ungkap pengusaha lama yang minta tidak ditulis namanya.

Ketika ditanya pengusaha yang diwawancarai di podcast NBW Media itu, sumber tersebut mengaku tidak kenal. "Saya tidak kenal nama pengusaha tersebut," pungkasnya.

Pewarta: Alfen Hoesin
Penyunting: Alfen Hoesin
©tingkap.co 2025