Pangkep Siapkan Modul Panduan Inklusivitas untuk Percepatan Penanggulangan Kemiskinan
Daerah - Jumat, 8 Agustus 2025

Foto: Istimewa
Wakil Bupati Pangkep Abdul Rahman Assegaf bersama Kepala Bapelitbangda Imam Takbir, Konsultan Ahli Nawir Sikki, Junardi Jufri, dan Direktur Lembaga Demokrasi Celebes Sjamsuddin Moedji foto bersama usai audiensi
PANGKEP, TINGKAP.CO - Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) bersama Lembaga Demokrasi Celebes dan tim konsultan ahli tengah mempersiapkan Modul Panduan Inklusivitas dalam Penanggulangan Kemiskinan.
Modul ini dirancang sebagai pedoman strategis bagi seluruh perangkat daerah agar dapat bekerja secara kolaboratif dalam mempercepat pengentasan kemiskinan di Pangkep.
Audiensi penyusunan modul digelar pada Jumat siang (8/8/2025), dipimpin Wakil Bupati Pangkep, Abdul Rahman Assegaf, selaku Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD), didampingi Kepala Bapelitbangda, Imam Takbir. Hadir pula Konsultan Ahli Nawir Sikki dan Junardi Jufri, serta Direktur Lembaga Demokrasi Celebes, Sjamsuddin Moedji, sebagai tim penyusun.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas secara mendalam tujuan dan alur modul, mulai dari pembentukan tim kerja, pemetaan situasi kemiskinan, perumusan strategi berbasis inklusi, hingga mekanisme monitoring dan evaluasi.
Wakil Bupati Abdul Rahman Assegaf menegaskan bahwa modul ini merupakan inovasi pertama di Pangkep dengan mengedepankan prinsip inklusif dan kerja sama lintas sektor.
Seluruh perangkat daerah akan bergerak bersama di bawah koordinasi TKPKD Bapelitbangda. Harapan kita, modul ini menjadi pedoman kerja nyata dan inovatif untuk mengurangi angka kemiskinan di Pangkep, ujarnya.
Direktur Lembaga Demokrasi Celebes, Sjamsuddin Moedji, menambahkan bahwa modul ini akan mengintegrasikan peran pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan organisasi masyarakat sipil.
Inklusivitas berarti melibatkan semua pihak tanpa terkecuali. Dengan pendekatan ini, penanggulangan kemiskinan akan lebih tepat sasaran, partisipatif, dan berkelanjutan, jelasnya.
Sementara itu, Konsultan Ahli Nawir Sikki menyampaikan bahwa modul ini juga memuat panduan teknis dengan indikator capaian yang jelas, sedangkan Junardi Jufri menekankan pentingnya kolaborasi berbasis data untuk memastikan intervensi yang tepat.
Usai diskusi, disepakati bahwa modul akan segera difinalisasi sebelum disosialisasikan dan digunakan dalam pelatihan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Pangkep untuk memastikan implementasi berjalan optimal.
Pewarta: Muhammad Hakim
Penyunting: Ghea R
©tingkap.co 2025
