Harapan Baru dari Maros: 18 Anak Prasejahtera Dilepas Menuju Sekolah Rakyat

Pendidikan - Kamis, 14 Agustus 2025

250814100731-harap.jpg

Foto: Istimewa

Bupati Maros Chaidir Syam bersama Kadis Sosial A. Zulkifli Ridwan Akbar. S. STP. Dampingi 18 siswa. 

MAROS, TINGKAP.CO - Pagi itu, halaman Kantor Bupati Maros menjadi saksi langkah awal penuh harapan. Di bawah langit cerah, 18 anak dari lima kecamatan berdiri rapi, membawa tas dan mimpi yang mungkin selama ini terasa jauh dari genggaman. Mereka adalah anak-anak terpilih, lahir dari keluarga prasejahtera, namun menyimpan api semangat yang tak pernah padam, (14/8/2025).

Bupati Maros, H.A.S. Chaidir Syam, dengan senyum hangat dan tatapan penuh kebanggaan, melepas mereka menuju Sekolah Rakyat tahap II. Di sisinya, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Maros, A. Zulkifli Riswan Akbar, S.STP., berdiri tegas mendampingi, memastikan bahwa program ini berjalan sesuai tujuan mulia: membuka jalan bagi mereka yang pintunya kerap tertutup oleh keterbatasan.

Anak-anak ini dipilih dengan teliti melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan diseleksi oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Setiap nama yang terdaftar bukan sekadar angka, tapi cerita perjuangantentang keluarga yang tetap percaya bahwa pendidikan adalah jalan keluar dari lingkar kemiskinan.

"Harapannya, mereka pulang nanti dengan membawa ilmu, keterampilan, dan keyakinan bahwa masa depan mereka bisa lebih baik. Akses pendidikan berkualitas adalah hak semua anak bangsa," ucap Bupati Chaidir Syam dengan nada penuh keyakinan.

Tahun 2025 menjadi tahun rintisan Sekolah Rakyat di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sulawesi Selatan. Tahun depan, jika daerah-daerah dinilai siap, sekolah ini akan dibuka di setiap kabupaten/kota, membawa pendidikan lebih dekat ke rumah anak-anak seperti mereka.

Sebelumnya, Kabupaten Maros telah mengirim 43 siswa di tahap pertama, dan kini 18 siswa lagi di tahap kedua. Dinas Sosial, sebagai penggerak utama program ini, bersinergi dengan Program Keluarga Harapan (PKH) untuk memastikan bahwa tidak ada potensi yang terbuang hanya karena hambatan ekonomi.

Ketika bus yang akan membawa mereka perlahan bergerak, tangan-tangan kecil melambai, mata mereka berbinar. Mungkin sebagian masih belum sepenuhnya mengerti betapa besar langkah yang baru saja mereka ambil. Namun satu hal pasti: hari ini, mereka tidak hanya berangkat untuk belajar, tapi juga membawa pulang mimpi baru untuk keluarga dan daerahnya,

Pewarta: Hakim / Harjan
Penyunting: Ghea Reformita
©tingkap.co 2025