Wabup Garut Berharap Seminar Jadi Upaya Untuk Tingkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan

Kesehatan - Jumat, 29 Agustus 2025

250829071301-wabup.jpg

Foto: @tingkap/Agus Sopian

Wabup Putri Karlina hadiri seminar di RS Paru Klinik Utama Dr Rotinsulu, Garut (28/8/2025).

GARUT, TINGKAP.CO - Wakil Bupati Garut, Drg. Putri Karlina menghadiri acara seminar perawatan dan inhalasi pada pasien asma yang diadakan oleh rumah sakit paru Klinik utama Dr.,H.,A.Rotinsulu, bertempat di Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Kamis (28/08/2025).

Dalam sambutannya Wakil Bupati Garut,drg, Putri Karlina menyampaikan,saya selaku wakil kepala daerah sedikit memberikan arahan kepada rekan-rekan tenaga medis yang saat ini sedang melaksanakan seminar perawatan dan inhalasi pada pasien asma.

"Jadi aslinya penyakit paru tuberkolosis menjadi konsep utama pemerintah karena ternyata kasus di Indonesia ini adalah kedua terbesar di dunia terkait dengan TBC,dan kebetulan pada ruang anak saya pun menderita TBC mungkin kalau dulu TBC dibilangnya hanya ada di pemukiman umum, dikelas -kelas prasejahtera tapi, ternyata sekarang TBC sudah bisa kemana-mana".

"Nah kita juga berbicara soal asma yang mana masih menjadi 10 besar penyebab angka kematian yang ada di Kabupaten Garut.Terutama yang saya melihat kondisi asma ini diperparah dengan kebiasaan masyarakat kita yang masih banyak sekali perokok aktif dan perokok pasif."

Saya rasa seperti itu juga mempengaruhi tingkat keparahan penderita asma yang ada di sekitar kita. Maka dari itu,saya berharap dengan adanya seminar ini teman-teman bisa lebih memberikan perawatan yang efektif, efisien,dan responsif untuk masyarakat yang menderita asma."ujarnya

Ianjut Ia berharap ada perhatian khusus untuk penderita asma terutama anak-anak kita karena,anak-anak kita hari ini adalah calon-calon berubah generasi di masa depan. Jadi kualitas kesehatannya harus sangat diperhatikan.

Demikian juga kami berupaya dalam rangka upaya meningkatkan IPM Kabupaten Garut yang masih selalu top 3 di bawah kesehatan masuk ke dalam unsur level IPM yang dimiliki oleh Kabupaten Garut . Sehingga saya berharap seminar ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Garut."harapnya

Ia menekankan, kepada teman-teman yang nanti menangani kondisi asma di Kabupaten Garut,saya tidak ingin misalnya, respon penanganan soal penyakit perutnya terutama asma lambat jadi usaha-usaha kali ini adalah usaha untuk meningkatkan juga. Jangan hanya soal kuratifnya modern tapi teman-teman juga harus mulai menyimak inisiasi soal rangkaian listriknya karena di mana-mana lebih cape ngobatin daripada mencegah."

Tapi kalau pola kita hari ini di bawah, di lapangan masih melulu soal kuratif dan masyarakat pun belum sadar bahwa upaya preventif ini lebih menguntungkan daripada menunggu sampai penyakitnya terasa.

Oleh karenanya saya mengucapkan,terima kasih kepada klinik Rotinsulu baru, dan juga Rumah sakit provinsi Bandung atas inisiasinya terkait pelaksanaan kegiatan ini. Semoga kegiatannya dapat dilanjutkan dengan kegiatan-kegiatan penatalaksanaan penyakit paru di bidang lainnya. Terutama, sederhana harus lebih ditingkatkan lagi." tuturnya

Dalam kesempatan itu turut hadir,kepala dinas kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Garut,dr.hj. Leli Yuliani,ia juga menyampaikan bahwa, memang terkait dengan berbagai penyakit di Kabupaten Garut termasuk penanganan asma ini memang masih menjadi masalah yang sangat serius untuk kita tangani.

"Saya sangat menyambut gembira ketika waktu beberapa hari yang lalu dari tim klinik Rotisulu datang ke dinas kesehatan untuk menyampaikan rencana pelaksanaan seminar perawatan dan inhalasi pada pasien asma, ini sangat penting sekali karena memang kualitas hidup penderita asma itu sangat ditentukan bagaimana penanganan yang tepat."

Salah satunya,ungkap Leli lanjut menyampaikan ,dengan instalasi karena seperti kita ketahui bersama bahwa, untuk penyakit asma ini banyak yang masih terjadi penyalahgunaan atau penggunaan obat. Seperti, bagaimana penggunaan seringnya penggunaan obat steroid secara mandiri oleh pasien-pasiennya. Contoh, beli obat di apotek sendiri ,nah ini juga berbahaya! Ungkapnya

Dari penggunaan kortikosteroid yang tidak rasional itu sangat berbahaya untuk ke depannya, dan ini pasti banyak ditemui. Mungkin, teman-teman sejawat di klinik, di rumah sakit,di Puskesmas tentu sering menerima pasien-pasien yang datang sudah dalam kondi komplikasi akibat dari penggunaan steroid ,nah maka, seminar ini sangat bermanfaat sekali bagaimana perawatan dan inhalasi pada pasien asma termasuk juga untuk inshalasi steroid, itu juga sebetulnya bisa mengurangi komplikasi dari penggunaan steroid ketika itu harus digunakan pada presentasi karena, asma itu adalah dasarnya.

Jadi memang penggunaan steroid itu kadang diperlukan seperti itu, sehingga mudah-mudahan teman-teman semuanya bisa menyimak seminar ini dengan sebaik-baiknya dengan kita harapkan dapat diterapkan di tempat prakteknya pelayanan masing-masing.

Hal ini juga perlu dilakukan indikasi penyampaian informasi terkait dengan bagaimana penanganan asma kepada masyarakat sehingga mereka bisa melakukan pengobatan atau penanganan terhadap kondisi asmanya dengan baik, dan secara rasional."tukasnya dalam sambutannya .

Pewarta: Agus Sopian
Penyunting: Ghea R
©tingkap.co 2025