Sakinah, Mawaddah dan Rahmah Sebagai Konsep Keluarga Muslim
Opini - Senin, 1 September 2025

Foto: @tingkap/Vero Iskandar
Konsep Sakinah, Mawaddah, Rahmah,ri sebuah ayat dalam Al-Quran (Surat Ar-Rum 30:21), dan kehadirannya dianggap sebagai tanda berkah dari Allah.
Oleh : Vero Iskandar
Dalam Islam, Sakinah, Mawaddah, dan Rahmah adalah tiga kualitas esensial yang menggambarkan pernikahan dan kehidupan keluarga yang ideal. Konsep-konsep ini berasal dari sebuah ayat dalam Al-Quran (Surat Ar-Rum 30:21), dan kehadirannya dianggap sebagai tanda berkah dari Allah.
Sakinah (Ketenangan)
Sakinah adalah rasa ketenangan, ketenteraman, dan kedamaian batin yang mendalam yang ditemukan oleh pasangan suami-istri satu sama lain. Ini bukan sekadar tidak adanya konflik, tetapi kehadiran yang mendalam dan menenangkan yang Tuhan tempatkan dalam hati orang-orang beriman. Bagi pasangan suami istri, sakinah berarti:
Keamanan dan stabilitas: Rumah adalah tempat tinggal yang aman dan nyaman, jauh dari gejolak dunia luar.
Sebuah hadiah dari Allah: Kedamaian ini adalah anugerah Ilahi yang memperkuat iman seorang mukmin dan memberikan ketenangan di masa-masa sulit.
Tujuan utama: Ini adalah tujuan utama dari hubungan pernikahan, dan mawaddah dan rahmah adalah sarana untuk mencapainya.
Mawaddah (Kasih Sayang)
Mawaddah adalah bentuk cinta, kasih sayang, dan kesukaan yang hangat dan aktif antara suami dan istri. Berbeda dengan konsep cinta yang lebih umum, mawaddah digambarkan sebagai cinta yang intens dan intim yang terlihat jelas dan demonstratif. Hal ini menginspirasi pasangan untuk melakukan yang terbaik untuk satu sama lain.
Dalam pernikahan, mawaddah berarti:
Ikatan yang kuat dan terlihat: Kualitas ini membuat pasangan tetap terikat dan mendorong mereka untuk menjadi teman satu sama lain.
Kegembiraan bersama: Ini mewakili kehangatan dan perasaan positif yang mengikat hubungan selama masa-masa bahagia dan damai.
Ketertarikan bersama: Ini adalah ketertarikan emosional dan fisik yang menyatukan pasangan.
Rahmah (Belas Kasihan)
Rahmah adalah kasih sayang, belas kasihan, dan rasa perlindungan yang dimiliki oleh pasangan terhadap satu sama lain, terutama selama masa-masa sulit. Sementara mawaddah dapat memudar seiring bertambahnya usia atau kesulitan, rahmah adalah kualitas yang lebih dalam dan lebih tahan lama. Ini adalah kesediaan untuk bersikap lembut dan memaafkan bahkan ketika pasangan melakukan kesalahan.
Karakteristik rahmah meliputi:
Belas kasih dalam kesulitan: Ini adalah kemampuan untuk menunjukkan empati dan pengertian, menawarkan dukungan ketika pasangan sedang berjuang.
Tidak mementingkan diri sendiri dan memaafkan: Ini adalah dorongan penuh belas kasihan untuk memaafkan dan berkorban ketika pasangan melakukan kesalahan.
Bantalan di masa-masa sulit: Rahmah melindungi pernikahan pada saat-saat yang penuh dengan provokasi, dan memungkinkan hubungan bertahan lebih dari sekadar ketertarikan.
Saling mempengaruhi dari ketiga konsep tersebut
Sebuah hubungan yang lengkap: Bersama-sama, sakinah, mawaddah, dan rahmah menggambarkan sifat utuh dan menyeluruh dari sebuah pernikahan Islami. Sakinah adalah hasilnya, yaitu lingkungan rumah tangga yang tenteram, sementara mawaddah dan rahmah adalah perasaan yang menghasilkan dan menopangnya.
Sebuah tanda bagi mereka yang merenung: Al-Quran menyebutkan konsep-konsep ini sebagai "tanda-tanda bagi orang-orang yang merenung". Hal ini mendorong orang-orang yang beriman untuk merenungkan hikmah ilahi di balik institusi pernikahan dan manfaat spiritual yang ditawarkannya.
Sebuah model bagi keluarga: Pernikahan yang memiliki ketiga kualitas ini berfungsi sebagai fondasi bagi keluarga yang sehat dan harmonis, yang secara positif berdampak pada masyarakat secara keseluruhan.
Semoga Allah SwT terus memberikan dan mempertahankan pernikahan/perkawinan yang dipenuhi Sakinah, Mawaddah dan Rahmah kepada kami dan kita semua, !
Vero Iskandar adalah koresponden TINGKAP.CO untuk Amerika Serikat, tinggal di Maryland.
Pewarta:
Penyunting: Ghea R
©tingkap.co 2025
