Akui Pelayanan Belum Maksimal, Begini Penjelasan Kadis Damkar Mukomuko
Daerah - Selasa, 30 September 2025

Foto: @tingkap/Japri
Kadis Damkar Mukomuko Ramdani mengungkapkan kendala Damkar dalam operasionalnya.
MUKOMUKO, TINGKAP.CO - Banyak faktor penyebab pelayanan belum bisa maksimal dalam menangani kasus kebakaran oleh Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu.
Kepada TINGKAP.CO, Kadis Damkar Mukomuko Ramdani mengungkapkan mengapa belum maksimalnya dalam menangani kasus kebakaran bukan ada unsur kesengajaan, tapi memang banyak faktor penyebabnya.
Didampingi Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan, Aman, dituturkannya ada beberapa penghambat atau kendala. "Pelayanan selama ini belumlah maksimal baik itu segi ketepatan waktu maupun dari segi peralatan tentunya kami selalu berupaya untuk memperbaiki karena dari segi Standar Operasional Prosedur (SOP) kita siapkan," ujar Ramdani yang diwawancarai jelang sosialisasi pencegahan saat terjadinya kebocoran gas elpiji rumah tangga, Selasa (30/9/2025), di aula kantor Kecamatan Mukomuko.
Ramdani juga mengungkapkan, kenapa lambatnya petugas kami itu karena petugas kami sudah punya SOP semacam real time terhadap respon selama 13 menit sampai di lokasi," kata Ramdani.
"Selama 13 menit itu petugas kita mempersiapkan baju, memanaskan kendaraan itu butuh waktu, dan ini kita harus memaklumi." ungkap Ramdani.
Dilanjutkannya, terkadang kondisi jalan, tempat yang jauh, pengalaman kami selama ini yang terjadi kebakaran banyak rumah bangunannya dari papan. "Untuk itu kami selalu berupaya menjalin iya mempersiapkan fasilitas dan stabilitas dalam menangani kebakaran kedepannya," ungkapnya lagi.
Ditanya persiapan armada Ramdani menjelaskan, kalau untuk armada saat ini kita punya 7 unit armada. "Namun yang berfungsi cuma 5 armada di kota dua di Kecamatan Lubuk Pinang Satu, Kecamatan Penarik Satu, dan Satu si Ipuh," jelasnya.
"Tentu pertama masalah kapasitas sumberdaya manusianya. Pasalnya, peningkatan kasus anak Damkar kita yang baru masuk dari PPPK paruh waktu sebanyak 50 orang kalau nanti Pemda punya anggaran untuk ditingkatkan jadi penuh waktu," demikian Ramdani.
Ditambahkan Ramdani, peningkatan sarana prasarana kita yakni jumlah kendaraan kita, ini yang menjadi kendala kita karena kemampuan APBD kita belum memadai. "Karena 1 unit kendaraannya cukup mahal," tutup Ramdani.
Pewarta: Japri
Penyunting: Alfen Hoesin
©tingkap.co 2025
