Sejumlah Pasien Korban Keracunan MBG di Kadungora Dirujuk ke RSUD dr Slamet
Kesehatan - Rabu, 1 Oktober 2025

Foto: Istimewa
Enam korban dugaan keracunan massal pasca menyantap Susu Program (MBG) di Kecamatan Kadungora yang tengah dirujuk ke RSUD dr Slamet Garut, Rabu (1/10/2025)
GARUT, TINGKAP.CO - Diduga keracunan masal akibat Makan Bergizi Gratis (MBG), kini kembali terulang. Namun hari ini ada enam korban dugaan keracunan massal pasca menyantap Susu Program (MBG) di Kecamatan Kadungora yang tengah dirujuk ke RSUD dr Slamet Garut.
Menurut Bupati Garut Abdusy Syakur Amin, bahwa kasus dugaan keracunan tersebut sudah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), sehingga penanganannya bisa lebih intensif termasuk pemerintah menjamin seluruh biaya penanganan medisnya.
Ke enam korban keracunan tersebut harus dirawat setelah dilakukan observasi di instalasi gawat darurat Puskesmas Kadungora.
"Kejadian keracunan diduga dari sajian MBG di Kecamatan Kadungora itu merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya menimpa siswa MA Maarif Cilageni, SMA Siti Aisyah, dan SMP Siti Aisyah, kemudian SDN 2 Mandalasari pada Selasa (16/9/2025) dengan jumlah korban sebanyak 657 orang," ujarnya.
"Kejadian kali ini menimpa siswa SD, kemudian SMP PGRI Kadungora, dan SMP Negeri 1 Kadungora, termasuk balita, dan seorang guru," katanya, Rabu (01/10/2025).
Direktur Utama (Dirut) UOBK RSUD dr. Slamet Garut dr. Inge Andriani Heriawan menyebutkan,
korban kemarin 3 orang, dan hari ini 6, untuk kondisinya sudah tertangani untuk ke gawat daruratnya dan yang 6 per jam 14.00 kondisinya stabil dan yang 3 kemarin sudah pulang.
Pewarta: Agus Sopian
Penyunting: Alfen Hoesin
©tingkap.co 2025
