Abdul Kadir, Siap Taklukkan Puncak Tertinggi Sulawesi di Rante Mario Trail Run 2025
Olahraga - Selasa, 21 Oktober 2025

Foto: Istimewa
Abdul Kadir Calon Penakluk Puncak Latimojong (Trail Run)
MAROS, TINGKAP.CO - Dunia olahraga lari kini tengah diramaikan dengan tren baru yang memadukan ketangguhan fisik dan keindahan alam, yaitu trail running. Tidak seperti lari jalan raya (road run), trail run menawarkan pengalaman yang lebih menantang melintasi jalur pegunungan, hutan, dan perbukitan dengan panorama memukau, (21/10/2025).
Salah satu ajang bergengsi yang akan segera digelar di Sulawesi Selatan adalah Rante Mario Trail Run 2025 Latimojong Eco Culture Run. Event ini akan berlangsung di Desa Wisata Latimojong, Kabupaten Enrekang, dan menjadi daya tarik besar bagi para pelari lintas alam dari seluruh Indonesia.
Menaklukkan Puncak Tertinggi di Sulawesi
Rante Mario dikenal sebagai salah satu dari Seven Summit Indonesia tujuh puncak tertinggi di nusantara dan merupakan titik tertinggi di Pulau Sulawesi. Tak heran jika event ini menjadi incaran para pecinta tantangan dan keindahan alam.
Pada edisi 2025 ini, panitia membuka kelas 19 K dengan Elevation Gain (EG) mencapai 2.013 meter dan Cut Off Time (COT) selama 12 jam. Lintasan ini menjanjikan sensasi ekstrem sekaligus pengalaman tak terlupakan bagi para peserta.
Ratusan Pelari Siap Bertarung
Ratusan peserta dari berbagai komunitas lari di seluruh Indonesia telah memastikan diri ikut ambil bagian. Salah satunya adalah Abdul Kadir, pelari asal Maros yang tergabung dalam komunitas 09 Runners. Menariknya, pria ini juga merupakan Kepala Desa Pattiro Deceng, Kecamatan Camba, Kabupaten Maros sosok pemimpin desa yang tak hanya aktif dalam pelayanan masyarakat, tetapi juga memiliki semangat tinggi dalam menjaga kebugaran dan mencintai alam.
Latihan Serius di Tengah Kesibukan
Meski sibuk dengan aktivitas pemerintahan desa, Abdul Kadir tetap menyempatkan waktu untuk berlatih secara rutin. Tiga bulan menjelang lomba, ia menjalani berbagai sesi latihan mulai dari strength training, easy run, interval, tempo run, hingga latihan elevasi untuk uphill dan downhill, serta long run setiap akhir pekan.
"Dalam seminggu, jadwal latihan saya bervariasi sesuai program. Bersyukurlah saya tinggal di pedesaan kalau mau latihan elevasi cukup start dari rumah dan naik ke Bulu Macconggi. Biasanya saya ambil dua loop setiap minggu," ujarnya sambil tersenyum.
Lebih dari Sekadar Lari
Bagi Abdul Kadir, trail running bukan hanya soal kecepatan, tapi juga soal ketahanan fisik, mental, dan strategi. "Dalam trail run, mandatory gear sangat penting. Begitu juga strategi dan pemetaan jalur," tuturnya.
Ia pun menegaskan bahwa target pribadinya di event ini bukanlah podium, melainkan menikmati proses dan keindahan alam Latimojong.
"Target saya sederhana berlari menikmati keindahan jalur yang disuguhkan panitia, dan tentu saja finish strong tanpa kurang apapun. Itu sudah menjadi reward dari latihan berbulan-bulan," ungkapnya penuh semangat.
Menebar Inspirasi dari Desa
Kisah Abdul Kadir menjadi inspirasi bahwa semangat olahraga dan kecintaan terhadap alam bisa tumbuh dari mana saja bahkan dari seorang kepala desa di pelosok Maros. Dengan tekad dan disiplin, ia membuktikan bahwa trail running bukan hanya tentang kompetisi, melainkan juga tentang perjalanan diri dan penghargaan terhadap alam ciptaan Tuhan.
Pewarta: Hakim / Harjan
Penyunting: Alfen Hoesin
©tingkap.co 2025
