Ketika Anak- Anak Lainnya Main Gadget, Bocah Ojan Menelusuri Nasibnya Menjajakan Gorengan
Humaniora - Jumat, 14 November 2025

Foto: @tingkap/Imas Masriyah
Ojan (8) bocah kuat hidup prihatin menopang ekonomi keluarga dengan membantu sang bunda menjajakan gorengan.
BANDUNG, TINGKAP.CO - Dunia anak-anak adalah dunia bermain dan bersosialisasi dengan lingkungan. Di usia emas itu, seorang anak selayaknya dalam asuhan penuh kasih sayang dari orang tuanya dengan penuh kebahagiaan.
Tapi berbeda dengan nasib Ojan, bocah kecil (bocil) usia 8 tahun yang kini duduk di bangku kelas 2 Sekolah Dasar Swasta (SDS) Saluyu, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung.
Ojan terpaksa tertinggal kelas selama setahun. Dia seharusnya duduk di bangku kelas 3 SD. Hal ini karena ia tidak masuk sekolah selama setahun.
Nasib bocah ini terjadi karena beban hidup yang ditanggung keluarganya yang memaksanya mengalahkan pendidikan. Ojan harus mengais rezeki untuk membantu ibunya jualan gorengan keliling kampung. Demikian curahan hati bocah kuat ini kepada TINGKAP.CO, Senin (13/11/2025).
Di saat anak seusianya sibuk bermain gadget atau bermain dengan teman-teman tetangga sepulang sekolah, Ojan memilih untuk mengumpulkan rupiah demi rupiah membantu sang bunda dengan berjualan gorengan di sekitar Jalan Situgunting Barat hingga ke Komplek Citarif Barat, kota Bandung .
Bocah Sholeh berhati kuat ini setiap harinya berjalan cukup jauh dari rumahnya. Dia berjalan kaki, menelusuri nasibnya menjajakan jualan dengan mengenakan sandal jepit yang sudah lusuh dan miring.
Ojan diketahui tinggal di Kelurahan Babakan Ciparay, Kecamatan Babakan Ciparay, RT.02 RW.09 Kota Bandung. Kini setiap pulang sekolah ia mengemas gorengan yang akan dijualnya, berupa Keroket, Bakwan, Pisang Goreng dan Gorengan Tempe seharga Rp 2.000 per buahnya.
Kedua tangannya memikul erat keranjang berisi gorengan. Sesekali ia berteriak parau di sepanjang jalan yang ia lewati. "Gorengan, gorengan, bala-bala, karoket," teriaknya.
Ojan tinggal di rumah kontrakan sederhana bersama orang tuanya dan satu orang adik laki-lakinya berusia 5 tahun, dan Romlah (47), ibunya, serta sang ayah yang bekerja sebagai buruh serabutan. Sementara ibunya membuat gorengan yang dijajakan oleh Ojan. Selain itu untuk menambah penghasilan, Ibunya saat ini jadi buruh mencuci pakaian tetangganya.
Kadangkala untuk menambah penghasilan, Ojan di hari Minggu suka membantu ayahnya di Pasar Burung Sukahaji, menerbangkan burung merpati milik orang yang menyuruhnya. Untuk jasanya itu, ia menerima upah Rp.10 ribu. Dia sangat senang dengan hasil jerih payahnya, bisa menabung uang recehan untuk bisa beli mainan dengan hasil keringatnya sendri, yang seharusnya di belikan orang tua.
Ojan sosok anak yang bekerja mencari nafkah, yang seharusnya anak seusia dia masanya bermain dan bersekolah, kini harus memikul biaya hidupnya untuk menopang ekonomi keluarga kurang beruntung ini.
Semoga Ojan menjadi orang sukses dikemudian hari, seperti banyak kisah sukses tokoh-tokoh besar yang dimasa kecilnya bergelut dengan keadaan yang memaksa untuk hidup prihatin. Semoga.
Pewarta: Imas Masriyah
Penyunting: Ghea R
©tingkap.co 2025
