Dampak Penambangan Ilegal dan Deforestasi Terhadap Lingkungan
Opini - Kamis, 4 Desember 2025

Foto: Istimewa
Bencana mengintai ketika eksploitasi alam sembarangan.
Oleh: Vero Iskandar
Penambangan ilegal menimbulkan bahaya yang serius dan berjangkauan luas, meliputi kerusakan lingkungan yang signifikan, risiko kesehatan manusia yang serius, serta krisis sosial-ekonomi dan keamanan yang serius. Berbeda dengan penambangan yang diatur, operasi ilegal mengabaikan standar lingkungan dan keselamatan, memaksimalkan keuntungan dengan mengorbankan manusia dan planet ini.
Bahaya Lingkungan
Dampak lingkungan seringkali tidak dapat dipulihkan dan meluas.
* Kontaminasi Air Penggunaan bahan kimia beracun seperti merkuri dan sianida untuk mengekstrak mineral merupakan bahaya utama. Zat-zat ini seringkali dibuang langsung ke sungai dan anak sungai, mencemari sumber air yang penting untuk minum dan irigasi. Merkuri ini terakumulasi dalam rantai makanan (ikan, tumbuhan, hewan), yang menyebabkan keracunan yang meluas.
* Deforestasi dan Perusakan Habitat Kawasan hutan yang luas ditebang untuk mengakses deposit mineral dan membangun infrastruktur, yang mengakibatkan hilangnya habitat, berkurangnya keanekaragaman hayati, dan peningkatan emisi karbon. Perusakan ini khususnya parah di kawasan yang kaya keanekaragaman hayati seperti hutan hujan Amazon. Deforestasi juga menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Thailand serta beberapa negara lainnya yang memakan korban jiwa dan kerugian harta benda yang tidak sedikit.
* Degradasi dan Erosi Tanah Pengikisan lapisan tanah atas dan vegetasi menyebabkan erosi dan degradasi tanah yang parah. Lahan seringkali menjadi tidak subur, sehingga mencegah pemanfaatan pertanian atau regenerasi hutan di masa mendatang. Tambang terbuka yang terbengkalai juga menimbulkan bahaya fisik bagi manusia dan hewan.
* Polusi Udara Aktivitas pertambangan menghasilkan debu, partikel, dan gas beracun, yang menurunkan kualitas udara dan berkontribusi terhadap penyakit pernapasan di masyarakat sekitar.
Bahaya Kesehatan Manusia
Para penambang dan masyarakat setempat menghadapi berbagai ancaman kesehatan langsung dan tidak langsung.
* Keracunan Kimia Paparan dan penghirupan uap merkuri, sianida, dan logam berat lainnya dapat menyebabkan kerusakan saraf yang parah, gagal ginjal, cacat lahir, dan bahkan kematian.
* Wabah Penyakit Kondisi yang tidak sehat dan genangan air di lubang tambang yang terbengkalai menciptakan tempat berkembang biak yang ideal bagi nyamuk, yang menyebabkan lonjakan penyakit seperti malaria. Tingginya angka penyakit menular seksual, termasuk HIV/AIDS, juga dilaporkan di area pertambangan akibat tenaga kerja sementara dan eksploitasi seksual.
* Bahaya Kerja Penambang bekerja dalam kondisi yang sangat berbahaya dan tidak diatur dengan risiko kecelakaan yang tinggi, termasuk runtuhnya tambang, ledakan dari gas yang terperangkap (seperti metana), dan paparan debu yang menyebabkan penyakit pernapasan fatal seperti silikosis dan paru-paru hitam.
* Kerawanan Pangan Polusi air dan degradasi lahan pertanian sering kali menghancurkan sumber makanan tradisional, yang menyebabkan malnutrisi dan kerawanan pangan pada penduduk setempat.
Bahaya Sosial-Ekonomi dan Keamanan
Penambangan ilegal memicu masalah sosial yang lebih luas, yang seringkali terkait dengan kejahatan terorganisir.
* Pendanaan Kejahatan Terorganisir dan Konflik Keuntungan dari penambangan ilegal, terutama emas, digunakan untuk mendanai organisasi kriminal, kelompok bersenjata, dan milisi, seringkali melebihi pendapatan dari kegiatan ilegal lainnya seperti perdagangan narkoba. Hal ini menciptakan ketidakamanan, kekerasan, dan pelanggaran hak asasi manusia.
* Eksploitasi dan Pelanggaran Hak Asasi Manusia Operasi ilegal seringkali dikaitkan dengan kerja paksa, perdagangan manusia, dan pekerja anak. Masyarakat, terutama masyarakat adat, seringkali terusir dari tanah mereka, menghadapi kekerasan, dan jarang diajak berkonsultasi atau diberi kompensasi.
* Kerugian Ekonomi bagi Negara Pemerintah kehilangan pendapatan pajak dan royalti yang signifikan yang dapat digunakan untuk layanan publik dan pembangunan berkelanjutan. Biaya jangka panjang pemulihan lingkungan sangat besar, seringkali jauh melebihi keuntungan jangka pendek.
* Korupsi dan Ketidakamanan Keberadaan penambangan ilegal mendorong korupsi dalam pemerintahan daerah dan runtuhnya supremasi hukum secara keseluruhan.
Allah SwT berfirman dalam surat Ar-Rum ayat 41 yang artinya:
"Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)."
Semoga share tulisan saya ini merupakan wake-up call (pengingat) bagi kita semua. Semoga Allah SWT terus melindungi kita dari berbagai musibah akibat ulah tangan manusia, In Syaa Allah.
Penulis adalah koresponden TINGKAP.CO di Washington DC, Amerika Serikat.
Pewarta:
Penyunting: Ghea Reformita
©tingkap.co 2025
