Pemkab Agam Siapkan Hunian Sementara Untuk Korban Bencana Hidrometereologi

Lingkungan - Sabtu, 13 Desember 2025

251213155108-pemka.jpg

Diskominfo Kab. Agam

Nagari Malalak, Palemabayan, Kabupaten Agam terparah dalam musibah bencana Hidrometereologi di Sumbar yang terjadi dua pekan lalu.

AGAM, TINGKAP.CO - Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, mencatat kecamatan paling parah terdampak bencana hidrometeorologi 2025 di Sumatera Barat, ataupun Pulau Sumatera, dampak korban tewas dan kerusakan yang terjadi di 7 nagari dalam wilayah Kabupaten Agam.

Tidak hanya dampak korban meninggal mencapai 165 orang, 66 orang dinyatakan hilang, sebelumnya 75 korban luka-luka serius menjalani perawatan intensif di beberapa rumah sakit dan sampai saat ini 7 korban masih menjalani perawatan.

"Dampak kerusakan yang sangat luar biasa rumah penduduk yang mencapai 630 unit rusak, menyebabkan 1.678 warga masih tinggal di tempat pengungsian yang disediakan pemerintah," papar juru bicara Bupati, Roza Syafdefianti.

Nagari yang terdampak parah di Kecamatan Palembayan, yakni Nagari Salareh Aia, Salareh Aia Timur, Tigo Koto Silungkang, Salareh Aia Barat, Sipinang, IV Koto Palembayan dan Nagari Baringin.

Musibah bencana Himetereologi selain 630 rumah rusak, banjir bandang dahsat yang terjadi Kamis, (27/11/2025) lalu, juga merusak sarana dan prasarana lainnya. Seperti 27 sekolah, 13 unit irigasi rusak,dan berimbas 685,35 hektar areal pertanian dan 3.731 hewan ternak mati.

Hari ke-15 pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor yang meluluh lantakkan sebagian wilayah Kabupaten Agam masih ada beberapa titik yang masih sulit diakses kendaraan, hanya sepeda motor, sehingga proses penanganan darurat, termasuk distribusi bantuan logistik masih terkendala.

Pemerintah menyalurkan bantuan menggunakan helikopter.
Namun, secara umum, seluruh wilayah terdampak bencana di Kabupaten Agam, sudah bisa diakses, walau hanya dengan jalan kaki atau sepeda motor, mengingat beratnya medan yang dilalui.

Upaya penanganan maksimal, selain 6 kecamatan lain yang terdampak cukup baik, baik di Malalak, Tanjung Raya, Matur, Palupuah, dan Tanjung Mutiara, fokus penanganan dampak terkonsentrasi ke Palembayan, disebabkan banyaknya korban yang mengungsi dan jumlah korban yang belum ditemukan.

Bupati Agam, H.Beni Warlis meninjau progress pembangunan Hunian Sementara (Huntara) dan memantau kesiapan penyambutan kedatangan Presiden Prabowo Subianto ke Kayu Pasak, Palembayan yang dijadwalkan Sabtu ini (13/12/2025).

Bupati Agam meyakinkan, penanganan darurat seluruh kawasan terdampak sudah cukup maksimal di lapangan, terutama langkah-langkah penanganan di lapangan, dibantu membuka isolasi kawasan yang terdampak longsor dan banjir bandang, penyaluran bantuan logistik dan penanganan lanjutan dengan 30 alat berat yang dikerahkan.

Disebutkan, pihaknya bersama seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan dampak bencana dengan dukungan semua pihak, terus berupaya maksimal mendorong optimalnya penanganan di lapangan, termasuk bantuan pemerintahan pusat, baik dalam tahapan tanggap darurat, pasca bencana dan normalisasi mendatang.

Pewarta: Syahyetti Syamra
Penyunting: Ghea R
©tingkap.co 2025