Komika Pandji Kritik Pemerintah, Soeganda Priyatna : Salah Satu Indikator Sehatnya Demokrasi
Nasional - Minggu, 11 Januari 2026

Foto: tangkapan layar video mens rea
Pandji Pragiwaksono komika papan atas kini dilaporkan ke polisi terkait karya terbarunya Mens Rea.
BANDUNG, TINGKAP.CO - Pertunjukan karya komika Mens Rea dari Pandji Pragiwaksono menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat. Tayangan yang dirilis pada 27 Desember 2025 di platform netflix tersebut menempati posisi teratas trending hingga awal Januari 2026.
Karya komedi ini menampilkan aksi panggung Pandji membahas isu sosial politik di depan 10 ribu penonton yang digelar di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta (30/8/25).
Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) dan Aliansi Muda Muhammadiyah yang diwakili oleh Rizki Abdul Rahman Wahid melaporkan Pandji atas dugaan pencemaran nama baik, membuat kegaduhan, serta memfitnah yang berpotensi memecah belah bangsa.
"Kami laporkan atas dasar konten yang tidak positif hingga merendahkan organisasi Islam terbesar di Indonesia. Dia (Pandji) seakan-akan menuduh NU dan Muhammadiyah menjalankan praktik politik transaksional dalam pemilu sebelumya dengan imbalan berupa konsesi tambang," ujar Rizki dalam keterangan tertulisnya, Kamis (8/1/2026).
Pengamat komunikasi politik Prof. Dr. H. Soeganda Priyatna mengungkapkan, kritik terhadap pemangku kebijakan sangat lumrah dan terjadi sejak lama. Ia mengatakan, maraknya kritik dengan cara komedi merupakan salah satu indikator kepedulian masyarakat Indonesia terhadap demokrasi yang sehat.
"Kita tahu, banyak komedi yang jelas menyentil ranah politik sejak dulu seperti Warkop DKI, Bagito, serta karya lain melalui medium musik seperti Iwan Fals," kata mantan guru besar Universitas Padjajaran (Unpad) tersebut.
Soeganda menyatakan, sikap pemerintah seharusnya mampu jujur dalam menanggapi kritik dari masyarakat maupun publik figur.
Ia menambahkan, ketidakmampuan atau kecacatan kinerja pejabat pemerintah bukan hal yang tercela, hal tersebut justru memberikan ruang keterbukaan demi mencapai tujuan yang baik dalam membenahi sistem politik indonesia.
"Pelaporan terkait karya komedi seperti ini merupakan hal yang tidak perlu, terlebih mengatasnamakan organisasi keagamaan. Besar resiko nya," tegas Soeganda.
Pewarta: Hamada
Penyunting: Alfen Hoesin
©tingkap.co 2026
