Alihkan Isu Berkas Epstein dengan Operasi Militer di Iran

Internasional - Rabu, 4 Maret 2026

260304034940-alihk.jpg

Dok. indiatimes.co

Presiden Donald Trump diduga mencoba mengalihkan perhatian dunia dari berkas Epstein yang mengungkap keterkaitan namanya.

WASHINGTON DC, TINGKAP.CO - Terungkapnya data Epstein yang juga menyeret nama Donald Trump menjadi aib besar yang menusuk pribadi Trump.

Trump diduga berupaya mengalihkan isu pribadi ini dengan memunculkan deretan isu baru seperti menculik Presiden Venezuela, Maduro, rencana menduduki Greenland, menggagas Board of Peace, dan sekarang melakukan serangan gabungan dengan Israel terhadap Iran.

"Mengebom sebuah negara tidak akan membuat berkas Epstein menghilang," kata Republikan, Thomas Massie setelah serangan AS-Israel dilancarkan terhadap Iran.

Melansir indiatimes.co, lawannya Donald Trump dari Partai Republik itu meyakini bahwa operasi militer di negeri para Mullah itu memiliki motif tersembunyi.

Anggota Kongres Thomas Massie mengingatkan dengan tegas pada Minggu (2/3/2026) bahwa perang tidak akan mengalihkan perhatiannya dari upayanya untuk memaksa Departemen Kehakiman merilis semua dokumen yang terkait dengan Jeffrey Epstein.

"PSA: Membom negara di belahan dunia lain tidak akan membuat berkas Epstein menghilang, sama seperti kenaikan Dow di atas 50.000 tidak akan melakukannya," tulis libertarian Kentucky itu di X.

Massie adalah salah satu dari beberapa kritikus Trump yang menuduh Presiden tersebut sengaja menciptakan krisis kebijakan luar negeri dan kontroversi di Gedung Putih untuk mengalihkan perhatian dari hubungannya yang kontroversial dengan Epstein, terutama seiring dengan dirilisnya dokumen-dokumen baru dari Departemen Kehakiman yang terkait dengan kejahatan Epstein, seperti dilaporkan oleh The Daily Beast.

Pada Januari, para kritikus juga menuduh bahwa penangkapan Presiden Venezuela, Nicols Maduro oleh pemerintahan Trump berfungsi sebagai penangguhan sementara dari tekanan bipartisan seputar hubungan Trump dengan Epstein, yang pernah menyebut dirinya sebagai teman terdekat Trump.

Departemen Kehakiman (DOJ) telah merilis lebih dari 3 juta berkas yang terkait dengan Epstein, meskipun 3 juta berkas lainnya masih ditahan karena berbagai alasan.

Massie juga menjadi duri dalam daging bagi Trump menjelang aksi militer di Iran.

"Kongres harus mengadakan pemungutan suara mengenai perang sesuai dengan Konstitusi kita," tulis anggota Kongres tersebut di X pada 19 Februari.

Ia mengatakan ia dan Khanna akan memaksa pemungutan suara tersebut terjadi di Dewan Perwakilan Rakyat secepat mungkin. "Saya akan memilih untuk memprioritaskan Amerika Serikat, yang berarti menentang perang lebih lanjut di Timur Tengah," ujarnya.

Massie dan Khanna diperkirakan akan mengajukan pemungutan suara pekan depan yang bertujuan untuk memblokir tindakan militer Trump tanpa persetujuan Kongres.

Upaya tersebut tidak menghentikan serangan besar-besaran Presiden pada Sabtu pagi, yang dilaporkan mencakup serangan langsung terhadap Sekolah Perempuan Shajareye Tayabeh di Minab, Provinsi Hermozgan, menewaskan setidaknya 43 siswa dan melukai 63 lainnya menurut Badan Berita Republik Islam Iran (IRNA).

Tindakan perang yang tidak disetujui Kongres, tulis Massie dalam postingannya di X, sambil menyertakan tautan ke artikel Associated Press berjudul AS dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran, dan Trump mendesak warga Iran untuk mengambil alih.
Dalam postingan terpisah, ia mengecam tindakan militer Trump sebagai kebalikan dari America First.

Saya menentang perang ini, tulisnya dalam postingan yang dilihat 4,2 juta kali pada saat publikasi. Ini bukan America First.

Massie melanjutkan: Ketika Kongres kembali bersidang, saya akan bekerja sama dengan [Ro Khanna] untuk memaksa pemungutan suara Kongres mengenai perang dengan Iran. Konstitusi mensyaratkan pemungutan suara, dan wakil Anda perlu mencatat apakah menentang atau mendukung perang ini.

Presiden berulang kali menyebut Massie sebagai pecundang dan bodoh dan mendukung lawan utamanya, Ed Gallrein, dalam pemilihan untuk Distrik Kongres ke-4 Kentucky.

Pewarta: Vero I (Kor. Washington DC)
Penyunting: Ghea Reformita
©tingkap.co 2026