Arab Saudi dan Qatar Menangkap Agen Mossad yang Rencanakan Pengeboman

Internasional - Rabu, 11 Maret 2026

260311035634-tucke.jpg

Dok. middleeasteye

Tucker Carlson, jurnalis dan komentator politik Amerika Serikat.

WASHINGTON DC, TINGKAP.CO - Komentator politik dan jurnalis Amerika Serikat (AS) Tucker Carlson menyatakan bahwa Israel berupaya merugikan Iran serta negara-negara Teluk Arab.

Ia mengklaim pada hari Senin bahwa Arab Saudi dan Qatar telah menangkap dan menahan agen-agen Mossad Israel yang merencanakan pengeboman di negara-negara tersebut.

"Mengapa pihak Israel melakukan pengeboman di negara-negara Teluk, yang juga sedang diserang oleh Iran?," kata Carlson dalam acaranya. "Bukankah mereka berada di pihak yang sama?"

"Israel ingin merugikan Iran serta Qatar, UEA, Arab Saudi, Bahrain, Oman, dan Kuwait," tambahnya.

Melansir middleeasteye, Carlson juga menuduh bahwa Israel sengaja menabur kekacauan di antara sekutu-sekutu Arab Amerika.

Jurnalis Amerika tersebut tidak menyebutkan sumber atas klaim itu, yang tidak dapat diverifikasi secara independen oleh Middle East Eye.

Pada bulan Februari, pasukan Israel menahan Carlson beserta anggota timnya tak lama setelah ia mewawancarai Duta Besar Washington untuk Israel, Mike Huckabee.

Dalam wawancara tersebut, Huckabee menyatakan bahwa orang-orang Yahudi memiliki "hak ilahi" untuk mengolonisasi tanah Palestina dan menyangkal adanya identitas nasional Palestina.

Wawancara itu berlangsung menyusul perseteruan publik secara daring antara keduanya, setelah Carlson mengecam perlakuan Israel yang dianggapnya "mengejutkan" terhadap umat Kristen, serta menuduh Huckabee gagal memastikan perlindungan bagi umat Kristen yang menghadapi serangan dari para pemukim Yahudi di Tepi Barat dan di Yerusalem yang diduduki.

Pada tahun 2025, setelah ia mengunjungi para pengungsi Palestina asal Gaza di Qatar dan menuduh Israel membunuh anak-anak, sebuah kelompok advokasi pro-Israel di AS menobatkan Carlson sebagai "Antisemite of the Year" (Antisemit Tahun Ini), dengan merujuk pada penentangannya terhadap genosida yang dilakukan Israel di Gaza.

Serangan Berkelanjutan AS-Israel

Pernyataan terbaru Carlson muncul di tengah serangan berkelanjutan yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran, setelah kedua negara tersebut melancarkan serangan gabungan yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, beberapa pejabat senior lainnya, serta ratusan warga sipil pada hari Sabtu.

Sekitar 150 siswi tewas dalam serangan terhadap sebuah sekolah di Iran selatan pada tahap awal serangan tersebut.

Iran telah melancarkan serangan balasan dengan menghantam pangkalan-pangkalan Amerika di kawasan itu serta menutup jalur-jalur perdagangan minyak.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan telah menargetkan lebih dari 500 lokasi milik AS dan Israel, menggunakan 700 drone dan ratusan rudal.

Pada hari Senin (10/3/26), sebuah serangan drone memicu "kebakaran terbatas" di kilang minyak Aramco milik Arab Saudi di Ras Tanura.

Harga gas di Eropa melonjak hampir 50 persen setelah serangan-serangan Iran mendorong Arab Saudi untuk menutup kilang minyak terbesarnya, dan Qatar untuk menghentikan produksi gas alam cair (LNG).

Akibat ketegangan tersebut, para penyedia asuransi telah membatalkan cakupan risiko perang bagi kapal-kapal yang berlayar di Teluk Persia.

Pewarta: Vero I (Kor. Washington DC)
Penyunting: Alfen Hoesin
©tingkap.co 2026