Mengambil Tindakan yang Salah Lebih Baik Daripada tidak Bertindak Sama Sekali

Opini - Selasa, 31 Maret 2026

260331195655-menga.jpg

Ilustrasi istimewa

Bertindak lebih baik dari tidak bertindak sama sekali.

                           Oleh:
                    Vero Iskandar

Mengambil tindakan yang salah umumnya lebih baik daripada tidak bertindak sama sekali, karena hal tersebut memecah kebuntuan, memberikan umpan balik seketika, serta menawarkan peluang pembelajaran yang tidak mungkin diperoleh dari ketidakbertindakan.

Kesalahan yang timbul dari tindakan dapat diperbaiki, sedangkan ketidakbertindakan sering kali berujung pada hilangnya peluang dan stagnasi yang berkepanjangan. Gagasan utamanya adalah bahwa tindakan yang tidak sempurna jauh lebih unggul daripada ketidakbertindakan yang sempurna.

Manfaat utama dari mengambil tindakan dibandingkan berdiam diri meliputi:

Pembelajaran dan Pertumbuhan: Bahkan tindakan yang keliru pun memberikan pelajaran, mengubah sebuah kesalahan menjadi pengalaman yang berharga.

Mengatasi Kelumpuhan: Tindakan memutus siklus berpikir berlebihan (overthinking), membantu Anda melangkah maju alih-alih tetap terjebak dalam situasi yang tidak membahagiakan atau stagnan.

Menciptakan Pilihan: Mengambil langkah bahkan langkah yang salah sekalipunmengungkap informasi baru, memperjelas arah Anda, serta menciptakan peluang-peluang baru yang lebih baik.

"Selesai" Lebih Utama daripada "Sempurna": Tujuannya sering kali hanyalah untuk memulai; perfeksionisme kerap kali mematikan kemajuan dan berujung pada ketidaktindakan.

Pepatah Arab mendorong keberanian mencoba melalui prinsip kesungguhan, menaklukkan ketakutan, dan memulai langkah meskipun sulit. Pepatah populer seperti "Man Jadda Wajada" (siapa bersungguh-sungguh, dia dapat) dan "Kullu Ibtidaa'in Sho'bun" (setiap permulaan itu sulit) mengajarkan bahwa usaha dan keberanian memulai adalah kunci kesuksesan.

Berikut adalah beberapa pepatah Arab tentang berani mencoba:

(Man jadda wajada): "Barang siapa bersungguh-sungguh, maka ia akan mendapatkan hasil".

(Kullu ibtidaa'in sho'bun): "Setiap permulaan itu sulit". Pepatah ini memotivasi untuk tidak menyerah pada keraguan awal.

(Asy-syajaa'atu hiyal quwwatu limuwaajahatil khauf): "Keberanian adalah kekuatan untuk menghadapi ketakutan".

(Asy-syajaa'atu tabda'u 'indamaa tantahii minthaqatur-raahah): "Keberanian dimulai ketika zona nyaman berakhir".

(I'mal lidunyaaka ka'annaka ta'iisyu abadan): "Bekerjalah untuk duniamu seakan kamu hidup selamanya" (mendorong usaha maksimal/aktif mencoba).

Pepatah-pepatah tersebut menekankan bahwa keberanian untuk memulai (mencoba) seringkali lebih penting daripada sekadar hasil akhir yang sempurna.

So, siapkan keberanian dan kekuatan mental kita untuk terus mencoba sesuatu hal yang baru dengan penuh kesabaran yang terukur.

Penulis adalah koresponden TINGKAP.CO di Washington DC.

Pewarta:
Penyunting: Alfen Hoesin
©tingkap.co 2026