Kabar Baik, Peduli Ibu Hamil Dinkes Siapkan Dua Unit Rumah Singgah Gratis

Kesehatan - Selasa, 28 April 2026

260429080807-kabar.jpg

@tingkap/Japri

Mukomuko melalui Dinas Kesehatan telah menyiapkan dua unit Rumah Singgah gratis bagi ibu hamil siap melahirkan.

MUKOMUKO, TINGKAP.CO - Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Dinas Kesehatan telah menyiapkan dua unit Rumah Singgah gratis bagi ibu hamil siap melahirkan hal ini lakukan guna membantu meringankan bagi ibu hamil jauh jangkauan dari rumah sakit.

Dikabarkan posisi rumah singgah itu berdekatan dengan kedua rumah sakit di daerah itu yaitu Rumah Sakit umum Daerah (RSUD) Mukomuko satu nya lagi berdampingan RS Albara Desa Ujung Padang, Kecamatan Kota Mukomuko.

Dikomfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan Jajat Sudrajad S. SKM mengatakan, rumah singgah kelahiran gratis ini merupakan progran pemerintah pusat melalui Kemenkes RI ungkap Kadis Dinkes Selasa, (28/4/2026) di Mukomuko.

"Disediakan rumah singgah ini guna membantu keluarga pasien yang akan melahirkan dengan pasilitas lengkap tampa dipungut biaya sepersenpun hanya saja untuk perbekalan atau kebutuhan personal ditanggung keluarga," kata Jajat.

Menurut Jajat, komitmen menghadirkan pelayanan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat ini, Pemerintah Kabupaten Mukomuko menunjukkan kepedulian nyata dengan menyediakan program Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) gratis secara cepat mendapat.

Kebijakan ini menjadi bukti pelayanan pemerintah daerah tidak hanya hadir lewat pembangunan fisik, tetapi juga melalui perlindungan nyata bagi keselamatan ibu dan bayi. Dengan fasilitas rumah tunggu yang bisa dimanfaatkan gratis, masyarakat mendapat kemudahan besar, terutama keluarga dengan keterbatasan ekonomi yang selama ini terbebani biaya menunggu persalinan di sekitar rumah sakit. Ini adalah bentuk pelayanan humanis yang memperlihatkan Pemkab Mukomuko hadir untuk mengurangi beban rakyat di saat paling krusial.

Program ini sekaligus mempertegas komitmen Pemerintahan Kabupaten Mukomuko dalam meningkatkan layanan kesehatan ibu dan anak, menekan risiko persalinan, serta memastikan tidak ada lagi masyarakat yang kesulitan memperoleh akses melahirkan yang layak. "Di balik kebijakan ini, ada semangat pelayanan yang berpihak pemerintah hadir bukan hanya mengurus, tetapi ikut menjaga dan melindungi warganya sejak awal kehidupan," imbuhnya.

Pewarta: Japri
Penyunting: Ghea Reformita
©tingkap.co 2026