Penyanyi Legendaris Emilia Contessa Meninggal Dunia
Seni Budaya - Senin, 27 Januari 2025

Foto: Instagram
Emilia Contessa berjuang melawan penyakitnya, sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya, Senin (27/1/2025)
BANDUNG, TINGKAP.CO - Kabar duka datang dari dunia hiburan nasional. Emilia Contessa penyanyi yang tenar di era 1970 - 1980 tutup usia akibat penyakit gagal jantung.
Innalilahi wa innailaihi Raji'un. Mantan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) periode 2014 - 2019 utusan Provinsi Jawa Timur itu menghembuskan nafas terakhirnya Senin (27/1/2025), di Rumah Sakit Umum Daerah Blambangan, Banyuwangi.
Pukul 19.00, jenazah ibunda dari penyanyi Denada itu langsung dibawa pulang ke rumah duka di Jalan Gajah Mada Banyuwangi.
Informasi menyebutkan, sebelum dibawa ke RSUD Blambangan, Emilia sudah punya riwayat penyakit diabetes melitus. Namun, ketika diperiksa dokter spesialis jantung, yang bersangkutan divonis gagal jantung.
"Memang benar pasien atas nama Emilia Contessa meninggal di RSUD Blambangan, Senin tanggal 27 Januari 2025 pukul 18.00. Pukul 07.00 masuk RSUD karena penyakit diabetes melitus. Pukul 15.30 sesak napas, lalu diperiksa dokter spesialis jantung, dr Nelly. Hasil diagnosis ternyata gagal jantung. Ketika hendak dibawa ke ruang ICU VIP yang bersangkutan meninggal dunia," ujar Wakil Direktur RSUD Blambangan Budi Priambodo.
Koordinator Pelayanan Medis RSUD Blambangan dr Ayyub Erdiyanto membenarkan kabar meninggalnya penyanyi dan anggota DPD berusia 67 tahun itu. Emilia dirawat di RSUD Blambangan karena serangan jantung. Dia sempat dirawat di ruang VIP. Kemudian pada Senin (27/1/2025) sore kondisinya memberat.
Pihak rumah sakit sempat melakukan penanganan. Sekitar pukul 17.00 dokter spesialis jantung RSUD Blambangan, dr Nelly Mulyaningsih SpJP (K) FIHA datang langsung menangani Emilia. Namun, karena kondisinya memburuk, pasien dibawa ke ruang ICCU.
"Di tengah perjalanan, kondisinya terus memburuk sehingga Emilia dibawa ke IGD untuk ditangani secara kedaruratan. Pasien meninggal dunia di IGD sekitar pukul 18.00. Pasien menderita serangan jantung dan diabetes. Kita sudah melakukan penanganan tapi kondisi pasien mengalami serangan jantung berat," paparnya.
Pewarta: Martin Abidin
Penyunting: Ghea R
©tingkap.co 2025
