Momentum Peringatan Satu Abad Jam Gadang Pemko Bukittinggi Mengelar Alek Anak Nagari

Daerah - Jumat, 15 Mei 2026

260515140804-momen.jpg

Foto: Istimewa

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias menghimbau lapisan masyarakat, mulai dari generasi muda hingga tokoh adat dan para perantau, untuk hadir di Lapangan Kantin Wirabraja Sabtu, 16 Mei 2026.

BUKITTINGGI, TINGKAP.CO - Momentum peringatan satu abad Jam Gadang mencatat sejarah . Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi siap menggelar perhelatan akbar bertajuk Alek Anak Nagari.

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menghimbau lapisan masyarakat, mulai dari generasi muda hingga tokoh adat dan para perantau, untuk hadir di Lapangan Kantin Wirabraja Sabtu, 16 Mei 2026.

Pergelaran bukan sekadar perayaan ulang tahun sebuah monumen, melainkan manifestasi rasa syukur satu abad Jam Gadang yang telah menjadi saksi bisu perjalanan sejarah dan marwah masyarakat Sumatera Barat.

Peringatan satu abad Jam Gadang menjadi titik balik penting dalam menjaga relevansi budaya Minangkabau di tengah gempuran modernitas digital.

Melalui Alek Anak Nagari, nuansa klasik Bukittinggi dihidupkan kembali lewat berbagai atraksi tradisional yang mulai jarang ditemui.

Penyelenggaraan acara di Lapangan Kantin Wirabraja diharapkan mampu menampung antusiasme ribuan pasang mata yang rindu akan kemeriahan pesta rakyat yang otentik.

Ramlan Nurmatias menekankan bahwa Jam Gadang adalah identitas kolektif yang menyatukan hati setiap orang Minang, baik yang menetap di ranah maupun yang sedang berjuang di rantau.

Peringatan Satu Abad Jam Gadang bukan hanya tentang memutar kembali memori sejarah, tetapi bagaimana kita menitipkan tongkat estafet identitas budaya Minangkabau agar tetap berdenyut di nadi generasi muda.

"Ini adalah ruang bagi kita semua untuk kembali pulang ke akar budaya, mempererat silaturahmi, dan membuktikan adat kita tak lekang oleh panas, tak lapuk oleh hujan,"ulas Ramlan Nurmatias.

Rangkaian acara disiapkan bervariatif dan menyentuh berbagai elemen masyarakat. Mulai dari kepiawaian dalam lomba panitahan adat yang menguji sastra lisan minang, permainan tradisional yang membawa memori masa kecil, hingga kompetisi memasak kuliner khas dengan aroma bumbunya memenuhi sudut kota.

Alek Anak Nagari dirancang sebagai penggerak roda ekonomi lokal. Kehadiran ribuan wisatawan diprediksi membawa angin segar bagi para pelaku UMKM, pedagang kuliner, hingga pengusaha jasa transportasi dan penginapan di Kota Jam Gadang .

Dengan promosi yang gencar, Pemerintah Kota Bukittinggi optimis perhelatan menjadi magnet wisata budaya berskala nasional.

Perpaduan antara nilai sejarah Jam Gadang yang sakral dengan kemasan festival yang meriah diharapkan mampu memperkuat posisi Bukittinggi sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia.

"Kesuksesan acara berada di tangan kebersamaan masyarakat dalam menyambut tamu dan merawat kearifan lokal selama perayaan berlangsung. Satu abad Jam Gadang milik bersama, dan Alek Anak Nagari adalah panggung untuk merayakannya," pesan Ramlan.

Pewarta: Syahyetti Syamra
Penyunting: Alfen Hoesin
©tingkap.co 2026