Pemerintah Kota Bukittinggi Bangun Fasilitas Rumah Ibadah Di Seputaran Bukik Ambacang

Infrastruktur - Kamis, 16 Juli 2026

260717040428-pemer.jpg

Dok. Diskominfo Bukittinggi

Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengatakan keberadaan mushalla bukan hanya melengkapi fasilitas kawasan pacuan kuda, tetapi juga menjadi simbol fisik infrastruktur tapi juga nilai-nilai spiritual.

BUKITTINGGI, TINGKAP.CO - Tidak semua pembangunan diawali dengan anggaran. Ada pembangunan yang justru lahir dari keikhlasan, dari sebidang tanah yang dilepaskan tapa pamrih demi kepentingan masyarakat luas. Itulah yang kini terjadi di kawasan Arena Pacuan Kuda Bukik Ambacang, Bukittinggi.

Selama bertahun-tahun, kawasan yang menjadi pusat berbagai event olahraga berkuda dan destinasi wisata yang belum memiliki rumah ibadah. Setiap kali perlombaan berlangsung dan ribuan pengunjung memadati arena, suara azan berkumandang, namun banyak di antara mereka harus mencari tempat lain untuk menunaikan salat. Sebagian rela meninggalkan arena, sementara yang lain menunda ibadah karena keterbatasan fasilitas.

Keikhlasan keluarga Inyiak Datuak Sati dari Suku Sikumbang bersama Syukri Naldi Lubuak Rangkayo yang menghibahkan lahan seluas 600 meter persegi kepada Pemerintah Kota Bukittinggi menjadi titik awal terwujudnya pembangunan sebuah mushalla di kawasan Bukik Ambacang.

Hibah tersebut bukan sekadar penyerahan sebidang tanah. Ia mencerminkan kuatnya budaya gotong royong dan semangat wakaf sosial yang telah lama hidup dalam masyarakat Minangkabau, ketika tanah pusaka dan hak milik pribadi dapat dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat melalui musyawarah dan keikhlasan.

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias menyampaikan rasa syukur atas terwujudnya cita-cita yang telah lama diharapkan masyarakat.

"Alhamdulillah, hari ini menjadi kabar yang membahagiakan. Terima kasih kepada keluarga Inyiak Datuak Sati, keluarga Suku Sikumbang, serta Bapak/ Syukri Naldi Lubuak Rangkayo yang dengan penuh keikhlasan menghibahkan sebagian tanahnya kepada Pemerintah Kota/ Bukittinggi untuk pembangunan sebuah mushalla di kawasan Bukik Ambacang," ujar Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, Rabu 15 Juli 2026.

Menurutnya, keberadaan mushalla bukan hanya melengkapi fasilitas kawasan pacuan kuda, tetapi juga menjadi simbol bahwa pembangunan tidak semata menghadirkan infrastruktur fisik, melainkan juga memperkuat nilai-nilai spiritual di ruang publik.

Mushalla sebagai tempat masyarakat beribadah khusus atlet, panitia, pedagang, maupun wisatawan menunaikan ibadah dengan nyaman tanpa harus meninggalkan kawasan. Di saat yang sama, bangunan tersebut akan menjadi penanda bahwa perkembangan destinasi wisata Bukittinggi tetap berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai religius yang menjadi identitas daerah.

"InsyaAllah, mushalla akan menjadi tempat ibadah bagi masyarakat dan para wisatawan yang berkunjung. Semoga segala niat baik dan keikhlasan para penghibah menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir. Aamiin," kata Wali Kota.

Bagi masyarakat Bukittinggi, hibah tanah ini memiliki makna yang jauh lebih besar daripada ukuran 600 meter persegi. Di atas lahan kelak akan berdiri sebuah rumah ibadah yang menjadi saksi bahwa keikhlasan dapat melahirkan manfaat yang terus mengalir, tidak hanya untuk hari ini, tetapi juga bagi generasi yang akan datang.

Pewarta: Syahyetti Syamra
Penyunting: Alfen Hoesin
©tingkap.co 2026