Kakankesbangpol Binjai Sambut DPD IPK 2026–2031: Sinergi Jangan Berhenti di Meja Pertemuan

Daerah - Jumat, 11 September 2026

260911192900-kakan.jpg

@tingkap/Siti Fatimah

Sambutan positif Kaban Kesbangpol Kota Binjai, Drs. Ruslianto, M.Pd., terhadap jajaran lengkap DPD Ikatan Pemuda Karya (IPK) Kota Binjai periode 2026-2031

BINJAI, TINGKAP.CO - Sambutan positif Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Binjai, Drs. Ruslianto, M.Pd., terhadap jajaran lengkap DPD Ikatan Pemuda Karya (IPK) Kota Binjai periode 2026-2031 menjadi sinyal terbukanya ruang sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi kepemudaan, Jum'at (11/9/2026).

Namun, di balik pertemuan tersebut terselip satu pertanyaan penting: apakah sinergi itu benar-benar akan diwujudkan dalam kerja nyata, atau kembali berhenti sebagai agenda silaturahmi, berjabat tangan dan foto bersama?

Sebab, masyarakat tidak membutuhkan organisasi yang hanya ramai ketika pelantikan, audiensi maupun seremoni. Masyarakat membutuhkan organisasi yang hadir ketika persoalan sosial muncul, ketika kader membutuhkan perhatian dan ketika kepentingan masyarakat membutuhkan suara yang berani tetapi tetap terukur.

Pertemuan jajaran DPD IPK Kota Binjai dengan Kesbangpol pun dinilai menjadi momentum penting bagi kepengurusan baru untuk membuktikan bahwa keberadaan organisasi bukan sekadar soal struktur dan atribut, melainkan tentang kontribusi konkret bagi Kota Binjai.

Ruslianto: OKP Harus Berkontribusi, Bukanf Sekadar Eksis

Kepala Kesbangpol Kota Binjai Drs. Ruslianto, M.Pd. menyambut baik kehadiran jajaran DPD IPK Kota Binjai.

Menurutnya, organisasi kepemudaan memiliki posisi strategis dalam menjaga persatuan, kondusivitas daerah dan memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat.

Kami menyambut baik kehadiran dan silaturahmi jajaran DPD IPK Kota Binjai. Organisasi kepemudaan memiliki peran penting dalam menjaga persatuan, kondusivitas serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, ujar Ruslianto.

Pernyataan tersebut sejatinya bukan sekadar basa-basi organisasi.

Ada tanggung jawab besar yang melekat di balik sebuah organisasi kepemudaan.

Ketika sebuah OKP memiliki struktur hingga tingkat bawah dan mempunyai basis kader yang besar, maka tuntutannya juga semakin besar. Tidak cukup hanya terlihat kuat secara organisasi, tetapi harus mampu menunjukkan seberapa besar manfaat keberadaannya dirasakan masyarakat.

Karena itu, sinergi dengan pemerintah harus diarahkan pada program yang jelas, terukur dan menyentuh kebutuhan masyarakat.

DPD IPK Binjai: Jangan Besar di Struktur, Tetapi Minim Aksi

Rombongan DPD IPK Kota Binjai dipimpin langsung Ketua DPD Deni Iskandar Sembiring, didampingi Sekretaris DPD Dhan Nugraha, S.Sos., Bendahara Josua Panggabean, S.Kom., Wakil Ketua I Surya Dharma, Wakil Ketua II Ahmad Hendra, Ketua Satgas Fahrezi Fadillah, SH., serta Ketua Sapma Rega Hakim, SH.

Komposisi tersebut menunjukkan bahwa kepengurusan periode 20262031 mulai membuka komunikasi dengan pemerintah sekaligus melakukan konsolidasi organisasi.

Tetapi sekali lagi, struktur bukanlah prestasi. Struktur hanyalah kendaraan.

Prestasi organisasi baru dapat diukur dari apa yang dikerjakan setelah kendaraan tersebut berjalan.

Karena itu, publik tentu akan menunggu gebrakan DPD IPK Binjai di bawah kepemimpinan Deni Iskandar Sembiring.

Apakah organisasi akan mampu melahirkan program pemberdayaan kader? Apakah mampu membantu masyarakat yang membutuhkan? Apakah mampu mengambil bagian dalam menjaga ketertiban dan kondusivitas? Dan yang paling penting, apakah IPK mampu menjadi mitra kritis pemerintah ketika menemukan persoalan di tengah masyarakat?

Pertanyaan-pertanyaan itulah yang nantinya akan menjadi ukuran sesungguhnya.

Deni: IPK Harus Peduli Kader dan Masyarakat

Ketua DPD IPK Kota Binjai Deni Iskandar Sembiring menegaskan bahwa kepengurusan periode 20262031 siap membangun komunikasi serta sinergitas dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.

"Kami siap bersinergi dan berkolaborasi dalam hal-hal positif demi kepentingan masyarakat Kota Binjai. IPK harus hadir sebagai organisasi yang peduli terhadap kader dan masyarakat serta bijak dalam setiap langkah organisasi," tegas Deni.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pekerjaan rumah bagi kepengurusan baru. Peduli kader tidak boleh hanya menjadi slogan. Peduli masyarakat juga tidak boleh berhenti menjadi narasi.

Kader membutuhkan ruang berkembang, pembinaan dan perhatian organisasi. Sementara masyarakat membutuhkan kehadiran nyata, bukan sekadar atribut organisasi di jalanan.

Jika prinsip tersebut benar-benar dijalankan, IPK Binjai berpeluang memainkan peran lebih besar sebagai kekuatan sosial yang konstruktif.

Kesbangpol Jangan Hanya Menjadi Tempat Audiensi

Di sisi lain, sinergi juga bukan hanya menjadi tanggung jawab IPK. Kesbangpol sebagai perangkat pemerintah yang memiliki tugas di bidang kesatuan bangsa dan politik juga dituntut mampu membuka ruang pembinaan dan komunikasi yang sehat bagi organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan.

Jangan sampai komunikasi pemerintah dengan OKP hanya aktif ketika ada agenda seremonial. OKP membutuhkan pembinaan. Pemerintah membutuhkan mitra sosial. Masyarakat membutuhkan hasil.

Tiga kepentingan tersebut seharusnya dipertemukan dalam program yang konkret.

Dengan demikian, audiensi DPD IPK Binjai bukan sekadar menghasilkan dokumentasi foto, tetapi melahirkan agenda kerja yang dapat ditagih publik.

Tantangan Kepengurusan 20262031

Periode kepengurusan lima tahun bukan waktu yang singkat. Karena itu, Deni Iskandar Sembiring bersama jajaran harus mampu membuktikan bahwa kepengurusan baru ini bukan sekadar pergantian struktur, melainkan perubahan arah organisasi menuju kerja yang lebih nyata.

Konsolidasi internal memang penting. Tetapi konsolidasi tanpa aksi hanya akan menghasilkan organisasi yang sibuk mengurus dirinya sendiri.

Sebaliknya, organisasi yang kuat adalah organisasi yang mampu merawat kader, membangun jaringan, menyampaikan aspirasi masyarakat, serta tetap menjaga ketertiban dan kondusivitas daerah.

IPK tidak cukup hanya dikenal karena besarnya nama. IPK harus dikenal karena manfaatnya. Pertemuan dengan Kesbangpol Kota Binjai menjadi langkah awal.

Kini publik tinggal menunggu pembuktiannya. Apakah sinergi DPD IPK Binjai dengan Kesbangpol akan benar-benar melahirkan program nyata, atau kembali berakhir sebagai foto bersama yang kemudian tersimpan di galeri telepon?

Waktu yang akan menjawab, dan masyarakat Kota Binjai tentu berhak menilai hasilnya.

Pewarta: Siti Fatimah Hasibuan
Penyunting: Alfen Hoesin
©tingkap.co 2026