Aktivitas IGD di Bandung Meningkat, Farhan Pastikan Pasien Tetap Dilayani 24 Jam
Kesehatan - Kamis, 24 September 2026

Dok. Diskominfo Kota Bandung
BANDUNG, TINGKAP.CO - Aktivitas Instalasi Gawat Darurat (IGD) di sejumlah rumah sakit di Kota Bandung mengalami peningkatan seiring bertambahnya warga yang datang dengan keluhan demam, batuk, pilek dan gejala mirip influenza.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Namun, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meminta masyarakat tidak panik dan memastikan seluruh fasilitas kesehatan tetap memberikan pelayanan.
"Pada dasarnya kami tidak menganggap remeh fakta bahwa sekarang ini IGD lumayan penuh oleh para pasien yang mengeluhkan demam yang tinggi dan memiliki beberapa gejala influenza yang khas yaitu batuk dan pilek," kata Farhan, Rabu (23/9/2026).
Farhan menegaskan, prinsip pelayanan kesehatan tetap harus dijalankan. Pasien yang membutuhkan penanganan tidak boleh ditolak dan fasilitas kesehatan harus memberikan pelayanan sesuai kondisi masing-masing.
"Memastikan semua fasilitas kesehatan memberikan layanan yang terbaik. Prinsip bahwa tidak boleh menolak pasien itu harus berlaku di semua fasilitas kesehatan," ujarnya.
Pemkot Bandung juga terus memantau perkembangan penyakit dengan gejala mirip influenza atau influenza-like illness (ILI). Salah satu fasilitas yang digunakan untuk pemantauan adalah Puskesmas Padasuka sebagai fasilitas sentinel.
Sampel pemeriksaan dari pasien selanjutnya dikirimkan ke Kementerian Kesehatan untuk penelitian lebih lanjut, termasuk mengetahui jenis atau strain virus yang sedang beredar.
Warga Diimbau Kembali Pakai Masker
Di tengah meningkatnya kunjungan ke fasilitas kesehatan, Farhan mengimbau masyarakat kembali menerapkan langkah pencegahan, terutama saat menggunakan transportasi umum.
"Warga yang bepergian menggunakan bus, kereta api maupun pesawat diminta membiasakan diri menggunakan masker.
Untuk anak-anak sekolah yang menunjukkan gejala flu sebaiknya tidak sekolah. Di rumah saja, kami akan izinkan dan kami maklumi," ucapnya.
Sementara anak-anak yang tetap bersekolah juga diimbau menggunakan masker untuk mengurangi risiko penularan. Meski demikian, Farhan meminta masyarakat tidak melakukan pembelian masker secara berlebihan.
"Tidak perlu melakukan panic buying masker, ngeborong masker," katanya.
IGD Ramai karena Warga Lebih Waspada
Mengenai meningkatnya kunjungan ke sejumlah IGD, termasuk RSUD Bandung Kiwari, Farhan menyebut kondisi tersebut tidak terlepas dari meningkatnya kewaspadaan masyarakat.
Menurutnya, warga yang sebelumnya memilih menangani gejala flu ringan di rumah kini lebih cepat mendatangi fasilitas kesehatan karena khawatir dengan perkembangan kondisi yang terjadi.
"Kalau kemarin-kemarin mah flu sedikit, panas sedikit, ah minum obat aja di rumah, nah sekarang karena waspada jadi udah langsung lari ke IGD," ujarnya.
Farhan menilai meningkatnya kewaspadaan masyarakat merupakan hal yang perlu diapresiasi. Namun, Pemkot Bandung juga memastikan kapasitas fasilitas kesehatan dan tenaga medis siap menghadapi peningkatan jumlah pasien.
"Buat kami ini menunjukkan bahwa kemampuan antisipasi dari masyarakat sudah sangat tinggi. Kami tentu bersyukur dengan hal itu tapi pada saat bersamaan kapasitas, fasilitas dan juga kemampuan dari nakes serta faskes di Kota Bandung siap untuk melayani," tuturnya.
Pasien IGD Penuh Ditangani Sesuai Kondisi
Ketika IGD dalam kondisi penuh, penanganan pasien dilakukan berdasarkan tingkat kondisi dan kebutuhan medis masing-masing.
Farhan mengatakan pasien yang kondisinya memungkinkan untuk menunggu dapat diarahkan mengikuti antrean. Sementara pasien yang kondisinya sudah membaik dapat dipersilakan pulang sesuai penilaian tenaga kesehatan.
"Kalau ada yang bisa diminta untuk menunggu dan bersedia menunggu dalam antrean tapi kalau diperkirakan sudah membaik maka dipersilakan untuk pulang. Itu mah sangat tergantung kondisi, saya tidak bisa memberikan sebagai sebuah kebijakan umum," jelasnya.
Farhan memastikan seluruh layanan IGD di Kota Bandung tetap siaga selama 24 jam.
Pemkot Bandung, kata dia, juga telah memanfaatkan pengalaman penanganan Covid-19 untuk memperkuat kesiapan
Pewarta: Hamada
Penyunting: Dewi Apriatin
©tingkap.co 2026
