Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Siapkan 4 Skema Bantuan Lewat Program Jabar Sakola
Pendidikan - Jumat, 2 Oktober 2026

Dok. Diskominfo Jabar
BANDUNG, TINGKAP.CO - Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan (Disdik) menghadirkan Program Jabar Sakola (PJS) sebagai terobosan untuk memperluas akses pendidikan sekaligus menekan angka putus sekolah.
Program tersebut menyasar siswa jenjang SMA, SMK, dan SLB dengan berbagai skema bantuan yang disesuaikan dengan kondisi ekonomi dan kebutuhan peserta didik. Sosialisasi Program Jabar Sakola digelar di Aula Dewi Sartika, Kantor Disdik Jabar, Kota Bandung, Kamis (1/10/2026).
Kegiatan ini diikuti seluruh bidang di lingkungan Disdik Jabar serta perwakilan Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah I-XIII.
Kepala UPTD Tikomdik Disdik Jabar, Mohammad Ibrahim, mengatakan Program Jabar Sakola merupakan transformasi dari program beasiswa pendidikan sebelumnya.
Menurutnya, ketepatan sasaran menjadi perhatian utama agar bantuan benar-benar diterima siswa yang membutuhkan. Karena itu, Disdik Jabar telah melakukan pemadanan data calon penerima dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari adanya penerima ganda dengan program bantuan pemerintah pusat, seperti Program Indonesia Pintar (PIP) maupun Program Keluarga Harapan (PKH).
"Harapan kami, melalui kesempatan ini kita semua dapat memahami dan melaksanakan program kebijakan Gubernur ini dengan sebaik-baiknya. Sehingga, bantuan pendidikan benar-benar dirasakan oleh siswa yang membutuhkan," ujar Ibrahim.
KCD Diminta Turun Langsung Verifikasi Data
Kepala Bidang PSMA Disdik Jabar, Ai Nurhasan, menegaskan pentingnya proses verifikasi agar bantuan tidak salah sasaran.
Ia meminta jajaran 13 KCD Pendidikan melakukan verifikasi faktual langsung di lapangan terhadap data calon penerima bantuan.
"Rekan-rekan di cabang dinas akan turun langsung memverifikasi data. Ini untuk memastikan bahwa program bantuan tersebut disalurkan secara tepat kepada warga Jawa Barat yang benar-benar berhak menerimanya," tegas Ai.
Empat Skema Bantuan Jabar Sakola
Program Jabar Sakola dirancang melalui empat skema utama, masing-masing memiliki sasaran dan bentuk bantuan yang berbeda.
1. PJS Personal
Bantuan ini diperuntukkan bagi siswa dari keluarga rentan Desil 1 yang tidak menerima PKH maupun PIP.
Dana dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan personal siswa yang berkaitan dengan keberlangsungan sekolah, seperti seragam, buku, hingga biaya transportasi harian.
2. PJS Operasional
Skema ini berupa bantuan untuk meringankan pembayaran SPP tahunan bagi siswa kelas 11 dan 12 di sekolah swasta yang masuk kategori rentan, yakni Desil 1 dan 2.
Khusus siswa SLB swasta, bantuan diberikan kepada seluruh siswa tanpa melihat kriteria desil ekonomi.
3. PJS Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK)
Melalui skema ini, Pemprov Jabar memberikan bantuan pembiayaan berupa pemenuhan Dana Sumbangan Pendidikan (DSP) serta subsidi SPP bulanan.
Program ditujukan bagi siswa SMA/SMK swasta yang telah menjalin kerja sama atau MoU dengan Pemprov Jabar sejak proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
4. PJS Mitra Industri
Skema ini menawarkan beasiswa pendidikan penuh bagi siswa terpilih untuk menempuh pendidikan di kawasan SMK Mitra Industri di Bekasi.
Siswa mendapatkan pembiayaan selama tiga tahun hingga lulus. Program tersebut sekaligus diarahkan untuk mempersiapkan lulusan agar memiliki keterampilan yang sesuai kebutuhan dunia kerja.
Melalui Program Jabar Sakola, Pemprov Jabar menargetkan persoalan biaya tidak lagi menjadi alasan anak berhenti sekolah.
Dengan empat skema bantuan tersebut, pemerintah berharap akses pendidikan semakin merata dan siswa dari keluarga rentan tetap dapat melanjutkan pendidikan hingga lulus.
Program ini menjadi bagian dari upaya Pemprov Jabar mewujudkan pemerataan pendidikan dan menyiapkan generasi muda Jawa Barat yang memiliki kesempatan lebih luas untuk meraih masa depan.
Pewarta: Hamada
Penyunting: Dewi Apriatin
©tingkap.co 2026
