KRL Bakal Melaju Sampai Merak, Pemprov Banten Siapkan Elektrifikasi dan Double Track

Infrastruktur - Senin, 5 Oktober 2026

261005182947-krl-b.jpg

Dok. Diskominfo Banten

Gubernur Provinsi Banten, Andra Soni perkuat usulan kepada pemerintah pusat agar proyek elektrifikasi jalur ganda itu segera direalisasikan.

SERANG, TINGKAP.CO - Kabar baik bagi warga Banten. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten tengah mendorong percepatan elektrifikasi dan pembangunan jalur ganda (double track) kereta api Rangkasbitung-Merak.

Jika terealisasi, layanan kereta listrik diharapkan tidak lagi berhenti di Rangkasbitung, tetapi dapat diperpanjang hingga kawasan Serang, Cilegon, dan Merak.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik yang lebih cepat, nyaman, terintegrasi, sekaligus mampu mengimbangi pertumbuhan jumlah penumpang.

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, Pemprov Banten kini tengah memperkuat usulan kepada pemerintah pusat agar proyek elektrifikasi dan jalur ganda tersebut dapat segera direalisasikan.

"Ini merupakan upaya untuk menyampaikan kepada pemerintah pusat terkait kebutuhan transportasi publik, termasuk jalur ganda dan elektrifikasi lanjutan dari Rangkasbitung sampai Merak," kata Andra

Soni dalam Focus Group Discussion (FGD) Studi Kelayakan Elektrifikasi Jalur Kereta Api Rangkasbitung-Merak di Hotel Le Dian, Kota Serang, Jumat (2/10/2026).

Penumpang Membeludak, Keterisian Tembus 161 Persen

Kebutuhan pengembangan jalur kereta api dinilai semakin mendesak seiring melonjaknya jumlah pengguna KRL.

Data yang disampaikan Pemprov Banten menunjukkan, jumlah penumpang KRL lintas Tanah Abang-Rangkasbitung pada 2025 mencapai 37,5 juta orang. Angka tersebut diproyeksikan melonjak menjadi 85 juta penumpang pada 2026.

Bahkan pada jam sibuk, tingkat keterisian kereta telah mencapai 161 persen.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Pemprov Banten mendorong peningkatan kapasitas layanan melalui elektrifikasi dan pembangunan jalur ganda.

Andra Soni mengatakan, kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik harus direspons dengan penambahan kapasitas dan peningkatan kualitas layanan.

Siapkan Investasi Rp1,29 Triliun

Proyek elektrifikasi Rangkasbitung-Merak diperkirakan membutuhkan investasi sekitar Rp1,29 triliun.
Berdasarkan studi kelayakan, peningkatan layanan tersebut diproyeksikan mampu mendongkrak kapasitas angkutan harian dari sekitar 9.900 menjadi 18.000 penumpang.

Pembangunan direncanakan dilakukan secara bertahap. Tahap awal akan dimulai dari lintas Rangkasbitung-Serang, kemudian dilanjutkan menuju Cilegon hingga Merak.

Pemprov Banten saat ini menyusun feasibility study (FS) sebagai dasar untuk memastikan proyek tersebut layak dari sisi operasional maupun pembiayaan.

"Harapannya, dari FS ini dapat terkonfirmasi bahwa pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik, termasuk jalur ganda dan KRL lanjutan dari Rangkasbitung, memang bisa dilaksanakan," ujar Andra Soni.

Rencana elektrifikasi tersebut sebelumnya telah tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Namun, program tersebut belum masuk dalam Rencana Strategis (Renstra), sehingga Pemprov Banten perlu memperkuat usulan kepada pemerintah pusat.

Karena pembangunan jalur kereta api merupakan kewenangan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), hasil FS nantinya diharapkan menjadi pijakan untuk membawa rencana tersebut ke tahap berikutnya.

Kota Serang Dukung, Stasiun Cipocok Jaya Bakal Dihidupkan Lagi

Rencana tersebut mendapat dukungan Pemerintah Kota Serang. Wali Kota Serang Budi Rustandi menyambut baik langkah Pemprov Banten yang mendorong pengembangan kereta rel listrik (KRL) hingga wilayah Banten bagian barat.

Menurut Budi, elektrifikasi jalur kereta akan memberikan dampak terhadap mobilitas masyarakat sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi di sepanjang jalur yang dilalui.

"Alhamdulillah, Gubernur merespons cepat inisiatif ini agar Kota Serang bisa mendapatkan layanan kereta elektrifikasi," kata Budi.

Ia berharap proses pengembangan tersebut dapat berlanjut pada 2027 melalui Kementerian Perhubungan sesuai dengan komitmen yang telah dibangun.

Tak hanya elektrifikasi, Budi juga mengungkapkan rencana menghidupkan kembali Stasiun Cipocok Jaya.
"Stasiun ini (Cipocok Jaya) akan dihidupkan kembali karena jalurnya nanti akan melewati area sana," pungkasnya.

Jika seluruh rencana tersebut terealisasi, konektivitas transportasi Banten diproyeksikan semakin terintegrasi. Warga Serang, Cilegon, hingga Merak nantinya memiliki alternatif transportasi publik yang lebih besar untuk terhubung dengan Rangkasbitung dan Jakarta.

Pewarta: Sofyandri Triyadi R
Penyunting: Dewi Apriatin
©tingkap.co 2026