Kapolres Aceh Timur Imbau Warga Demo Secara Damai, 500 Personel Gabungan Disiagakan

TNI/Polri - Kamis, 8 Oktober 2026

261009132826-kapol.jpg

Dok. Polres Aceh Timur

Kapolres memantau langsung simulasi pelayanan pengamanan unjuk rasa di Lapangan Pusat Pemerintahan Kabupaten Aceh Timur, Rabu (7/10/2026).

ACEH TIMUR, TINGKAP.CO - Kapolres Aceh Timur AKBP Aris Cai Dwi Susanto, S.I.K., M.I.K., mengimbau masyarakat yang hendak menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Timur agar tetap tertib, damai, dan tidak melakukan tindakan anarkis.

Imbauan tersebut disampaikan saat Kapolres memantau langsung simulasi pelayanan pengamanan unjuk rasa di Lapangan Pusat Pemerintahan Kabupaten Aceh Timur, Rabu (7/10/2026).

Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapan aparat dalam mengamankan aksi penyampaian pendapat, menyusul informasi mengenai rencana sejumlah warga menyampaikan aspirasi kepada Bupati Aceh Timur terkait persoalan hak guna usaha (HGU) dan jaminan hidup (jadup).

AKBP Aris menegaskan, menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak masyarakat yang dijamin dalam kehidupan demokrasi. Namun, pelaksanaannya harus tetap mematuhi ketentuan hukum serta menghormati hak dan kepentingan masyarakat lainnya.

"Kami mengimbau masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi agar dilakukan secara tertib, damai, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Polri hadir untuk memastikan masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya dengan aman, sekaligus menjaga agar situasi tetap kondusif," ujar Aris.

Menurutnya, perbedaan pendapat dan tuntutan masyarakat merupakan bagian dari dinamika demokrasi. Karena itu, komunikasi dan dialog perlu dikedepankan agar setiap persoalan dapat disampaikan dan dicarikan solusi tanpa menimbulkan gangguan keamanan.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan tindakan yang justru merugikan pihak lain atau menghambat aktivitas publik.

"Silakan sampaikan dengan cara yang baik. Jangan sampai persoalan yang ingin diperjuangkan justru berkembang menjadi gangguan keamanan atau merugikan masyarakat lainnya. Tugas kami adalah mengawal agar hak menyampaikan pendapat tetap berjalan, tetapi ketertiban dan keamanan juga harus terjaga," tegasnya.

500 Personel Gabungan Ikuti Simulasi Pengamanan

Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan di lapangan, Polres Aceh Timur menggelar simulasi pengamanan unjuk rasa dengan melibatkan sekitar 500 personel gabungan.

Personel tersebut terdiri dari anggota Polres Aceh Timur, Polres Aceh Utara, Polres Langsa, Brimob Polda Aceh, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Timur.

Dalam simulasi itu, aparat memperagakan sejumlah skenario penanganan aksi unjuk rasa berdasarkan tingkat situasi, mulai dari kondisi hijau, kuning, hingga merah.

Simulasi tersebut bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi beragam situasi, sekaligus memperkuat koordinasi antarlembaga dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kapolres menekankan, pengamanan unjuk rasa tidak semata-mata mengandalkan tindakan kepolisian. Pendekatan persuasif, komunikasi, dan upaya meredam potensi konflik juga menjadi bagian penting dalam penanganan aksi.

"Yang paling penting adalah bagaimana aspirasi masyarakat dapat tersampaikan dan pada saat yang sama situasi keamanan tetap terjaga. Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga Aceh Timur tetap aman, damai, dan kondusif," ungkapnya.

Kegiatan simulasi tersebut turut dihadiri Dandim 0104/Aceh Timur, Danyon B Pelopor Sat Brimob Polda Aceh Kompol Muzakir, serta Wakapolres Aceh Timur Kompol H. Abdul Muin, S.H., M.M.

Melalui kegiatan ini, aparat berharap penyampaian aspirasi masyarakat di Aceh Timur dapat berlangsung secara tertib dan damai, dengan tetap mengedepankan dialog serta menjaga keamanan bersama.

Pewarta: Zainal Abidin
Penyunting: Dewi Apriatin
©tingkap.co 2026