Farhan Gandeng PERSIS, PKL Bandung Didorong Bersertifikat Halal dan Lebih Higienis

Ekbis - Minggu, 18 Oktober 2026

261019044909-farha.jpg

Dok. Diskominfo Kota Bandung

PKL di Kota Bandung didorong meningkatkan kualitas produk, menjaga kebersihan, dan memiliki sertifikasi halal.

BANDUNG, TINGKAP.CO - Pedagang kaki lima (PKL) di Kota Bandung didorong meningkatkan kualitas produk, menjaga kebersihan, dan memiliki sertifikasi halal agar semakin dipercaya konsumen.

Pemerintah Kota Bandung pun mengajak organisasi kemasyarakatan, termasuk Persatuan Islam (PERSIS), untuk terlibat dalam edukasi dan pendampingan bagi para pedagang.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Persis Halal Forum di Kantor Pimpinan Pusat (PP) PERSIS Kota Bandung, Minggu (18/10/2026).

Menurut Farhan, sertifikasi halal tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan ketentuan agama, tetapi juga menjadi nilai tambah bagi produk dalam persaingan perdagangan.

Label halal dapat meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha.

Ia mencontohkan sejumlah negara, seperti Australia, Thailand, Hong Kong, hingga Amerika Serikat, yang memiliki pasar produk halal sebagai bagian dari aktivitas perdagangan dan konsumsi.

"Jadi kalau kita sebagai konsumen mengonsumsi sesuatu yang sudah berlabel halal, artinya kita tahu kualitasnya sudah terjaga," kata Farhan.

Namun, Farhan menegaskan, peningkatan kualitas usaha tidak cukup hanya dengan mengurus sertifikasi halal. Para pedagang juga harus memperhatikan kebersihan dalam proses pengolahan, penyajian makanan, hingga lingkungan tempat berjualan.

Menurutnya, aspek kehalalan dan kebersihan merupakan dua hal yang perlu dipahami secara tepat dan diterapkan secara konsisten oleh pelaku usaha kuliner.

"Saya minta tolong kepada PERSIS menggunakan sertifikasi halal masuk ke PKL-PKL untuk diberikan dengan sertifikasi halal. Bukan cuma masalah barangnya halal atau haram, itu satu hal. Tapi bersih atau tidaknya menjadi tantangan," tuturnya.
 
Farhan berharap PERSIS dapat menjadi mitra strategis Pemkot Bandung dalam memperluas edukasi sertifikasi halal, kebersihan, dan kualitas produk bagi pelaku usaha mikro, khususnya PKL.

Menurutnya, organisasi kemasyarakatan memiliki jaringan yang dekat dengan masyarakat sehingga dapat membantu pemerintah menjangkau pedagang yang membutuhkan informasi dan pendampingan.

Melalui kolaborasi tersebut, para pedagang diharapkan tidak hanya memahami pentingnya sertifikasi halal, tetapi juga mampu menerapkan praktik usaha yang bersih dan menjaga mutu produk secara berkelanjutan.

Farhan menilai, upaya ini perlu dilakukan melalui kajian dan program pendampingan yang disesuaikan dengan kondisi serta kemampuan masing-masing pedagang.

Dengan demikian, peningkatan standar usaha tidak justru membebani PKL, melainkan membantu mereka berkembang dan meningkatkan kepercayaan pelanggan.
 
Di sisi lain, Farhan menegaskan bahwa PKL memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian Kota Bandung. Selain membuka lapangan kerja di sektor informal, PKL juga menjadi pilihan masyarakat untuk mendapatkan makanan dengan harga terjangkau.

"Kita butuh PKL untuk dua alasan. Satu, menyerap dan menyediakan lapangan pekerjaan informal. Kedua, jaminan murah dan enak. Penting," ujarnya.

Karena itu, menurut Farhan, penataan dan peningkatan kualitas PKL harus tetap mempertimbangkan karakteristik usaha mereka.

Penerapan standar kebersihan dan peningkatan mutu produk perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga keterjangkauan harga. Dengan begitu, pedagang tetap dapat menjalankan usahanya, sementara masyarakat memperoleh makanan yang berkualitas dengan harga bersahabat.

Farhan juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lokasi berdagang, termasuk memastikan area usaha tetap bersih setelah aktivitas berjualan selesai.

Ia berharap pola usaha PKL dapat terus dikembangkan melalui sistem yang lebih tertata, tanpa menghilangkan karakteristik yang selama ini menjadi daya tariknya bagi masyarakat.
 
Farhan menegaskan, penataan PKL tidak semata-mata bertujuan menciptakan keteraturan ruang kota. Pemerintah juga perlu memberikan perhatian pada pemberdayaan pedagang agar kualitas usaha meningkat dan mata pencaharian mereka tetap berkelanjutan.

Karena itu, Pemkot Bandung membuka ruang kolaborasi dengan PERSIS dan berbagai elemen masyarakat untuk merumuskan langkah konkret dalam mendukung pengembangan PKL.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat melahirkan program edukasi dan pendampingan yang menyentuh kebutuhan nyata pedagang, mulai dari sertifikasi halal, kebersihan, hingga peningkatan kualitas produk.

Dengan pendekatan tersebut, PKL di Kota Bandung diharapkan semakin mampu bersaing, memperoleh kepercayaan konsumen, serta tetap menyediakan makanan yang terjangkau bagi masyarakat.

"Bagi saya, sebuah kehormatan bisa hadir di sini membuka berbagai macam komunikasi dan interaksi. Insyaallah kita akan punya bagian dari sebuah solusi untuk kemaslahatan," pungkas Farhan.

Pewarta: Hamada
Penyunting: Ghea R
©tingkap.co 2026