Asap Pembakaran Jerami Ganggu Warga Summarecon Bandung, Summarecon Gandeng ITB Cari Solusi

Lingkungan - Selasa, 20 Oktober 2026

261021111117-asap-.jpg

@tingkap/Imas Masriah

Summarecon Bandung menggandeng pemerintah kecamatan, kelurahan, kelompok tani, kepolisian, hingga akademisi ITB untuk mencari solusi asap yang ramah lingkungan.

BANDUNG, TINGKAP.CO - Keluhan warga kawasan perumahan Summarecon Bandung, Kota Bandung, terkait polusi udara akibat pembakaran jerami sisa panen mendapat respons cepat.

Manajemen Summarecon Bandung menggandeng pemerintah kecamatan, kelurahan, kelompok tani, kepolisian, hingga akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk mencari solusi yang ramah lingkungan sekaligus menguntungkan petani.

Upaya tersebut dibahas dalam rapat koordinasi lintas sektor yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Gedebage, Selasa (20/10/2026).

Pertemuan ini melibatkan Camat Gedebage H. Latief, S.IP., M.Si., perwakilan Polsek Gedebage melalui Bhabinkamtibmas, kelompok tani, serta perwakilan Kelurahan Cisaranten Kidul, Rancabolang, Cimincrang, dan Rancanumpang. Sejumlah ahli dan akademisi dari ITB turut memberikan masukan mengenai alternatif pengolahan limbah pertanian.

Persoalan ini mencuat setelah warga mengeluhkan kepulan asap pekat dan bau menyengat dari pembakaran jerami di lahan pertanian sekitar kawasan permukiman. Kondisi tersebut dinilai mengganggu kenyamanan warga dan berpotensi berdampak terhadap kesehatan pernapasan.
 
Rapat koordinasi tersebut tidak hanya membahas upaya menghentikan pembakaran jerami secara terbuka, tetapi juga mencari alternatif pengelolaan limbah pertanian yang produktif dan memiliki nilai ekonomi.

Camat Gedebage H. Latief bersama perwakilan pemerintah kelurahan menekankan pentingnya pendekatan persuasif kepada para petani agar beralih ke metode pengolahan jerami yang lebih ramah lingkungan.

Di sisi lain, kepentingan dan mata pencaharian petani tetap perlu diperhatikan. Karena itu, solusi yang dirumuskan diharapkan tidak sekadar melarang pembakaran, tetapi juga menyediakan alternatif yang mudah diterapkan dan memberikan manfaat ekonomi bagi petani.
 
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan ahli dari ITB memaparkan sejumlah alternatif pemanfaatan jerami padi tanpa harus membakarnya.
Ada empat opsi yang dapat dikembangkan sesuai kondisi dan kebutuhan petani setempat.

1. Diolah menjadi pupuk kompos
Jerami dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk organik. Dengan bantuan aktivator biologis atau dekomposer, proses penguraian dapat dipercepat sehingga menghasilkan kompos yang bermanfaat bagi lahan pertanian.

2. Dijadikan pakan ternak fermentasi
Jerami juga berpotensi diolah menjadi pakan ternak melalui proses fermentasi. Pemanfaatan ini dapat menjadi alternatif sumber pakan sekaligus mengurangi limbah pertanian setelah panen.

3. Dikembangkan menjadi briket biomassa
Limbah jerami dapat diproses menjadi bahan bakar alternatif berupa briket biomassa. Jika dikembangkan secara tepat, produk ini berpotensi memberikan nilai tambah bagi hasil samping pertanian.

4. Dimanfaatkan sebagai bahan baku kerajinan
Selain untuk kebutuhan pertanian dan energi, jerami juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku berbagai produk kerajinan. Alternatif ini membuka peluang pengembangan usaha kreatif berbasis potensi lokal.

Warga Mendapat Udara Bersih, Petani Memperoleh Nilai Tambah
Pengolahan jerami tanpa pembakaran diharapkan memberikan manfaat bagi berbagai pihak.

Bagi warga Summarecon Bandung dan kawasan sekitarnya, langkah ini diharapkan dapat mengurangi gangguan asap serta membantu menjaga kualitas udara dan kenyamanan lingkungan permukiman.

Sementara bagi petani, jerami yang sebelumnya dibakar atau tidak dimanfaatkan dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi. Penggunaan kompos dari jerami juga berpotensi membantu meningkatkan kesuburan tanah dan mengurangi ketergantungan pada pupuk tertentu.

Dari sisi lingkungan, pengurangan pembakaran terbuka berpotensi menekan emisi, mengurangi risiko kebakaran, serta mendukung praktik pertanian yang lebih berkelanjutan di wilayah Bandung Timur.
 
Sebagai tindak lanjut, manajemen Summarecon Bandung bersama Kecamatan Gedebage, Kelurahan Cimincrang, Kelurahan Rancabolang, dan ITB sepakat mendorong realisasi program percontohan atau pilot project pengolahan jerami dalam waktu dekat.

Program tersebut direncanakan disertai sosialisasi langsung kepada kelompok tani setempat agar petani memahami manfaat dan cara penerapan alternatif pengolahan jerami.

Melalui kolaborasi ini, penyelesaian persoalan polusi asap diharapkan tidak berhenti pada penanganan keluhan warga.

Lebih dari itu, program ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun pola pengelolaan limbah pertanian yang berkelanjutan, menjaga kualitas lingkungan, dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Dengan demikian, kepentingan warga untuk mendapatkan udara bersih dapat berjalan beriringan dengan kebutuhan petani untuk mempertahankan produktivitas dan penghasilan mereka.

Pewarta: Imas Masriyah
Penyunting: Ghea R
©tingkap.co 2026