Bandung Siapkan Lulusan Perguruan Tinggi Tembus Pasar Kerja Global, 300 Ribu Peluang Kerja Menanti

Pendidikan - Rabu, 21 Oktober 2026

261021213345-bandu.jpg

Dok. Diskominfo Kota Bandung

Pemkot Bandung menggandeng Kemen P2MI, LLDIKTI Wilayah IV Jabar dan Banten, serta Ganesha Operation (GO) untuk membuka jalan bagi lulusan perguruan tinggi menuju pasar kerja internasional.

BANDUNG, TINGKAP.CO -  Pemerintah Kota Bandung menggandeng Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (Kemen P2MI), Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, serta Ganesha Operation (GO) untuk membuka jalan bagi lulusan perguruan tinggi menuju pasar kerja internasional.

Kolaborasi ini dirancang untuk membangun ekosistem pendidikan yang terintegrasi, mulai dari promosi perguruan tinggi, peningkatan keterampilan mahasiswa, hingga penyiapan lulusan agar mampu bersaing di dunia kerja, termasuk sebagai pekerja terampil di luar negeri.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama di Aston Tropicana, Kota Bandung, Rabu (21/10/2026).

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, program ini tidak hanya bertujuan menarik calon mahasiswa dari berbagai daerah untuk kuliah di Bandung, tetapi juga memastikan mereka memiliki akses lebih luas terhadap peluang kerja setelah menyelesaikan pendidikan.

Pada tahap awal, Pemkot Bandung menggandeng Ganesha Operation untuk mempromosikan perguruan tinggi di Kota Bandung melalui jaringan lebih dari 700 cabang GO yang tersebar di seluruh Indonesia.

Melalui jaringan tersebut, lulusan SMA/SMK dari berbagai daerah diharapkan semakin mengenal keunggulan pendidikan tinggi di Bandung dan tertarik melanjutkan studi di kota ini.

Sementara itu, pada tahap berikutnya, mahasiswa akan dipersiapkan agar memiliki keterampilan dan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, baik di dalam maupun luar negeri.

"Dari ujung lulusan SMA/SMK yang mau masuk perguruan tinggi di Bandung, kita promosikan melalui cabang-cabang GO di seluruh Indonesia. Lalu di hulu lainnya, ketika mereka lulus, harus diberi sebanyak mungkin pintu dan jendela kesempatan untuk bekerja," ujar Farhan.
 
Farhan menilai, banyaknya lulusan perguruan tinggi setiap tahun menjadi tantangan sekaligus potensi besar bagi Kota Bandung.

Karena itu, pemerintah daerah berupaya memperkuat kolaborasi lintas sektor, terutama dalam program pelatihan, peningkatan keterampilan (upskilling), dan penyaluran tenaga kerja agar lulusan perguruan tinggi memiliki daya saing di pasar kerja global.

"Ini adalah tantangan yang harus kita jawab lewat sebuah kolaborasi ujung ke ujung khusus untuk ekosistem pendidikan di Kota Bandung," tuturnya.

Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Lukman, mengungkapkan bahwa Kota Bandung meluluskan sekitar 78.000 sarjana setiap tahun. Jumlah tersebut berasal dari ekosistem pendidikan tinggi yang mencakup sekitar 212.000 mahasiswa aktif di 78 perguruan tinggi.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha perlu diperkuat agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Ia berharap perguruan tinggi dapat menyesuaikan kurikulum dan memperluas kolaborasi sehingga mahasiswa tidak hanya memiliki bekal akademik, tetapi juga keterampilan yang dibutuhkan perusahaan.

"Dengan adanya sinergi ini, kami akan meminta 78 perguruan tinggi di Bandung untuk mengadaptasi kurikulum dan berkolaborasi, sehingga ketika mahasiswa lulus, mereka sudah siap bekerja dan dikirim ke luar negeri," jelas Lukman.

Kemen P2MI: Ada Potensi 300 Ribu Lapangan Kerja per Tahun
Peluang kerja bagi tenaga terampil Indonesia di luar negeri menjadi salah satu alasan pentingnya kolaborasi tersebut.

Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri Kementerian P2MI, Dwi Setiawan Susanto, mengapresiasi langkah Pemkot Bandung yang berupaya menghubungkan pendidikan tinggi dengan kebutuhan pasar kerja internasional.

Ia menyampaikan, Kemen P2MI memiliki akses terhadap peluang kerja di hampir 85 negara dengan sekitar 2.000 standar kompetensi jabatan di berbagai sektor.
Peluang tersebut mencakup bidang kesehatan, manufaktur, konstruksi, hingga perhotelan dan layanan keramahtamahan (hospitality).

Dwi menyebutkan, secara nasional terdapat potensi hingga 300.000 lapangan pekerjaan di luar negeri setiap tahun bagi pekerja terampil. Sekitar 40 persen di antaranya diarahkan untuk lulusan perguruan tinggi pada segmen tenaga kerja dengan keterampilan menengah hingga tinggi.

"Ini visi yang luar biasa. Bandung bukan hanya kota pendidikan, tetapi sekaligus pusat penyiapan pekerja terampil ke mancanegara. Kami akan hubungkan peluang ini dengan ekosistem perguruan tinggi, termasuk membentuk Migrant Center, pelatihan, serta sertifikasi," kata Dwi.

Ia menambahkan, kesiapan bekerja di luar negeri tidak cukup hanya mengandalkan ijazah dan kemampuan teknis. Penguasaan soft skill, komunikasi, serta kompetensi sesuai standar negara tujuan juga perlu menjadi perhatian.

Dwi berharap Kota Bandung dapat menjadi salah satu percontohan bagi daerah lain dalam menyiapkan tenaga kerja terampil yang mampu memenuhi kebutuhan pasar internasional.

"Kota Bandung mudah-mudahan menjadi pionir dan role model untuk menyiapkan pekerja terampil kita di luar negeri," ungkapnya.

Ganesha Operation Promosikan Kampus Bandung ke Seluruh Indonesia
Dukungan terhadap program ini juga datang dari pendiri sekaligus Direktur Utama Ganesha Operation, Bob Foster.

Ia menyatakan, GO siap memanfaatkan jaringan lebih dari 700 cabang dan sekitar 250.000 siswa di seluruh Indonesia untuk memperkenalkan keunggulan pendidikan tinggi di Kota Bandung.

Promosi akan dilakukan melalui berbagai kegiatan, seperti seminar, webinar, dan kunjungan ke cabang-cabang GO. Selain menyampaikan informasi mengenai perguruan tinggi, program tersebut juga akan memperkenalkan Bandung sebagai kota dengan lingkungan pendidikan dan budaya kreatif.

"Kami akan memberikan informasi berupa seminar, webinar, dan kunjungan di seluruh cabang untuk menjelaskan keunggulan Kota Bandung. Di samping membekali ilmu, mahasiswa yang datang ke Bandung juga akan dikuatkan secara karakter," ujar Bob.

Melalui kerja sama ini, Pemkot Bandung berharap semakin banyak calon mahasiswa dari berbagai daerah memilih Bandung sebagai tempat melanjutkan pendidikan.

Di sisi lain, mahasiswa yang telah menyelesaikan studi diharapkan memiliki jalur yang lebih jelas untuk memasuki dunia kerja.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, kementerian, perguruan tinggi, dan sektor swasta ini diharapkan mampu memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.

Dengan demikian, Bandung tidak hanya menjadi tujuan pendidikan tinggi, tetapi juga bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang kompeten, terampil, dan mampu bersaing di pasar kerja internasional.

Pewarta: Hamada
Penyunting: Alfen Hoesin
©tingkap.co 2026