Ketua DPRD Cimahi Soroti Minimnya Warga Terampil Urus Jenazah, Ini Solusinya!
Daerah - Rabu, 14 Oktober 2026

Dok. DPRD Cimahi
Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widyatmoko, mengatakan masih banyak warga yang bergantung pada orang-orang tertentu untuk mengurus jenazah.
CIMAHI, TINGKAP.CO - Keterampilan mengurus jenazah masih menjadi persoalan di tengah masyarakat. Ketika ada warga meninggal dunia, proses pemulasaran kerap bergantung pada segelintir orang yang memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk melaksanakannya sesuai tuntunan syariat Islam.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widyatmoko. Berdasarkan pengalamannya di lingkungan tempat tinggalnya di Kelurahan Leuwigajah, masih banyak warga yang bergantung pada orang-orang tertentu untuk mengurus jenazah.
Persoalan itu disampaikan Wahyu saat menghadiri pelatihan pemulasaran jenazah yang digelar Forum Ormas Cimahi bersama Persikindo, Garda Nasional (GGN), dan Yayasan Baitul Mukhlishin di D Kores, Minggu (12/10/2026).
Menurut Wahyu, keterbatasan warga yang memiliki keterampilan pemulasaran jenazah dapat menimbulkan kesulitan ketika ada warga meninggal dunia, terlebih jika dua orang meninggal dalam waktu bersamaan.
"Ketika ada tetangga yang meninggal dunia, ternyata tidak banyak warga yang mau dan mampu mengurus jenazah. Akhirnya, harus memanggil orang yang itu-itu saja," ungkap Wahyu.
Kondisi tersebut berpotensi membuat proses pemulasaran harus dilakukan secara bergantian. Akibatnya, keluarga yang tengah berduka bisa menghadapi waktu tunggu lebih lama karena terbatasnya tenaga yang memiliki keterampilan memadai.
Wahyu menilai, persoalan tersebut menunjukkan pentingnya memperluas pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengurus jenazah.
Menurutnya, semakin banyak warga yang memiliki kemampuan pemulasaran jenazah, semakin besar pula kesiapan masyarakat dalam memberikan bantuan ketika terjadi kedukaan.
Karena itu, ia mengapresiasi Forum Ormas dan LSM Kota Cimahi yang secara konsisten menyelenggarakan pelatihan pemulasaran jenazah. Kegiatan tersebut telah memasuki angkatan kelima dan dinilai menjadi langkah positif untuk meningkatkan kepedulian serta kesiapan masyarakat dalam menjalankan pelayanan sosial.
Wahyu menegaskan, mengurus jenazah bukan sekadar persoalan teknis, melainkan juga bentuk pengabdian, kepedulian, dan tanggung jawab sosial terhadap sesama.
Ia berharap peserta pelatihan tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga mampu mempraktikkannya ketika dibutuhkan di lingkungan masing-masing.
Dengan demikian, semakin banyak warga yang siap menjadi relawan dan membantu proses pemulasaran jenazah tanpa harus selalu bergantung pada orang-orang tertentu.
Wahyu juga menilai keterlibatan kaum ibu dalam pelatihan tersebut sebagai langkah penting untuk memperluas ketersediaan tenaga terlatih di tengah masyarakat.
Wahyu menegaskan, DPRD Kota Cimahi mendukung kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan dalam menjalankan program sosial yang menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
Ia berharap pelatihan pemulasaran jenazah dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak wilayah di Kota Cimahi.
Melalui pelatihan yang berkelanjutan, masyarakat diharapkan tidak hanya memiliki pengetahuan yang memadai, tetapi juga semakin kuat dalam membangun semangat gotong royong dan kepedulian sosial.
Dengan bertambahnya warga yang terampil mengurus jenazah, beban pelayanan sosial di lingkungan masyarakat dapat dipikul bersama. Keluarga yang sedang berduka pun diharapkan memperoleh bantuan yang dibutuhkan secara lebih cepat dan baik.
Pada akhirnya, keterampilan pemulasaran jenazah bukan hanya menjadi tanggung jawab segelintir orang, melainkan bagian dari kepedulian bersama dalam kehidupan bermasyarakat.
Pewarta: Imas Masriyah
Penyunting: Ghea R
©tingkap.co 2026
