Sampah Bisa Jadi Duit! Ketua DPRD Cimahi Ungkap Manfaatnya untuk Kas RT hingga Santunan Anak Yatim
Lingkungan - Selasa, 27 Oktober 2026

Foto: Ilustrasi AI
Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widyatmoko, melalui gerakan Sampah Bisa Jadi Duit menghimbau warga agar memilah sampah yang organik dan yang unorganik.
CIMAHI, TINGKAP.CO - Sampah tak selalu menjadi masalah. Jika dipilah dan dikelola dengan baik, barang bekas yang selama ini dibuang begitu saja ternyata bisa menghasilkan uang, bahkan membantu membiayai kegiatan sosial di lingkungan masyarakat.
Pesan itulah yang disampaikan Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widyatmoko, melalui gerakan Sampah Bisa Jadi Duit. Ia mengajak masyarakat membiasakan diri memilah dan mengumpulkan sampah anorganik yang masih memiliki nilai jual, sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.
Bagi Wahyu, gerakan tersebut bukan sekadar ajakan di media sosial. Kebiasaan mengumpulkan barang bekas bernilai ekonomi itu juga telah diterapkannya bersama warga di lingkungan tempat tinggalnya di Kota Cimahi.
"Sampah bisa jadi duit!! Sahabat Aspirasi ada yang melakukannya juga?," tulis Wahyu dalam unggahan media sosialnya, seraya mengajak masyarakat menerapkan kebiasaan serupa.
Berbagai barang bekas, seperti botol plastik, kardus, kertas, kaleng, hingga besi tua, dapat menjadi sumber pemasukan jika dikumpulkan dan dipilah dengan benar.
Barang-barang tersebut selanjutnya bisa dijual kepada pengepul atau disalurkan melalui bank sampah.
Menurut Wahyu, masyarakat perlu mengubah kebiasaan dalam memperlakukan sampah. Barang yang dianggap tidak berguna belum tentu benar-benar menjadi limbah. Sebagian di antaranya masih memiliki nilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan kembali.
Karena itu, pemilahan sampah sebaiknya dimulai dari rumah. Dengan memisahkan barang yang masih bernilai jual dari sampah lainnya, masyarakat dapat membantu mengurangi timbunan sampah sekaligus memperoleh manfaat ekonomi.
Menariknya, hasil penjualan barang bekas tersebut tidak harus digunakan untuk kepentingan pribadi. Jika dikelola bersama, uang yang terkumpul bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan masyarakat.
Mulai dari menambah kas RT, mendukung kegiatan sosial, memberikan santunan kepada anak yatim, memperbaiki fasilitas umum, hingga membantu pembiayaan kegiatan keagamaan.
Dengan demikian, sampah yang semula dianggap tidak berguna dapat menjadi sumber pemasukan sekaligus sarana memperkuat kepedulian sosial dan semangat gotong royong.
Wahyu menilai, persoalan sampah tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah. Partisipasi masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Keterlibatan warga dapat dimulai dari lingkup terkecil, yakni rumah tangga, kemudian dikembangkan melalui kerja sama di tingkat RT dan RW.
Ia pun mendorong pengurus RT/RW serta aparatur kewilayahan untuk mengembangkan gerakan serupa sesuai dengan kondisi dan kebutuhan lingkungan masing-masing.
Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, menurutnya, dapat memberikan manfaat ganda. Selain mengurangi timbunan sampah, kegiatan tersebut berpotensi menghasilkan pemasukan yang bisa dikembalikan untuk kepentingan bersama.
Warga Kota Cimahi diharapkan mulai membiasakan diri memilah sampah dan tidak terburu-buru membuang barang yang masih bisa digunakan kembali atau dijual.
Melalui gerakan Sampah Bisa Jadi Duit, Wahyu berharap masyarakat semakin sadar bahwa menjaga kebersihan lingkungan dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi.
Gerakan ini juga membuka peluang bagi warga untuk membangun kebiasaan mengelola sampah secara lebih produktif, mulai dari memilah barang bekas di rumah hingga mengumpulkannya secara kolektif di lingkungan tempat tinggal.
Jika dilakukan secara rutin dan terorganisasi, pengelolaan sampah berpotensi memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Bukan hanya lingkungan yang menjadi lebih bersih, tetapi hasilnya juga dapat mendukung kegiatan sosial dan memperkuat gotong royong antarwarga.
Pesannya sederhana: jangan buru-buru membuang barang bekas. Pilah, kumpulkan, dan manfaatkan nilai ekonominya agar sampah bisa menjadi berkah bagi lingkungan dan masyarakat.
Pewarta: Imas Masriyah
Penyunting: Ghea R
©tingkap.co 2026
