Garut Luncurkan Segram Emas, 42 Keluarga Penerima Bansos Disiapkan Jadi Pengusaha Mandiri
Daerah - Selasa, 27 Oktober 2026

@tingkap/Agus Sopian
Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menyambut positif peluncuran program "Segram Emas ".
GARUT, TINGKAP.CO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut menghadirkan inovasi baru untuk menekan angka kemiskinan melalui program Segram Emas.
Program yang digagas Dinas Sosial Kabupaten Garut ini bertujuan mendorong keluarga penerima bantuan sosial (bansos) agar mampu meningkatkan kesejahteraan, mengembangkan usaha, dan mandiri secara ekonomi.
Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menyambut positif peluncuran program tersebut. Menurutnya, bantuan sosial seharusnya menjadi solusi sementara untuk membantu masyarakat bangkit dari kesulitan ekonomi, bukan menjadi ketergantungan dalam jangka panjang.
"Selama ini pola kita hanya memberi bantuan, padahal tujuannya seharusnya sementara, bukan selamanya. Semoga program ini berjalan baik, supaya masyarakat bisa bergraduasi dan mandiri," ujar Putri usai membuka peluncuran program Segram Emas di Gedung Pendopo, Jalan Kiansantang, Garut, Senin.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut, dr. Marlinda, menjelaskan bahwa program Segram Emas lahir dari hasil riset yang menunjukkan kurang dari 10 persen penerima bansos berhasil meningkatkan taraf kesejahteraannya.
Temuan tersebut menjadi salah satu dasar bagi Dinas Sosial untuk menghadirkan pendekatan baru. Tidak hanya memberikan bantuan, pemerintah juga berupaya membangun kemampuan penerima bansos agar dapat mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan secara berkelanjutan.
"Program ini bukan sekadar memberi ikan, tapi memberi pancing dan cara memancing," jelas Marlinda.
Ia mengatakan, program Segram Emas akan menyasar masyarakat pada kelompok desil 4, dengan prioritas warga berusia produktif antara 20 hingga 40 tahun yang telah memiliki kebiasaan berusaha.
Menurutnya, kelompok tersebut dinilai memiliki peluang untuk meningkatkan kesejahteraan apabila mendapatkan pendampingan dan dukungan usaha yang tepat.
"Kita fokus pada kelompok desil 4, karena jarak ke desil 5 lebih terjangkau. Diambil warga usia produktif 2040 tahun yang sudah punya kebiasaan berusaha, lalu kita dukung dan bimbing," paparnya.
Pada tahap awal, sebanyak 42 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari berbagai kecamatan di Kabupaten Garut akan menjadi peserta perintis program Segram Emas.
@tingkap/Agus Sopian
Mereka akan mendapatkan pendampingan selama enam hingga 12 bulan dari tenaga pendamping Dinas Sosial. Selain pendampingan, setiap peserta direncanakan memperoleh bantuan modal usaha sebesar Rp1 juta yang akan disalurkan pada 2027.
Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat usaha yang telah dijalankan peserta, sehingga mereka memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan pendapatan dan memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.
Marlinda menegaskan, pendekatan yang digunakan dalam program ini bukan memaksa peserta memulai usaha baru, melainkan mengembangkan usaha yang sudah mereka jalankan.
"Kita tidak mengubah kebiasaan mereka, tapi mengembangkan apa yang sudah mereka lakukan. Kalau dia biasa jualan cireng, kita bantu usahanya berkembang, bukan diajari hal baru yang asing baginya," tambahnya.
Melalui Segram Emas, Pemkab Garut berharap para peserta mampu meningkatkan taraf hidup, mengembangkan usaha secara mandiri, dan pada akhirnya keluar dari ketergantungan terhadap bantuan sosial.
Program ini juga diharapkan dapat melahirkan contoh keberhasilan bagi keluarga penerima bansos lainnya, sekaligus menjadi salah satu upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di Kabupaten Garut.
Pewarta: Agus Sopian
Penyunting: Dewi Apriatin
©tingkap.co 2026
