Karang Taruna Mojokerto Juara I Nasional, Raih Piala dan Uang Pembinaan Rp100 Juta

Daerah - Rabu, 28 Oktober 2026

261028184426-karan.jpg

Dok. Diskominfo Mojokerto

Karang Taruna Trisula dari Desa Padangasri, Kecamatan Jatirejo. berhasil meraih Juara I Karang Taruna Berprestasi Tingkat Nasional dan menerima piala serta uang pembinaan sebesar Rp100 juta.

MOJOKERTO, TINGKAP.CO - Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 di Kabupaten Mojokerto menjadi momentum untuk memperkuat semangat patriotisme, kegigihan, dan kepedulian sosial generasi muda.

Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa memimpin upacara peringatan tersebut di halaman Pendopo Graha Maja Tama (GMT), Rabu (28/10/2026) pagi.

Mengusung tema Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia, peringatan ini menegaskan pentingnya peran pemuda dalam membangun bangsa melalui karakter yang kuat, semangat pantang menyerah, serta kepedulian terhadap sesama.

Kegiatan tersebut juga diwarnai penandatanganan kesepakatan bersama antara Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Mojokerto dan Ketua Umum Karang Taruna Surya Majapahit Kabupaten Mojokerto.

Kesepakatan ini berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat untuk mendukung pembangunan daerah.
Momentum Sumpah Pemuda tahun ini sekaligus menjadi ajang apresiasi bagi pemuda dan kelompok masyarakat yang menorehkan prestasi.

Salah satu yang mendapat perhatian adalah Karang Taruna Trisula dari Desa Padangasri, Kecamatan Jatirejo. Organisasi kepemudaan tersebut berhasil meraih Juara I Karang Taruna Berprestasi Tingkat Nasional dan menerima piala serta uang pembinaan sebesar Rp100 juta.

Penghargaan lainnya diberikan kepada para pemenang berbagai kategori, meliputi Pemuda Pelopor, seni budaya, pengelolaan sumber daya alam, lingkungan dan pariwisata, serta lomba resensi buku berbasis koleksi perpustakaan tingkat Kabupaten Mojokerto.

Selain itu, Desa Sukoanyar menerima penghargaan atas partisipasinya dalam kegiatan Linmas Harmoni Jogo Jawa Timur Tahun 2026.
 
Dalam upacara tersebut, Bupati Muhammad Albarraa membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir. Amanat itu menekankan bahwa kemajuan bangsa tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik dan kecanggihan teknologi, tetapi juga harus ditopang kualitas manusia, karakter, serta kepedulian sosial.

Kemajuan sejati dimulai dari manusia. Dari karakter. Dari hati yang mencintai tanah air, dari jiwa yang tidak menyerah, dan dari kepedulian terhadap sesama, demikian petikan amanat Menpora yang dibacakan Bupati Mojokerto.

Amanat tersebut menggarisbawahi tiga karakter utama yang harus menjadi pegangan generasi muda, yakni patriotisme, kegigihan, dan empati.

Patriotisme diwujudkan melalui kecintaan terhadap tanah air dan pengabdian nyata bagi bangsa. Kegigihan tercermin dalam semangat untuk terus berusaha dan tidak menyerah ketika menghadapi kesulitan maupun kegagalan.

Sementara itu, empati ditunjukkan melalui kepedulian terhadap sesama dan kepekaan terhadap kondisi masyarakat di sekitar.

Ketiga nilai tersebut harus berjalan beriringan agar perjuangan meraih kemajuan tetap berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan. Kecintaan terhadap bangsa perlu disertai kepedulian, sedangkan kegigihan harus tetap dibimbing oleh nurani.

Patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya. Dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya, demikian pesan dalam amanat Menpora.

Pemuda Didorong Berkontribusi Nyata
Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, generasi muda diharapkan tidak sekadar mewarisi semangat persatuan, tetapi juga mampu mewujudkannya dalam tindakan nyata.

Pengabdian, karya, inovasi, dan kepedulian sosial menjadi bagian penting dari kontribusi pemuda dalam mendukung pembangunan daerah sekaligus kemajuan bangsa.

Semangat Sumpah Pemuda juga menjadi pengingat bahwa masa depan Indonesia tidak terbentuk dengan sendirinya. Masa depan tersebut dibangun melalui langkah, keputusan, dan kontribusi bersama yang dimulai dari sekarang.

Masa depan bangsa bukan hanya sesuatu yang akan kita temui. Masa depan adalah sesuatu yang sedang kita bangun bersama, demikian pesan penutup dalam amanat Menpora.

Peringatan ini diharapkan semakin memotivasi pemuda Kabupaten Mojokerto untuk mengambil peran aktif dalam pembangunan, menjaga persatuan, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pewarta: Buaji
Penyunting: Dewi Apriatin
©tingkap.co 2026