Wamendagri Bima Arya Kunjungi Perpustakaan Bukittinggi, Titip Dua Pesan Penting untuk Hidupkan Budaya Literasi
Pendidikan - Minggu, 1 November 2026

Dok. Diskominfo Bukittinggi
Bima Arya Sugiarto, mengunjungi Perpustakaan Umum Daerah Kota Bukittinggi Mr. Syafruddin Prawiranegara, Minggu (1/11/2026).
BUKITTINGGI, TINGKAP.CO - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI, Bima Arya Sugiarto, mengunjungi Perpustakaan Umum Daerah Kota Bukittinggi Mr. Syafruddin Prawiranegara, Minggu (1/11/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap perkembangan literasi dan penguatan budaya membaca di daerah.
Dalam kesempatan itu, Bima Arya memberikan apresiasi terhadap keberadaan perpustakaan yang dinilai memiliki peran penting sebagai ruang belajar, membaca, sekaligus tempat masyarakat mengembangkan wawasan.
Menurut Bima Arya, perpustakaan tidak boleh hanya dipandang sebagai tempat menyimpan dan meminjam buku. Lebih dari itu, perpustakaan merupakan salah satu indikator kemajuan peradaban sebuah kota.
Melalui perpustakaan, dapat dilihat bagaimana kualitas literasi, budaya membaca, serta keseriusan sebuah daerah dalam merawat dan mengembangkan pengetahuan masyarakatnya.
Dalam kunjungan tersebut, Bima Arya menitipkan dua pesan penting kepada pengelola perpustakaan di Bukittinggi.
Pertama, memperkuat kolaborasi.
Pengelolaan perpustakaan harus melibatkan berbagai elemen masyarakat dan tidak hanya mengandalkan pemerintah. Komunitas literasi, pelajar, mahasiswa, pegiat budaya, hingga masyarakat umum perlu dirangkul agar perpustakaan benar-benar hidup dan menjadi ruang bersama.
Kedua, melakukan aktivasi dan menjaga keberlanjutan.
Perpustakaan harus terus menghadirkan kegiatan kreatif dan inovatif untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Berbagai kegiatan seperti diskusi buku, bedah karya, pelatihan, lomba literasi, hingga aktivitas edukatif bagi anak-anak dan remaja perlu digiatkan.
Selain itu, pengelolaan perpustakaan juga perlu memikirkan peluang pengembangan kegiatan yang memiliki nilai ekonomi atau monetisasi, sehingga keberadaannya dapat terus berkembang, mandiri, dan berkelanjutan.
Pesan Wamendagri tersebut menjadi pengingat bahwa perpustakaan di era sekarang harus lebih aktif, kreatif, dan terbuka terhadap berbagai kalangan.
Perpustakaan tidak cukup hanya menunggu masyarakat datang berkunjung. Sebaliknya, perlu ada berbagai terobosan dan kegiatan menarik yang mampu mengundang masyarakat untuk datang, merasa nyaman, serta menjadikan perpustakaan sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.
Kunjungan Bima Arya diharapkan menjadi motivasi baru bagi pengelola perpustakaan dan seluruh pegiat literasi di Kota Bukittinggi untuk terus berinovasi.
Dengan memperkuat kolaborasi dan menghidupkan berbagai aktivitas literasi secara konsisten, Perpustakaan Umum Daerah Mr. Syafruddin Prawiranegara diharapkan semakin berkembang sebagai pusat literasi, pusat pembelajaran, sekaligus pusat peradaban Kota Bukittinggi.
Mari hidupkan perpustakaan, tumbuhkan budaya membaca, dan bangun peradaban melalui literasi.
Pewarta: Syahyetti Syamra
Penyunting: Dewi Apriatin
©tingkap.co 2026
