Pemko Bukittinggi Gelontorkan Rp7,78 Miliar untuk Insentif Guru Ngaji dan Garin, 900 Orang Ikuti Pelatihan
Pendidikan - Senin, 2 November 2026

Dok. Diskominfo Bukittinggi
Pelatihan Peningkatan Mutu sekaligus penyerahan insentif Triwulan III Tahun 2026 di Hotel Valmont, Bukittinggi, 2-6 November 2026.
BUKITTINGGI, TINGKAP.CO - Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi mengalokasikan anggaran Rp7,782 miliar pada 2026 untuk mendukung kesejahteraan guru pendidikan keagamaan dan garin masjid/mushalla.
Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan Al-Qur'an sekaligus membangun generasi muda yang religius dan berakhlak mulia.
Sebanyak 900 guru pendidikan Al-Qur'an dan garin masjid/mushalla mengikuti Pelatihan Peningkatan Mutu sekaligus penyerahan insentif Triwulan III Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Hotel Valmont, 2-6 November 2026.
Para penerima insentif terdiri atas 78 guru Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP), 202 guru Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT), 101 guru Forum Komunikasi Pondok Al-Qur'an (FKPA), 309 guru BKS, serta 150 garin masjid dan mushalla.
Dari total anggaran Rp7,782 miliar tersebut, sebesar Rp6,792 miliar dialokasikan untuk insentif guru pendidikan keagamaan, sedangkan Rp990 juta diperuntukkan bagi insentif garin masjid dan mushalla.
Staf Ahli Pemerintah Kota Bukittinggi, Robby Novaldi, mengatakan program peningkatan mutu dan pemberian insentif tersebut merupakan bagian dari implementasi visi pembangunan Kota Bukittinggi, yakni Gemilang, Berkeadilan dan Berbudaya.
Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia tidak cukup hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual. Penguatan karakter, nilai-nilai keagamaan, serta pelestarian budaya Minangkabau juga harus menjadi perhatian.
Melalui pendidikan Al-Qur'an, Pemko Bukittinggi berharap lahir generasi muda yang memiliki pemahaman agama kuat, berakhlak mulia, serta mampu menjadi penerus pembangunan daerah dengan tetap berpegang pada nilai-nilai adat dan budaya.
Robby menjelaskan, pelatihan peningkatan mutu menjadi momentum penting bagi para guru untuk memperkuat kapasitas, memperluas wawasan, dan meningkatkan kualitas pembelajaran.
Dengan demikian, pendidikan Al-Qur'an di Kota Bukittinggi diharapkan semakin berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pemko Bukittinggi juga berharap pemberian insentif yang disertai pelatihan berkelanjutan dapat menjadi motivasi bagi para guru dan garin untuk terus mengabdikan diri dalam membina kehidupan keagamaan di tengah masyarakat.
Para guru pendidikan Al-Qur'an tidak hanya berperan mengajarkan kemampuan membaca kitab suci, tetapi juga ikut meletakkan fondasi moral dan karakter generasi masa depan.
Pemko Bukittinggi menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru ngaji serta garin masjid dan mushalla atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam membina masyarakat.
Diharapkan setiap ilmu yang diajarkan menjadi amal jariyah sekaligus membawa keberkahan bagi masyarakat dan kemajuan Kota Bukittinggi.
Pewarta: Syahyetti Syamra
Penyunting: Dewi Apriatin
©tingkap.co 2026
