Dulu Rusak Parah, Kini Mulus! Jalan Perbatasan Ciwidey-Gununghalu Rp15,24 Miliar Bikin Warga Bersyukur
Infrastruktur - Selasa, 3 November 2026

Dok. Diskominfo Kab. Bandung
SOREANG, TINGKAP.CO - Kebahagiaan menyelimuti warga Desa Lebakmuncang, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung. Setelah bertahun-tahun menghadapi kondisi jalan rusak parah, kini akses penghubung Kecamatan Ciwidey dengan Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB), berubah mulus dan nyaman dilalui.
Sebagai ungkapan rasa syukur, warga menggelar doa bersama dan makan bersama di kawasan perkebunan teh dan pinus yang berada di sekitar lokasi jalan tersebut.
Perubahan kondisi jalan ini tidak terlepas dari usulan Bupati Bandung, Dadang Supriatna, kepada Presiden Prabowo Subianto pada 2025 lalu.
Usulan pembangunan jalan perbatasan sepanjang sekitar 2,5 kilometer itu mendapat persetujuan pemerintah pusat dan direalisasikan melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kementerian PUPR.
Sebelumnya, ruas jalan tersebut dikenal rusak parah. Permukaannya dipenuhi bebatuan dan lubang hampir di sepanjang jalan sehingga menyulitkan aktivitas serta mobilitas masyarakat.
Kini, jalan tersebut telah berubah menjadi jalan beton (rigid pavement) yang lebih lebar, kokoh, dan nyaman dilalui kendaraan.
Rasa bahagia warga pun diwujudkan melalui ucapan terima kasih kepada Bupati Bandung Dadang Supriatna dan Presiden Prabowo Subianto yang telah merealisasikan pembangunan jalan tersebut.
"Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati Bandung Pak Dadang Supriatna. Berkat beliau, jalan kami yang dulu rusak parah kini sudah mulus. Terima kasih kepada Pak Presiden juga yang telah mengabulkan usulan Pak Bupati," ujar Nurjanah (46), salah seorang warga, saat menyampaikan langsung rasa terima kasihnya kepada Bupati KDS.
Kepala BBPJN Kementerian PUPR, Ibnu Kurniawan, menjelaskan pembangunan jalan perbatasan Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat tersebut merupakan tindak lanjut usulan Bupati Bandung melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah.
"Terus terang, jalan sepanjang 2,485 kilometer ini dibangun berdasarkan instruksi langsung Bapak Presiden atas usulan Bapak Bupati Bandung kepada Menteri PUPR. Ini tentu karena Pak Bupati KDS sangat peduli terhadap masyarakatnya," jelas Ibnu.
Jalan dengan konstruksi beton sepanjang 2,485 kilometer dan lebar sekitar 8 meter tersebut dibangun menggunakan skema pembiayaan multiyears sejak Desember 2025 hingga 2026. Total anggaran yang dikucurkan mencapai Rp15,24 miliar.
Pada kesempatan itu, Ibnu secara resmi menyerahkan hasil pembangunan jalan kepada Bupati Bandung dan masyarakat Ciwidey.
Ia berharap keberadaan infrastruktur tersebut dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di kedua kabupaten.
Ibnu juga mengingatkan masyarakat agar ikut menjaga dan merawat jalan yang telah dibangun dengan anggaran cukup besar tersebut.
"Mumpung banyak masyarakat yang hadir, saya ingin mengatakan membangun jalan ini membutuhkan anggaran besar. Jadi, kami titip agar jalan ini dijaga dengan baik. Paling tidak, dijaga kebersihannya. Karena kalau tidak dirawat, jalan ini bisa cepat rusak," pesannya.
Sementara itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto serta Menteri PUPR atas dukungan dan persetujuan pembangunan jalan perbatasan tersebut.
"Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo dan Bapak Menteri PUPR yang telah mengabulkan usulan kami untuk pembangunan jalan ini. Semoga kehadiran jalan yang baik ini benar-benar bermanfaat untuk masyarakat kedua daerah, terutama dalam mendongkrak perekonomian warga di wilayah perbatasan ini," ungkap Bupati KDS.
Menurutnya, pembangunan jalan tersebut bukan sekadar memperbaiki infrastruktur, tetapi juga membuka akses dan peluang ekonomi baru bagi masyarakat di kawasan perbatasan Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat.
Dengan kondisi jalan yang lebih lebar dan mulus, masyarakat kini dapat mengangkut hasil pertanian menuju pasar dengan lebih mudah dan cepat.
Terlebih, kawasan Ciwidey dikenal sebagai salah satu sentra pertanian yang menghasilkan berbagai komoditas unggulan, seperti kopi dan sayuran.
Bupati KDS optimistis keberadaan jalan tersebut akan memberikan dampak positif terhadap mobilitas warga, kelancaran distribusi hasil pertanian, serta pengembangan sektor pariwisata di kawasan Ciwidey dan sekitarnya.
Pembangunan ini diharapkan menjadi penggerak aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas antara Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat.
Pewarta: Martin Abidin
Penyunting: Dewi Apriatin
©tingkap.co 2026
