Masjid
Dar Al-Hijrah Islamic Center, Masjid Pertama dan Terbesar di Virginia Utara

@tingkap/Vero Iskandar
Koresponden TINGKAP.CO untuk Washington DC, Vero Iskandar dan istri singgah dan sholat Dzuhur di Masjid Dar Al-Hijrah (28/4/2026)
NORTHERN VIRGINIA, TINGKAP.CO - Populasi Muslim di Amerika Serikat (AS) terus meningkat pesat. Diperkirakan pada tahun 2040 nanti Islam akan menjadi agama kedua terbesar setelah Kristen.
Populasi Muslim dinegeri Paman Sam itu kini mencapai 3,5 juta pemeluk dengan jumlah masjid menembus angka 1200 buah.
Kali ini TINGKAP.CO menyambangi masjid Dar Al-Hijrah dan merupakan masjid terbesar di Virginia Utara. Masjid ini terletak di kawasan Seven Corners, wilayah Fairfax County yang tidak berstatus kota, Virginia, di wilayah metropolitan Washington DC.
Dar Al-Hijrah didirikan pada tahun 1983 oleh sekelompok mahasiswa, yang sebagian besar berasal dari negara-negara Arab, yang telah memisahkan diri dari Islamic Center of Washington.
Masjid ini merupakan salah satu masjid pertama yang didirikan di Virginia Utara, dekat Washington DC. Masjid ini juga merupakan salah satu masjid terbesar dan paling berpengaruh di wilayah tersebut.
Sekelompok kecil keluarga, dengan bantuan North American Islamic Trust (NAIT), membeli lahan masjid tersebut pada tanggal 19 Juni 1983. Masjid ini awalnya didirikan di sebuah rumah yang hingga kini masih berada di kompleks pusat tersebut, dan kini berfungsi sebagai bank makanan. Sekitar 30 jamaah menghadiri salat Jumat mingguan pada tahun-tahun awal berdirinya masjid tersebut.
Bangunan yang ada saat ini, yang berdiri di atas lahan seluas 3,4 acre (1,375 hektar), yg selesai dibangun pada tahun 1991 dengan biaya sebesar $5 juta (setara dengan $11.818.959 saat ini) berkat bantuan keuangan dari Departemen Urusan Islam Kedutaan Besar Arab Saudi.
Pada tahun 1993, sejumlah warga setempat berusaha memaksa penutupan masjid tersebut dengan alasan bahwa masjid itu melanggar peraturan zonasi Kabupaten Fairfax. Para jemaah meyakini bahwa upaya tersebut didorong oleh sikap intoleransi anti-Islam.
Namun, meskipun awalnya sederhana dan menghadapi berbagai tantangan, Dar Al-Hijrah berkembang menjadi masjid yang berpengaruh pada tahun 2000, melayani komunitas Muslim yang berkembang pesat dan beragam di luar Washington DC.
Masjid ini mengadakan salat lima kali sehari, dan jumlah jamaah salat Jumat melebihi 3.000 orang. Pada September 2004, sekitar enam puluh persen jemaahnya adalah orang Arab, dengan persentase yang semakin meningkat berasal dari negara-negara seperti Somalia, Maroko, Pakistan, Etiopia, dan Bangladesh.
Selain ibadah, kegiatan yang diselenggarakan meliputi ceramah, konferensi, kegiatan rekreasi dan kegiatan luar ruangan bagi kaum muda (seperti berkemah dan kunjungan lapangan) melalui Pusat Pemuda, kelas-kelas untuk perempuan, pameran kesehatan, serta bantuan keuangan.
Organisasi ini juga mengelola sebuah sekolah Islam bernama "Washington Islamic Academy di Virginia Utara". Selain itu, Dar Al-Hijrah turut menjadi penyelenggara piknik tahunan bersama organisasi-organisasi lain di Virginia Utara, di mana para calon pejabat lokal berkesempatan bertemu dengan para pemilih Muslim. Dar Al-Hijrah juga menerima kunjungan rombongan tour dari dalam negeri dan luar A.S.
Alhamdulillah, siang hari ini (29/4/2026) saya dan istri menyempatkan mampir untuk melaksanakan sholat Dzuhur.
Pewarta: Vero I (Kor. Washington DC)
Penyunting: Ghea Reformita
Pengunjung: 11
©2026 tingkap.co
