Korban Mohon Uang Kembali
Heboh! Pengelola Arisan EG Diduga Menghilang, Para Korban Lapor ke Polres Mukomuko

Foto: @tingkap/Japri
Surat Tanda Laporan Pengaduan Masyarakat tanggal 18 September 2025 di Polres Mukomuko, dan daftar rincian korban serta uang yang telah disetorkan kepada EG..
MUKOMUKO, TINGKAP.CO - Puluhan anggota arisan di Kelurahan Koto Jaya, Kecamatan Kota, Mukomuko, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu heboh. Pasalnya, ratusan juta uang anggota arisan diduga dibawa kabur pengelola arisan berinisial EG.
Berdasarkan informasi yang dihimpun TINGKAP.CO di lapangan, peristiwa dugaan kaburnya pengelola arisan EG sudah sejak dua bulan belakangan ini.
Untuk mendapatkan informasi keberadaan EG beberapa korban mencoba mendatangi kediaman keluarga EG yang ada di wilayah Kelurahan Koto Jaya. Hal ini dilakukan untuk membangun komunikasi secara persuasif untuk mendapatkan kembali uang mereka yang sudah di setorkan.
Namun hal tersebut tidak menemukan titik terang sehingga anggota arisan melaporkan kepihak yang berwajib atas perbuatan EG yang diduga telah merugikan sekitar 70 orang peserta arisan dengan total kerugian ratusan juta rupiah.
"Sebenarnya pada tanggal yang telah ditetapkan biasanya kami tiap minggu melakukan setoran Rp 100.000, setelah 3 minggu dilakukan pengocokan namun dia ini masih berjanji satu hari lagi diberi waktu.
"Sabar ya anggota karena penagihan belum selesai dua hari penagihan belum selesai dengan alasan dengan hari ini sampai-sampai di bawa orang ke laut," ungkap Yasminiarti salah seorang korban arisan bersama korban arisan lainnya, menuturkan kepada TINGKAP.CO, Sabtu,11 Oktober 2025.
Lebih lanjut ia mengungkapkan, karena memang kami banyak orang ke laut pesertanya tidak ada dapat tangkapan kami masih maklum, setelah seminggu kami telusuri EG tidak ada lagi di tempat di rumahnya setelah kami telusuri ceritanya ke keluarga perorangan masih perorangan yang bertanya," lanjutnya.
"Jawab keluarganya sabar dulu sekarang keluarga ada pesta keluarga di Lunang, WA kami sudah diblokir kami mempunyai grup arisan tapi grup arisan cuma admin yang bisa berkomentar.
Seharusnya 2 minggu sebelum ini kami udah melakukan pengocokan namun keluarga menjawab kami pun tidak tahu keberadaan EG. Sabarlah anggota kami cari sebagai anggota keluarga EG kami cari, kami sebagai anggota bisa bersabar tapi kami minta janji," ungkap Yasminarti yang akrab dipanggil mom (mama).
Dikatakannya juga, sampai kapan kesabaran kami ini menunggu Bu berilah kami dengan waktu jadi bisa kami balik lagi ke sini untuk menanyakan keluarga minta janji 2 minggu oke setelah 2 minggu berjalan tidak ada juga kabar dari keluarga EG.
"Kami balik bertanya sama keluarga EG, sedangkan komunikasi biar lewat WA sosial media lewat WA grup arisan tidak ada lagi jadi kami kehilangan komunikasi kami balik bertanya ke keluarga didampingi pak RT sesampai di keluarga, keluarga pun merasa tidak nyaman atas kedatangan kami seakan-akan kami menuduh adiknya sebagai penipu adiknya tidak penipu adiknya cuma merasa tidak nyaman kemarin makanya adiknya mencari kenyamanan ketenangan menjelang anggota arisan yang menunggak membayarkan lagi alasannya," ujar Yas menirukan ucapan pihak keluarga EG.
Ia juga menjelaskan, pertama pengocokan kami tidak keluar kami tanya itikad baik keluarga bagaimana jalan baiknya keluarga mungkin karena sudah mendengar sebagian dari anggota yang merasa tidak nyaman mengadakan agak keras suaranya.
"Gimana nih bunda balik-balik agak keras nadanya keluarga merasa tidak nyaman di balik keras kepada kami dengan keras ngomong kalau mau lapor ke polisi laporlah tapi duit hilang tapi kalau mau sabar kami insya Allah berjanji menggantikannya dengan catatan kami mau menggantikannya kalau buku arisannya ada buku penagihan yang biasa EG pegang untuk menagih," kata kelurga EG.
"Padahal itu kalau dalam pikiran kami mustahil ada karena udah hampir sebulan enggak balik untuk menyelesaikan arisan kami udah bisa berpikir bahwa ini tidak bagus lagi karena tidak nyaman kami keluarkan bicara agak keras kalau mau ngadu ngadu lah tapi dengan catatan duit hilang tapi kalau tidak mengadu tidak memviralkan insyaallah kami saudara-saudaranya tapi dengan catatan buku tadi," papar Yas.
Dikatakannya juga, setelah kami tunggu 2 minggu nggak ada realisasi nggak ada titik terang dari yang.bersangkutan dan keluarganya kami minta tolong sama Kamtibmas untuk memfasilitasi kami bertemu dengan keluarga setelah kami bicarakan tapi sebagai penengah antara kami dengan keluarga kami terima dengan tidak nyaman sebagai anggota karena udah merasa kami untuk langkah selanjutnya.
"Setelah sekian minggu sesudah itu langsung kami melaporkan ke pihak yang berwajib kami mendatangi Polres Mukomuko bersama dengan anggota sekitar 20 orang melapor ke polres sampai sekarang kami masih menunggu kelanjutan dari kasus kami karena kami sudah mengajukan pengaduan ke polisi atas penipuan arisan tambah bulan, tambah simpanan tabungan," ujarnya.
Dikatakan Yasminarti ada segelintir yang bertanya kenapa tidak menabung di Bank saja. "Nabung di bank kami orang 5000 mau juga dia menerima, jadi kalau total kurang lebih Rp 500 juta waktu di kepolisian yang berikan identitas identitas dengan kerugian yang ndak ada di WA yang ndak anggota kami di kota jaya saja," ungkapnya.
"Yang tertinggi di anggota Rp 74 jt paling rendah 600.000 anggota sempat saya WA tega nian EG, sampai ke mana EG bisa mengelak dari mom, mom tunggu iktikad baiknya tanggal 27 September sampai tanggal 25 Agustus jadi setelah masukkan laporan ke Polres aku dengan anak-anak akan meninjau kembali hasil laporan kami ke Polres," demikian Yas.
"Kami berharap ada itikat baik EG untuk mengembalikan uang kami meski tidak sepenuhnya dan juga pada pihak Polres Mukomuko untuk segera menindaklanjuti laporan kami," pungkasnya.
Pewarta: Japri
Penyunting: Alfen Hoesin
Pengunjung: 3.375
©2025 tingkap.co
