Gerakan Seribu Sehari

Jon Dalton Berharap Konsep Dana Komunitas Geseri Direspon Positif Walikota Riyanda

250518134104-jon-d.jpg

Foto: berbagi ilmu

Dana Komunitas Gerakan Seribu Sehari satu sekolah satu rekening

SAWAHLUNTO, TINGKAP.CO - Konstitusi kita Undang Undang Dasar 1945 mengamanatkan agar kita sebagai penerus perjuangan untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Untuk itu perlu diambil langkah-langkah strategis untuk mencapainya. Demikian dikatakan Jon Dalton kepada TINGKAP.CO melalui telepon seluler ( 16/5/2025).

Jon Dalton melanjutkan, bahwa gagasan dia untuk menghimpun kekuatan ril dimasyarakat dengan bentuk Dana Komunitas Geseri (Dana Komunitas Gerakan Seribu Sehari) adalah salah satu solusi untuk mencapai kesejahteaan di masyarakat. Selain UUD 1945 mengamanatkan juga ada dalam Al quran cara untuk mewujudkan Baldatun Toyibatun Warobbunghofur yaitu surah An Nisa ayat 9 dan At Tahrim ayat 6.

"Dengan moto Memikirkan Hari Esok, Dengan Tidak Meninggalkan Pekerjaan Hari Ini Dana Komunitas Geseri adalah suatu bentuk gerakan menabung berbasis komunitas. Untuk awal kita memulainya dari dunia pendidikan," papar lulusan FMIPA Kimia, Universitas Andalas tahun 1987 ini.

Lebih jauh Jon Dalton menjelaskan potensi dunia pendidikan tidaklah kecil. "Nah potensi ini sangat besar bila kita mobilisir dengan konsep 1 sekolah 1 rekening tentu gerakan menabung ini akan lebih efisien dibandingkan 1 siswa 1 tabungan. Nanti pihak sekolahlah yang akan mengelolanya dan regulasinya bisa diatur oleh pemerintah setempat agar berdayaguna," ucapnya.

Baca juga: Wisata Menarik Anti Macet? Sawahlunto Jawabannya!

Dilanjutkannya, dengan menabung untuk tingkat Sekolah Dasar saja Rp. 1000,-/murid/hari diharapkan akan muncul keberdayaan ekonomi peserta didik, ketika lulus dan masuk kejenjang pendidikan selanjutnya tidak akan kesulitan dalam pembiayaan. Menurut Jondalton pola ini bisa menjadi gerakan nasional karena mudah penerapannya.

Jon Dalton mencontohkan, dulu masa kepemimpinan Walikota Ali Yusuf di Kota Sawahlunto program ini pernah berjalan. Namun, kata Jon, seiring berjalannya waktu walikota berganti program bagus ini terhenti hingga saat ini.

"Saya sependapat untuk dibuatkan regulasi tentang manajemen tata pengelolaannya. Sangat berharap goodwill dari Pemko Sawahlunto in syaa Allah program ini akan bergulir lancar dan sesuai dengan harapan kita semua untuk mencapai kemakmuran dengan moto Era Baru Sawahlunto Maju," tandasnya.

Baca juga: Tunjukkan Dukungan, Walikota Sawahlunto Panen Seledri Bersama Warga Binaan

"Sekarang saya menyampaikan pula gagasan ini kepada Pak Walikota Sawahlunto yang baru Pak Riyanda. Mudah-mudahan direspon dengan baik dan semua sekolah di Kota Sawahlunto masing-masing mengelola tabungannya sendiri dengan setiap murid menyisihkan uang jajan Rp. 1000,-. In Syaa Allah akan meningkatkan ekonomi makro di Kota Sawahlunto sebab menabungnya di Bank Nagari yang akan memutarkannya kembali di Sawahlunto," urai Jon Dalton.

"Kita berharap gerakan menabung ini didukung oleh pemerintah dan semua perangkat terkait agar terwujud generasi cerdas dan banyak uang. Ini adalah manifestasi dari menggabungkan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mensejahterakan. Tamat sekolah, ijazah punya, dan tabungan banyak. Tentu akan multi efek dan bisa berkontribusi dalam mensolusikan beragam masalah sosial ekonomi ke depannya. Saya yakin akan memperkuat ekonomi bangsa," urai Jon.

"Saya hanya sebagai penggagas. Gerakan menabung ini semuanya akan menggunakan bank milik daerah yaitu Bank Nagari. Dulu semasa Walikotanya pak Ali Yusuf berjalan dan hanya berdasarkan Surat Edaran dari Walikota tentang Gerakan Gemar Menabung," pungkasnya.

Sementara Asisten Sekretaris Daerah Bidang Pemerintahan Pemko Sawahlunto, Irzam K kepada TINGKAP.CO mengatakan bahwa program Gerakan menabung tersebut sedang didalami. "Surat dari pak Jon Dalton sudah dibaca sama pak Walikota dan sedang kita dalami. Kita ingin keberlanjutan suatu program yang bagus. Banyak hal teknis sedang kita pelajari," ungkap Irzam melalui ponsel, Jumat (16/5/2025).

Lanjut Irzam, banyak hal teknis harus dipersiapkan seperti manajemen tata pengelolaannya. "Kita akan kaji secara detail agar program ini bisa berjalan berkelanjutan sampai kapanpun. Kalau bisa Pak Jon sebagai penggagas juga memberi masukan tentang manajemen tata pengelolaannya dan mempresentasikan kepada kita", ujarnya.

Pewarta: Ghea R
Penyunting: Alfen Hoesin
Pengunjung: 456
©2025 tingkap.co

Komentar