Surau Balenggek
Miris! Surau Bersejarah Nenek Puan Maharani di Tanah Datar Terancam Roboh, Butuh Renovasi Segera

Foto: Istimewa
Surau Balenggek di Jorong Sungai Ungkang, Nagari Sabu, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat, terancam roboh akibat dimakan usia dan minimnya pemeliharaan.
TANAH DATAR, TINGKAP.CO - Warisan sejarah yang menyimpan jejak keluarga tokoh nasional kini berada dalam kondisi memprihatinkan. Surau Balenggek di Jorong Sungai Ungkang, Nagari Sabu, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat, terancam roboh akibat dimakan usia dan minimnya pemeliharaan.
Bangunan kayu yang sarat nilai sejarah tersebut kini membutuhkan perhatian serius. Sejumlah bagian atap dilaporkan bocor, sementara kondisi struktur bangunan mulai rapuh. Jika tidak segera diperbaiki, surau yang menjadi bagian dari sejarah Nagari Sabu itu dikhawatirkan mengalami kerusakan lebih parah.
Keprihatinan terhadap kondisi Surau Balenggek bukan semata-mata karena usianya yang sudah tua. Bangunan ini juga memiliki keterkaitan dengan sejarah keluarga Ketua DPR RI, Puan Maharani.
Wali Nagari Sabu, Edri Fauzen Dt. Kayo, membenarkan bahwa Surau Balenggek memiliki hubungan erat dengan silsilah keluarga Puan Maharani.
Surau tersebut berada di nagari asal Hamzathoen Roesyda, ibunda almarhum Taufiq Kiemas sekaligus nenek Puan Maharani.
Menurut Edri, Hamzathoen Roesyda merupakan putri asli Nagari Sabu yang kemudian menikah dengan Tjik Agus Kiemas, pria asal Muara Enim, Sumatra Selatan.
"Berdasarkan silsilah dan cerita turun-temurun, Ibu Hamzathoen Roesyda adalah ibunda Bapak Taufiq Kiemas, ayahanda Ibu Puan Maharani," ujar Edri kepada jurnalis, Selasa (13/10/2026).
Hubungan keluarga tersebut juga meninggalkan jejak dalam kehidupan masyarakat setempat. Edri mengenang kontribusi almarhum Taufiq Kiemas terhadap kampung halaman ibunya.
Pada 2003, Taufiq Kiemas dianugerahi gelar adat Datuk Basa Batua oleh keluarga dari garis ibunya di Nagari Sabu.
Semasa hidupnya, Taufiq Kiemas juga dikenal kerap memberikan bantuan kepada masyarakat setempat. Menurut Edri, bantuan tersebut sering disalurkan tanpa publikasi media.
Puan Maharani sendiri tercatat pernah mengunjungi surau peninggalan keluarga neneknya itu pada 2003 dan 2017.
Selain itu, anggota Komisi II DPR RI, Giri Ramanda Nazarudin Kiemas, juga menyempatkan diri berkunjung ke Surau Balenggek pada 11 Agustus 2025. Kunjungan tersebut terdokumentasi dalam sejumlah foto bersama warga di halaman surau.
Meski memiliki nilai sejarah dan keterkaitan dengan keluarga tokoh nasional, kondisi Surau Balenggek kini justru memerlukan perhatian mendesak.
Kerusakan pada atap dan struktur bangunan menjadi peringatan bahwa warisan sejarah tidak cukup hanya dikenang, tetapi juga perlu dirawat dan dilestarikan.
Edri berharap pihak-pihak terkait memberikan perhatian terhadap kondisi surau tersebut agar perbaikan dapat segera dilakukan sebelum kerusakannya semakin parah.
Bagi masyarakat Nagari Sabu, Surau Balenggek bukan sekadar bangunan kayu tua. Surau ini merupakan bagian dari identitas nagari sekaligus saksi perjalanan sejarah keluarga yang memiliki hubungan dengan tokoh-tokoh nasional.
Penyelamatan Surau Balenggek diharapkan dapat menjaga warisan sejarah Minangkabau agar tetap berdiri dan menjadi sumber pengetahuan bagi generasi mendatang.
Pewarta: Syahyetti Syamra
Penyunting: Alfen Hoesin
Pengunjung: 664
©2026 tingkap.co
