Kelola Kota

Pemkot Sawahlunto Belajar dari Bandung, Smart Governance hingga Kabel Bawah Tanah

260925125407-pemko.jpg

Dok. Diskominfo Bdg

Wali Kota Farhan (kemeja putih) dan Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra (kanan) sedang beramah tamah di Pendopo Kota Bandung, Kamis (24/9/2026).

BANDUNG, TINGKAP.CO - Pemerintah Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, datang ke Kota Bandung untuk mempelajari berbagai praktik pembangunan dan tata kelola pemerintahan, terutama penerapan smart governance dan layanan publik berbasis digital.

Kunjungan tersebut menjadi momentum bagi kedua daerah untuk bertukar pengalaman mengenai inovasi pemerintahan, pemanfaatan teknologi, hingga penataan infrastruktur perkotaan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra mengatakan, Bandung dipilih sebagai salah satu daerah rujukan karena memiliki pengalaman dalam mengembangkan tata kelola kota dan pelayanan publik.

Menurut Riyanda, meski memiliki perbedaan luas wilayah dan jumlah penduduk, Sawahlunto dan Bandung memiliki sejumlah karakteristik yang relatif serupa, termasuk kondisi geografis yang berbukit.

"Kita melihat Bandung ini sebagai salah satu promotor. Banyak hal yang bisa kita pelajari dari Bandung," ujar Riyanda saat berada di Pendopo Kota Bandung, Kamis (24/9/2026).

Salah satu hal yang menjadi perhatian Pemkot Sawahlunto adalah pengembangan layanan publik digital yang memungkinkan masyarakat mengakses berbagai layanan pemerintahan dengan lebih mudah.

Tak hanya soal digitalisasi, rombongan Sawahlunto juga mempelajari pengalaman Bandung dalam menata infrastruktur perkotaan, termasuk persoalan jaringan kabel dan utilitas di kawasan strategis.
Dari Kabel Semrawut hingga Utilitas Bawah Tanah

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, pertukaran pengalaman antardaerah penting karena setiap kota memiliki karakter dan persoalan yang berbeda.

"Keragaman kota-kota di Indonesia ini dipersatukan lewat aturan yang sama. Aturannya sama, tapi masalahnya beda," kata Farhan.

Farhan menjelaskan, penerapan smart governance tidak cukup hanya mengandalkan teknologi digital. Sistem tersebut harus ditopang kebijakan, infrastruktur, data, serta tata kelola pemerintahan yang terintegrasi.

Salah satu pengalaman yang dibagikan Bandung adalah penataan jaringan kabel telekomunikasi yang selama ini menjadi bagian dari persoalan tata kota.

 

Foto bersama (Dok. Diskominfo Bdg)

Menurut Farhan, persoalan kabel semrawut tidak bisa hanya diselesaikan dengan memotong kabel secara berkala. Karena itu, Pemkot Bandung mendorong pembangunan infrastruktur utilitas bawah tanah untuk menata jaringan telekomunikasi di kawasan perkotaan.

"Penataan tersebut dilakukan dengan melibatkan operator telekomunikasi sehingga kepentingan tata kota dapat berjalan beriringan dengan aktivitas bisnis.
Yang kita urus itu tata kotanya. Kalau urusan bisnisnya, biar mereka yang mengurus," ujarnya.

Pelajari Halo Bandung hingga Data RW

Dalam pertukaran praktik baik tersebut, Pemkot Bandung juga memaparkan berbagai inovasi smart governance dan layanan publik digital.

Mulai dari integrasi layanan pemerintahan, pengelolaan data, hingga inovasi digital diperkenalkan kepada Pemkot Sawahlunto.
Salah satunya adalah layanan digital Halo Bandung, yang dikembangkan untuk memudahkan masyarakat mengakses berbagai layanan pemerintahan dalam satu ekosistem.

Saling tukar cendera mata (Dok. Diskominfo Bdg)

Pemkot Sawahlunto juga mempelajari pengelolaan data kewilayahan melalui Layanan Catatan Informasi RW (Laci RW).
Selain itu, pembahasan mencakup pemanfaatan data untuk program masyarakat dan pengelolaan sampah, pengelolaan cagar budaya, pengembangan ekonomi kreatif, hingga transportasi perkotaan.

Pertukaran pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi Sawahlunto dalam mengembangkan tata kelola pemerintahan dan layanan publik yang semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkot Bandung, di antaranya Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang (Disciptabintar), Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, serta perwakilan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bandung.

Pertemuan juga diikuti perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kota Sawahlunto.

Pewarta: Hamada
Penyunting: Dewi Apriatin
Pengunjung: 609
©2026 tingkap.co

Komentar