Pascademonstrasi, Pemkot Bandung Kebut Bersihkan Vandalisme di Simpang Lima hingga Braga

Dok. Diskominfo Kota Bandung
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, turun langsung meninjau proses pembersihan bersama jajaran kewilayahan dan sejumlah perangkat daerah.
BANDUNG, TINGKAP.CO - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bergerak cepat membersihkan coretan vandalisme yang muncul di sejumlah titik setelah aksi demonstrasi. Pembersihan dilakukan di kawasan Simpang Lima, Jalan Braga, Pendopo Kota Bandung, hingga Cikapayang-Dago, Rabu (21/10/2026).
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, turun langsung meninjau proses pembersihan bersama jajaran kewilayahan dan sejumlah perangkat daerah. Pemkot menargetkan penanganan vandalisme dilakukan secara intensif selama 2 x 24 jam agar kebersihan dan keindahan kota segera kembali pulih.
"Alhamdulillah, pagi hari ini kami langsung turun tangan untuk membersihkan vandalisme yang terjadi pada saat demo kemarin," ujar Farhan saat meninjau lokasi.
Menurut Farhan, pembersihan melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, unsur tata pemerintahan, serta jajaran kewilayahan.
Ia menegaskan, penyampaian aspirasi melalui demonstrasi merupakan bagian dari kebebasan berekspresi dan berpendapat. Namun, tindakan vandalisme yang merusak fasilitas dan mengotori ruang publik bukan bagian dari penyampaian aspirasi yang bertanggung jawab.
"Tujuannya tentu yang paling penting mengembalikan kebersihan dan keindahan Kota Bandung. Karena vandalisme tidak ada hubungannya dengan kebebasan berekspresi dan berpendapat," tegasnya.
Salah satu lokasi yang mengalami vandalisme cukup terlihat adalah kawasan Simpang Lima. Sejumlah huruf pada bagian fasilitas di lokasi tersebut mengalami kerusakan, terutama pada bagian bawahnya.
Akibat kerusakan itu, huruf-huruf tersebut harus dilepas agar dapat diperbaiki sebelum dipasang kembali.
"Yang paling rusak vandalisme di sini. Jadi, ini terpaksa semua huruf-hurufnya karena bagian bawahnya dirusak. Kita akan cabut semuanya, sekaligus kita coba perbaiki semuanya sehingga nanti akan kelihatan lebih normal," jelas Farhan.
Meski demikian, Farhan memastikan tidak ditemukan kerusakan besar pada fasilitas lalu lintas. Sejumlah fasilitas penting, termasuk lampu pengatur lalu lintas atau traffic light, masih dalam kondisi baik.
"Alhamdulillah, semuanya tidak ada. Kami memang melihat ada beberapa vandalisme dan sedang kami bersihkan semuanya," tuturnya.
Selain Simpang Lima, petugas juga melakukan pembersihan di sepanjang Jalan Asia Afrika hingga Pendopo Kota Bandung, kawasan Braga, serta Cikapayang-Dago.
Pemkot Bandung berupaya memastikan titik-titik yang terdampak vandalisme segera ditangani sehingga masyarakat dapat kembali menikmati ruang publik yang bersih, tertata, dan nyaman.
Farhan juga menyampaikan bahwa aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat tetap berjalan dengan baik setelah demonstrasi berlangsung.
Berdasarkan pemantauan Pemkot Bandung, dinamika yang terjadi selama aksi unjuk rasa, termasuk gesekan di sejumlah titik, tidak sampai mengganggu aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat secara umum.
"Sejauh ini pemantauan kegiatan ekonomi sosial di Kota Bandung masih berjalan dengan baik. Unjuk rasa walaupun ada gesekan dan percikan, tapi tidak kemudian mengganggu secara umum kegiatan sosial ekonomi di Kota Bandung," pungkasnya.
Pemkot Bandung berharap proses pemulihan fasilitas dan kebersihan di kawasan terdampak dapat segera diselesaikan sehingga aktivitas warga dan wajah Kota Bandung kembali normal.
Pewarta: Hamada
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 115
©2026 tingkap.co
Berita Terkait
- Surau Balenggek di Tanah Datar Terancam Roboh, Jejak Sejarah Taufik Kiemas dan Puan Maharani Menanti Perhatian
- Perkuat Sinergi dengan Media, Kapolres Mukomuko: Pers Mitra Strategis Polri
- 500 Warga Maros Antusias Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis, TBC Dideteksi dengan X-Ray Portabel
- Penghimpunan Zakat BAZNAS Garut Turun Jadi Rp13 Miliar, Ini Penyebabnya
- Bukittinggi Ikuti Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik 2026, Sekda Paparkan Komitmen Pemkot
- Satpas Polres Cimahi Pangkas Waktu Tunggu SIM hingga 35 Persen, Layanan Digital Diperkuat
- Bandung Perkuat Siskamling Siaga Bencana, Target Turunkan Risiko Bencana dari 95,15 Jadi 85,15
- Kisah Petugas Damkar Bandung: Berpacu dengan Waktu, Bertaruh Nyawa demi Menyelamatkan Sesama
- Krisis Air Bersih Maros Makin Parah, IPA Pattontongan 54 Hari Berhenti Beroperasi
- Baznas Bandung Himpun Zakat Rp23 Miliar, Farhan Bidik Kontribusi Muzaki Naik Tiga Kali Lipat
