Siswa Nakal
Siswa Nakal Masuk Barak Militer, Wujud Nyata Keputus Asaan Gubernur Jabar di Sektor Pendidikan

Foto: Istimewa
Konsep menyelesaikan masalah kenakalan remaja (siswa) dengan memasukkan mereka ke barak militer selama 6 bulan dianggap wujud nyata ketidakpercayaan bahkan keputus-asaan Gubernur Dedi Mulyadi dalam memimpin.
BANDUNG, TINGKAP.CO - Konsep menyelesaikan masalah kenakalan remaja (siswa) dengan memasukkan mereka ke barak militer selama 6 bulan dianggap wujud nyata ketidak berdayaan bahkan keputus-asaan Gubernur Dedi Mulyadi dalam memimpin.
Hal ini disampaikan Diaz, seorang pengusaha muda kepada TINGKAP.CO melalu sambungan telepon, Jumat (2/5/2025).
Menurut Diaz, Gubernur Dedi mengambil langkah keliru dengan memasukkan anak-anak dibawah umur itu ke dalam kultur militer untuk menangani kenakalan remaja, geng motor dan sejenisnya.
"Gubernur dan Dinas pendidikan dianggap gagal dan dalam keputus asaan menjalankan tanggung jawab pendidikan yang diembankan oleh Undang-undang Sisdiknas. Nah dalam keputus asaan itu tanggung jawab diserahkan untuk diemban oleh militer yang payung hukumnya berbeda jauh", tandasnya.
Dilanjutkan Diaz, dalam rekrutmen militer melakukan standar rekrutmen yang ketat dan berlapis, tidak semua orang bisa diterima.
"Militer punya standar rekrutmen bahkan peserta seleksi tidak semuanya lulus. Nah program membarakkan siswa Nakal ini apa acuannya. Undang undang saja berbeda. Apa pak gubernur sudah membuat perda bersama DPRD Jabar ? Atau bikin Pergub, Keputusan Gubernur, atau Surat edaran ?," dipertanyakan Diaz.
Lebih jauh dijelaskannya, Dedi Mulyadi harus jelas langkah langkah kepemimpinannya, harus ada dasar eksekutorial hukumnya.
"Kalau tidak ada dasar hukum sebagai dasar eksekutorialnya tidak bisa begitu. Apa dasarnya premanisme ?," ujar pengusaha yang juga mantan ketua salah satu geng motor itu.
Dia mewanti-wanti untuk tidak merubah NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) menjadi negara aristokrasi atau suatu sistem pemerintahan dimana kekuasaan berada di tangan sekelompok kecil orang yang memiliki hak istimewa, biasanya berasal dari keluarga bangsawan.
Diaz yang juga mengalami masa remaja dan pernah menjadi pimpinan dari salah satu geng motor itu mengaku pernah dibina oleh Polres melalui binmas dan sukses merubah perilakunya sehingga kini menjadi pengusaha.
Seperti diketahui, Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi mengirim siswa-siswa nakal atau terlibat geng motor ke barak - barak militer. Program ini diharapkan dapat mengatasi anak yang terindikasi nakal dan akan berjalan selama 6 bulan.
Pewarta: Alfen Hoesin
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 218
©2025 tingkap.co
