Ricuh Pembagian Daging

Kericuhan Pembagian Daging Kurban, Panitia Kurban Di Pemkab Solok-Selatan Dinilai Tak Siap

250611210039-keric.jpg

Foto: @tingkap/Endri Alamsyah

Kericuhan terjadi saat pembagian daging kurban di kantor Bupati Solok-Selatan, Sabtu (7/6/2025).

SOLOK-SELATAN, TINGKAP.CO - Pemerintah Kabupaten Solok-Selatan laksanakan pemotongan hewan Kurban di halaman kantor Bupati, Sabtu (7/06/2025).

Bupati H Khairunas Dan Wakil Bupati H Ir Yulian Efi Datuak Urangkayo Basau kali ini mempercayai pelaksanaan kepada Tim Panitia Pembagian Daging yang berasal dari Aparat Sipil Negara. Panitia ini dinilai masih belum memiliki pengalaman apalagi sebelumnya tidak diberikan pembekalan oleh Pemkab.

Banyak pihak  berharap kegiatan ibadah kurban yang penyelenggaraannya sekali setahun itu melibatkan atau berkolaborasi dengan tokoh masyarakat setempat. Wajar saja dalam pelaksanaannya terjadi kericuhan," ucap salah seorang tokoh masyarakat setempat yang enggan namanya ditulis. 

Kericuhan dipicu oleh warga yang sejak subuh sudah menunggu dengan kupon ditangan menghadapi kenyataan warga setempat memicu kericuhan dan berdesakan. Warga dari Nagari Sangir Batanghari Hilir dari arah Sungai Pagu. Sementara warga dari wilayahPauah Duo warga berdatangan dengan harap kupon ditangan bisa ditukar dengan daging kurban.

Mujur tak dapat diraih, malang tak dapat dihindari.  Keributanpun pecah antar sesama warga setempat dengan panitia kurban dari Pemkab Solok-Selatan. Ajang saling rebut dan kejar-kejaranpun terjadi. Pasalnya, panitia seakan tidak mengindahkan psikologi massa yang kelelahan mengantri untuk berharap mendapatkan hak mereka yang sudah memiliki kupon. Panitia justru terus tak berhenti memasukkan menumpukkan kantong-kantong daging ke dalam truk.

Informasi yang berhasil diperoleh TINGKAP.CO, pemotongan hewan kurban kali ini jumlahnya cukup banyak mencapai 38 ekor sapi. Sangat disayangkan tenaga pemotongan daging hanya 20 org , akibat tenaga potong sekaligus bertugas juga bertugas memilah-milah dan memasukkan ke kantong plastik, setelah menimbang daging satu kilogram per kantong.

"Jangan anda kasih lagi kami kupon daging kurban tahun 2026 nanti, kalau kalian merasa keberatan menukar kupon dengan kantongan daging," teriak massa karena merasa sakit hati dan kecewa berat.

Salah satu warga Dapil 3 belahan Utara Negeri Tua Ikatan Alam Surambi Di tiga kecamatan, Nagari induk, Kecamatan Sungai Pagu, yang dimekarkan, menjadi Tiga Kecamatan, Kecamatan KPGD, Dan Kecamatan Pauah Duo, Tokoh Besar Pejuang Pemekaran Kabupaten Solok-Selatan ini " Irwandi S, ( mantan anggota DPRD kabupaten Solok) menyesalkan klericuhan di hari Kurban itu.

"Ini peristiwa memalukan, jangan pernah terjadi lagi. Kedepannya harus dilaksanak oleh panitia yang sebelumnya dibekali dulu dengan juklak dan juknis, agar proses pemotongan sampai pembagian daging yang rawan potensi tinggi muncul keributan tidak terjadi. Kalau sudah begini akhirnya apa, niat baik apa yang diucapkan pidato penyampaian Bupati Solok Selatan kenyataan justru sebaliknya. Jadi semuanya ini yang telah terjadi jadikan pembelajaran. Ilmu berharga untuk kedepannya, " ttutup Irwandi S kepada TINGKAP.CO mengakhiri.

Pewarta: Endri Alamsyah
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 140
©2025 tingkap.co

Komentar