Upacara Adat

Ketua โ€ŽDewan Adat Garut Dampingi Bupati di Acara "Ngarumat Seke Cai Mapag Hurip Gumiwang Ci Garut"

260214052707-perin.jpg

Foto: @tingkap/ Agus Sopian

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menghadiri rangkaian kegiatan Mapag Hurip Gumiwang Ci Garut, Napak Darma Lingga Buana dalam rentetan acara HJG Ke-213(12/2/2026).

GARUT, TINGKAP.CO - Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menghadiri rangkaian kegiatan Mapag Hurip Gumiwang Ci Garut, Napak Darma Lingga Buana, hingga ziarah ke makam Bupati ke-I, III, IV, V, VI, dan XIII dalam rangka memperingati Hari Jadi Garut (HJG) Ke - 213, Kamis (12/2/2026).

Kegiatan HJG Ke - 213 ini diawali dengan prosesi Upacara Adat Mapag Hurip Gumiwang Sumur Ci Garut yang dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Garut. 

Acara tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Garut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut Nurdin Yana, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Garut Aris Munandar, para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), termasuk Ketua Dewan Adat Garut, serta keluarga besar guru dan siswa SMPN 1 Garut yang menjadi saksi sejarah lokasi berdirinya fondasi awal Kabupaten Garut.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyampaikan bahwa upacara ini merupakan momentum penting untuk merenungi kembali awal mula berdirinya Kabupaten Garut serta jasa para leluhur. Menurutnya, memahami sejarah adalah kunci untuk melangkah ke depan dengan penuh tanggung jawab.

"Kita melaksanakan ini untuk mengingat kembali kepada masyarakat Kabupaten Garut tentang akan perjalanan awal pertama keberadaan Kabupaten Garut serta mengingat kembali apa yang sudah dilakukan oleh para leluhur kita. Membangun Garut harus benar-benar serius dan berharap kedepan semakin banyak perubahan yang terjadi di Kabupaten Garut," ungkapnya

Di sisi lain, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, menambahkan bahwa Sumur Ci Garut diidentifikasi sebagai salah satu peninggalan awal sejarah Garut.

"Sumur ini bukan hanya mata air melainkan sumber cerita, sumber kehidupan dan sumber pertama kali ngebangun peradaban di Kabupaten Garut. Serta proses ngarawat sumur ini merupakan wujud pengingat dan penghormatan kepada leluhur yang sudah menancapkan jejak sejarah di Kabupaten Garut," katanya.

Sementara itu Ketua Dewan Adat Kabupaten Garut (DAKG), Cepi Kusuma (sering disapa Abah Cepi), yang aktif dalam menjaga dan mengembangkan nilai-nilai kebudayaan lokal. Beliau memimpin lembaga ini dalam upaya melestarikan adat istiadat, sejarah, dan warisan leluhur di wilayah Kabupaten Garut.

Ia menyampaikan, didalam peringatan HJG ke - 213 ini yg memang beda dengan HJG sebelum nya dan mungkin ini yang pertama kalinya bersyukur, kami di ikut serta kan dalam menyusun tatacara ritual dan dipercayakan acara Mapag Huruf Gumiwang Cai Garut untuk kami susun berdasarkan kaidah luhur adat istiadat dengan konsep sakral juga edukatif penuh makna serta pesan moral.

"Disamping logo itu HJG 213 dari hasil karya DAKG yang diterima oleh Pemkab Kabupaten Garut setelah logo tahun sebelumnya pun Alhamdulillah karya kami pun diterima, dan itu menjadi motivasi kami untuk terus berkarya memberikan hal positif untuk kemajuan kebudayaan Garut," ujarnya.

"Kami yakin acara awalan ini menjadi langkah yang mulia untuk menjaga dan menguatkan jati diri Garut agar tetap lestari dan mendatangkan keberkahan bagi kita semua, dan akan membuka tabir sejarah Garut yang luhur bahwa Garut adalah pusat ilmu serta peradaban luhur di nusantara," pungkasnya.

Pewarta: Agus Sopian
Penyunting: Ghea Reformita
Pengunjung: 178
©2026 tingkap.co

Komentar