Inflasi
Trump Memiliki Rencana Untuk Menurunkan Inflasi, Hanya Saja Tertunda

Foto: Cable News Network
Kini sudah memasuki hari ke-24, dan seperti yang diketahui oleh siapa pun yang pernah berbelanja telur akhir-akhir ini. Harga-harga tidak lebih rendah daripada pada Hari Pelantikan.
WASHINGTON DC, TINGKAP.CO - Memang sebuah judul berita yang anekdotis. Pasalnya, Presiden Donald Trump membuat janji kampanye untuk menurunkan harga pada Hari Pertama.
Kini sudah memasuki hari ke-24, dan seperti yang diketahui oleh siapa pun yang pernah berbelanja telur akhir-akhir ini. Harga-harga menyundul langit, tidak lebih rendah daripada pada Hari Pelantikan.
Melansir CNN, faktanya, inflasi naik jauh lebih tinggi dari yang diperkirakan bulan lalu, Biro Statistik Tenaga Kerja melaporkan pada hari Rabu, naik setengah poin persentase bulan lalu secara keseluruhan, didukung oleh lonjakan harga bahan bakar dan telur.
Itu adalah kenaikan bulanan terbesar sejak Agustus 2023. Dan harga-harga naik 3% lebih tinggi dari tahun ke tahun untuk pertama kalinya sejak Juni 2024.
Ya, Joe Biden adalah presiden selama 19 dari 31 hari yang dicakup dalam laporan ini, sehingga sebagian besar masalah inflasi Amerika yang baru terjadi berada di pundak mantan presiden tersebut.
Namun, laporan inflasi yang buruk ini juga menggambarkan realitas politik yang sulit bagi presiden yang baru. Harga-harga tidak turun setelah Trump menjabat, bahkan naik lebih cepat.
Janji kampanye Trump sudah pasti akan dilanggar sejak saat ia mengucapkannya. Tidak ada presiden yang dapat melambaikan tongkat sihir untuk menurunkan harga, dan dalam hal ini, Trump kurang beruntung.
Harga minyak telah meningkat karena kekhawatiran tentang ketegangan di Timur Tengah dan sanksi terhadap Rusia dan Iran. Dan flu burung membuat harga telur naik lebih dari 15% bulan lalu, lonjakan terbesar sejak Juni 2015.
Harga-harga naik secara keseluruhan bulan lalu - tidak hanya kategori-kategori yang mudah berubah dan sulit dikendalikan seperti makanan dan bahan bakar. Tidak ada cara untuk memutarbalikkan hal ini; laporan inflasi bulan Januari sangat buruk, dan Trump mulai memiliki harga-harga yang tinggi.
Jajak pendapat CBS minggu ini menunjukkan bahwa hampir dua pertiga orang Amerika berpikir bahwa Trump tidak cukup memfokuskan kebijakannya untuk mengurangi inflasi. Dan sebuah survei konsumen dari University of Michigan yang dirilis pada hari Jumat menunjukkan bahwa ekspektasi inflasi Amerika untuk tahun depan melonjak pada bulan ini.
Melonjaknya harga Telur, Bensin dan keperluan sembilan bahan pokok lainnya berpengaruh pada biaya pengeluaran yang dirasakan oleh kami yang bermukim di areal Washington, D.C.
Semoga slogan dan janji Trump will Make America Great Again saat kampanye segera dibuktikan, bukan malah membuat kegaduhan politik dalam dan luar negeri.
"Tong Kosong Nyaring Bunyinya" is an Indonesian proverb that literally translates to "An Empty Barrel Makes A Loud Sound,"
Pewarta: Vero Iskandar (Washington DC)
Penyunting: Ghea R
Pengunjung: 156
©2025 tingkap.co
