Dialektika Kehidupan
Pardi, Merajut Nasib Mengais Cuan Demi Cuan Lewat Kopi Sachet

@tingkap/Alfen Hoesin
Pardi saat melapak di depan masjid Baiturrahman, di kawasan pemukiman mewah Batununggal indah, Bandung
BANDUNG, TINGKAP.CO - Untuk bertahan hidup di kota besar seperti kota Bandung, beragam usaha dilakukan para perantau untuk merajut nasib di tengah hingar bingarnya dinamika kota besar.
Adalah Pardi (53) untuk memenuhi nafkah keluarganya dengan jualan kopi seduhan sachet dengan sepeda motor tuanya, keliling kota Bandung.
Ayah 4 orang anak ini mengais cuan demi cuan dengan ikhlas berjuang mengikuti alur cerita hidupnya dan bertahan dengan modal dan keringat sendiri menghidupi dan membesarkan anak-anaknya.
Baca juga: Vanguard Jurnalis, Solidaritas Tanpa Batas, Bantu Keluarga Rekan Seprofesi yang Sakit
Pria asal Desa Kroya, Kabupaten Indramayu ini mengaku pengahsilannya tak menentu.
"Bulan puasa yang lalu agak lumayan pak. Saya bisa sampai usai sholat taraweh baru pulang. Uang dapat ibadah juga lancar," tutur Pardi kepada TINGKAP.CO saat melapak di depan masjid Baiturrahman, di kawasan pemukiman mewah Batununggal Indah, Bandung (3/4/2025).
Pardi bertutur lagi tentang penghasilan dia yang cukup lumayan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
"Paling tinggi keuntungan yang saya dapatkan pernah mencapai Rp. 300 ribu dalam sehari. Tapi kalau lagi sepi bisa Rp. 150 ribu atau Rp 100 ribu. Anak saya sudah pada bekerja, tinggal si bungsu masih SMP jadi biaya hidup saya sekeluarga tidak sebesar dulu lagi karena anak saya membantu juga", ungkap Pardi.
Ia mengaku setiap hari keliling kebanyakan diseputar perumahan Batununggal Indah saja. "Keliling dikawasan Batununggal saja pak. Jadi gak sampai yang jauh-jauh. Usaha seperti saya ini yang penting kemauan, orang pemalas pasti tidak akan mampu berjuang hidup," tutupnya.
Usaha seperti ini sudah selayaknya mendapatkan perhatian dari pemerintah karena karakteristik kemandiriannya patut dibina dan diberi modal, dan pengangguranpun semoga berkurang.
Pewarta: Alfen Hoesin
Penyunting: Alfen Hoesin
Pengunjung: 173
©2025 tingkap.co
