Penembakan
Seorang Pria Tembak 8 Anak dan Istrinya Serta Seorang Wanita Lain di Shreveport, Louisiana

Foto: apnews
Seseorang memasang lilin ekspreikan dukacita mendalam.
SHREVEPORT, TINGKAP.CO - Seorang pria membunuh delapan anak, termasuk tujuh anak kandungnya sendiri, dan menembak dua perempuan dalam serangan di sebuah perumahan di Shreveport, Louisiana, yang menjadi insiden penembakan paling mematikan di Amerika Serikat dalam lebih dari dua tahun terakhir, kata pihak berwenang.
Dalam konferensi pers di luar rumah tempat salah satu penembakan terjadi pada Minggu dini hari, para pejabat tampak terkejut dan meminta kesabaran serta doa dari masyarakat.
"Ini adalah situasi yang tragis mungkin situasi tragis terburuk yang pernah kita alami," kata Tom Arceneaux, Wali Kota kota di Barat laut Louisiana itu.
Melansir apnews, para pelayat meletakkan karangan bunga di luar rumah satu lantai di Jalan 79, dan orang-orang menyalakan lilin untuk para korban dalam acara doa malam di sebuah lahan parkir di dekat sana.
Hal ini membuat anda ingin memeluk anak-anak anda, memeluk mereka erat-erat, dan mengatakan betapa anda mencintai mereka, kata Kimberlin Jackson, yang hadir dalam acara doa tersebut.
Kekerasan itu bermula sebelum matahari terbit pada hari Minggu
Polisi mengatakan pria tersebut menembak seorang wanita di sebuah rumah di kawasan Selatan pusat kota, lalu berkendara ke lokasi kedua.
"Tujuh anak tewas di dalam rumah kedua, dan satu anak ditemukan tewas di atap setelah tampaknya berusaha melarikan diri," kata juru bicara kepolisian Chris Bordelon. Seorang anak lainnya melompat dari atap dan diperkirakan selamat setelah dibawa ke rumah sakit.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Negara Bagian Tammy Phelps mengatakan bahwa beberapa anak berusaha melarikan diri melalui pintu belakang. "Saya bahkan tidak bisa membayangkan apa yang sebenarnya dihadapi oleh para petugas polisi dan petugas tanggap darurat saat mereka tiba di sini hari ini," katanya dalam konferensi pers.
"Saya benar-benar tidak tahu harus berkata apa, hati saya benar-benar terkejut," kata Kepala Kepolisian Shreveport, Wayne Smith.
Anak-anak yang tewas berusia antara 3 hingga 11 tahun. Mereka terdiri dari tiga anak laki-laki dan lima anak perempuan, menurut kantor Koroner Paroki Caddo.
"Semua anak-anak itu anak-anak yang ceria, sangat ramah, dan sangat manis," kata Crystal Brown, yang merupakan sepupu salah satu perempuan yang tertembak.
Pelaku penembakan tewas setelah dikejar polisi
Pelaku penembakan, yang diidentifikasi sebagai Shamar Elkins (31 tahun), tewas setelah dikejar polisi yang berakhir dengan penembakan oleh petugas, menurut Bordelon.
Pihak berwenang tidak menyebutkan apa yang mungkin memicu kekerasan tersebut, namun Bordelon mengatakan bahwa para detektif yakin penembakan itu sepenuhnya merupakan insiden kekerasan dalam rumah tangga.
Elkins pernah ditangkap dalam kasus kepemilikan senjata api pada tahun 2019, namun Bordelon mengatakan bahwa pihak berwenang tidak mengetahui adanya kasus kekerasan dalam rumah tangga lainnya.
Elkins dan istrinya sedang dalam proses perceraian dan dijadwalkan hadir di pengadilan pada hari Senin, menurut Brown. Ia mengatakan bahwa pasangan tersebut sempat bertengkar mengenai perceraian tersebut sebelum penembakan terjadi.
"Dia membunuh anak-anaknya, dan menembak istrinya," kata Brown.
Menurut Brown, Elkins memiliki empat anak dari istrinya dan tiga anak dari seorang wanita lain yang tinggal di dekat sana dan juga tertembak. "Semua anak itu berada bersama-sama di satu rumah," katanya.
Penembakan di Shreveport, sebuah kota dengan sekitar 180.000 penduduk, merupakan insiden paling mematikan di AS sejak Januari 2024, ketika delapan orang tewas di sebuah pinggiran kota Chicago, menurut basis data yang dikelola oleh The Associated Press dan USA Today bekerja sama dengan Northeastern University.
Pewarta: Vero I (Kor. Washington DC)
Penyunting: Ghea Reformita
Pengunjung: 26
©2026 tingkap.co
Berita Terkait
- Gerbang Menuju Kelapangan Dada (Insyirah as-Sadr)
- Sepekan Bersama Profesor Mari Elka Pangestu
- Bandung Jadi Pusat Perhatian Dunia: Kilas Panjang Konferensi Asia Afrika 1955
- Sejarah Perang Saudara AS, Kolerasinya dengan Perang Moderen Asimetris
- Diambang Perang Dahsyat, Perundingan AS - Iran Gagal Mencapai Kesepakatan
- Ini Bukan di Jepang, Suasana Eksotik Bunga Sakura Hiasi Musim Semi di Washington DC
- Dubes Prof. Dwisuryo Hadir di Annual General Assembly & Halal bi Halal IMAAM
- Protes "No Kings" Menentang Trump Meluas, Menarik Jutaan Orang di Seluruh AS
- Cuaca Dingin Melanda Eropa dan Siklon Menerjang Australia
- Dua Orang Tewas, Pesawat Air Canada Tabrak Truk Pemadam Kebakaran di Bandara LaGuardia
