Iran vs AS

Diambang Perang Dahsyat, Perundingan AS - Iran Gagal Mencapai Kesepakatan

260412110155-diamb.jpg

Dok. Kantor Berita Tasnim

Delegasi Iran di Islamabad, sebelum berlangsungnya perundingan yang dipimpin oleh Muhammad Baqir Qalibaf dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi bertemu dengan PM Pakistan Shahbaz Syarif.

BANDUNG, TINGKAP.CO - Perang dahsyat diambang mata, setelah perundingan antara Iran dan Amerika Serikat kandas. Hubungan antara dua negara tersebut kembali memanas setelah pembicaraan penting di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan. Sementara selama gencatan senjata, kedua belah pihak yang bertikai melakukan konsolidasi unit-unit tempur mereka.

Melansir media pemerintah Iran, Press TV Iran, melaporkan negosiasi kandas akibat tuntutan berlebihan dari pihak AS yang dinilai menghalangi tercapainya kerangka kerja bersama.

Perundingan yang dimediasi oleh Pakistan itu membicarakan sejumlah isu krusial menjadi titik sengketa, mulai dari pengelolaan Selat Hormuz, hak Iran atas program nuklir damai, hingga berbagai kepentingan strategis lainnya.

Seperti dikutip kantor berita Fars News Agency, dari sumber yang dekat dengan delegasi Iran menyebut Washington mencoba meraih melalui jalur diplomasi apa yang gagal dicapai selama konflik.

Menurut sumber tersebut, Iran menolak keras tuntutan AS yang dianggap terlalu ambisius, terutama terkait Selat Hormuz dan pembatasan program energi nuklir damai.

Selat Hormuz disebut sebagai salah satu isu paling krusial dianggap masih menjadi penghalang dan kebuntuan negosiasi. Perubahan sikap AS dari tuntutan yang dinilai tidak masuk akal akan menentukan nasib perundingan tersebut.

Pewarta: Hamada
Penyunting: Alfen Hoesin
Pengunjung: 268
©2026 tingkap.co

Komentar