Iran vs AS
Diambang Perang Dahsyat, Perundingan AS - Iran Gagal Mencapai Kesepakatan

Dok. Kantor Berita Tasnim
Delegasi Iran di Islamabad, sebelum berlangsungnya perundingan yang dipimpin oleh Muhammad Baqir Qalibaf dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi bertemu dengan PM Pakistan Shahbaz Syarif.
BANDUNG, TINGKAP.CO - Perang dahsyat diambang mata, setelah perundingan antara Iran dan Amerika Serikat kandas. Hubungan antara dua negara tersebut kembali memanas setelah pembicaraan penting di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan. Sementara selama gencatan senjata, kedua belah pihak yang bertikai melakukan konsolidasi unit-unit tempur mereka.
Melansir media pemerintah Iran, Press TV Iran, melaporkan negosiasi kandas akibat tuntutan berlebihan dari pihak AS yang dinilai menghalangi tercapainya kerangka kerja bersama.
Perundingan yang dimediasi oleh Pakistan itu membicarakan sejumlah isu krusial menjadi titik sengketa, mulai dari pengelolaan Selat Hormuz, hak Iran atas program nuklir damai, hingga berbagai kepentingan strategis lainnya.
Seperti dikutip kantor berita Fars News Agency, dari sumber yang dekat dengan delegasi Iran menyebut Washington mencoba meraih melalui jalur diplomasi apa yang gagal dicapai selama konflik.
Menurut sumber tersebut, Iran menolak keras tuntutan AS yang dianggap terlalu ambisius, terutama terkait Selat Hormuz dan pembatasan program energi nuklir damai.
Selat Hormuz disebut sebagai salah satu isu paling krusial dianggap masih menjadi penghalang dan kebuntuan negosiasi. Perubahan sikap AS dari tuntutan yang dinilai tidak masuk akal akan menentukan nasib perundingan tersebut.
Pewarta: Hamada
Penyunting: Alfen Hoesin
Pengunjung: 268
©2026 tingkap.co
Berita Terkait
- Trump Mengolok Nama Muhammad, Kemuliaan Rasulullah Tak Akan Pernah Ternoda
- Demonstrasi di Prancis Berujung Penjarahan Toko Gucci sampai Versace
- The Wharf Washington, D.C., Surga Wisata Tepi Sungai dengan Restoran, Marina, dan Hiburan
- Paham Sekuler dan Kemunafikan Dalam Menyikapi Keadilan dan HAM
- Pakai Baterai BYD, Suzuki Luncurkan Mobil Listrik Pertama E-Sky
- Imam Shamsi Ali: Dunia Sedang Retak, Dialog Antaragama Jadi Kunci Perdamaian
- Dialog Imam Shamsi Ali dengan Demonstran Papua Merdeka di New York Berujung Tegang
- Ditawari Kerja di Malaysia, 49 WNI Malah Ditahan di Madagaskar: Haji Uma Surati Kemenlu
- Seruan untuk Menjaga Planet dan Taubat Global Untuk Lingkungan Hidup
- Trump Sebut Sebagian Media Jadi Ancaman Nasional, Samakan Berita Palsu Seperti Kanker
