Ekonom Senior

Sepekan Bersama Profesor Mari Elka Pangestu

260421221852-sepek.jpg

@tingkap/Vero Iskandar

Koresponden TINGKAP.CO DI Washington DC, Vero Iskandar (kiri) bersama Prof. Mari Elka Pangestu dan suami Adi Harsono.

WASHINGTON DC, TINGKAP.CO - Mari Elka Pangestu, seorang guru besar ekonomi internasional di Universitas Indonesia dan anggota dewan Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Jakarta, juga menjabat sebagai peneliti tamu terkemuka di Peterson Institute for International Economics dari Oktober 2023 hingga Februari 2026.

Pekan lalu Mari berada di Washington DC hadir dalam World Bank and IMF Spring Meeting. Selain itu, ekonomi senior Indonesia ini juga menghadiri meeting di PIIE dan di The German Marshall Fund of the United States.

Peneliti ekonomi yang berfokus pada tantangan yang dihadapi negara-negara berkembang dalam tatanan internasional saat ini, isu-isu seputar integrasi ekonomi regional di Asia Timur, serta hubungan antara perubahan iklim dan pembangunan.

Beliau pernah menjabat sebagai Direktur Eksekutif Bidang Kebijakan Pembangunan dan Kemitraan di Bank Dunia (Maret 20202023) serta menjabat sebagai Menteri Perdagangan Indonesia pada periode 20042011 dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada periode 20112014.

Selama menjabat sebagai Menteri Perdagangan, beliau memimpin negosiasi Indonesia di tingkat multilateral (Putaran Doha dan Organisasi Perdagangan Dunia), tingkat regional (Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional [RCEP]), serta negosiasi bilateral (antara lain dengan Jepang, Uni Eropa, Australia, dan Korea).

Sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, beliau memimpin pengembangan kerangka kerja ekonomi kreatif di Indonesia. Atas jasanya dalam pelayanan publik, beliau dianugerahi Penghargaan Mahaputra (penghargaan tertinggi untuk pelayanan publik yang diberikan oleh Presiden Republik Indonesia) pada tahun 2013.

Beliau memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun di bidang akademis, proses jalur kedua, organisasi internasional, dan pemerintahan, dengan fokus pada bidang-bidang yang berkaitan dengan globalisasi, perdagangan internasional, investasi, dan pembangunan berkelanjutan dalam konteks multilateral, regional, dan nasional. Beliau telah melakukan penelitian dan menulis makalah mengenai investasi asing langsung, perdagangan, reformasi kebijakan, serta isu-isu pembangunan, baik yang berfokus pada Indonesia maupun yang mencakup kawasan ASEAN dan skala global.

Beberapa publikasi terbarunya antara lain Indonesia in the New World: Globalisation, Nationalism and Sovereignty (2018), yang disunting bersama Arianto Patunru dan Mohammad Chatib Basri; Integrated and Connected Seamless ASEAN Economy (2019), yang disunting bersama Ponciana Intal; China-US Trade War: an Indonesian perspective (2019); Apakah Sistem Perdagangan Multilateral Masih Sesuai Tujuannya (Komite Bretton Woods, 2019); dan Handbook on East Asian Economic Integration (2021), yang disunting bersama Fukunari Kimura, Shandre Mugan Thangavelu, dan Christopher Findaly.

Pada tahun 2015, beliau menjabat sebagai Profesor Tamu George Ball di Sekolah Urusan Publik Internasional (SIPA), Universitas Columbia, dan hingga kini tetap menjabat sebagai peneliti senior tamu di SIPA. Sejak tahun 2018, beliau menjabat sebagai profesor kehormatan di Crawford School of Public Policy, Universitas Nasional Australia. Beliau juga menerima gelar doktor kehormatan dari Universitas Nasional Australia pada tahun 2013.

Pangestu adalah pakar internasional yang sangat dihormati dalam berbagai isu global dan telah menjabat di sejumlah dewan dan gugus tugas, seperti Gugus Tugas Kemiskinan dan Pembangunan, Proyek Milenium PBB (20012003), bersama Jeffrey Sachs; Dewan Pengawas Institut Penelitian Kebijakan Pangan Internasional (IFPRI) di Washington sebagai ketua (201820); dan Ekonomi Laut Berkelanjutan sebagai wakil ketua Kelompok Ahli Panel Laut (201820). Saat ini, ia menjabat sebagai anggota dewan internasional di World Resources Institute (WRI).

Beliau telah memainkan peran kepemimpinan dalam berbagai proses jalur kedua, seperti Dewan Kerja Sama Ekonomi Pasifik (PECC), di mana selama periode 19912000 beliau memimpin Forum Kebijakan Perdagangan dan berkontribusi pada proses-proses APEC. Dia telah terlibat dalam banyak kegiatan dengan sektor swasta, termasuk menjabat sebagai anggota dewan eksekutif Kamar Dagang Internasional (ICC) (20162020), di berbagai dewan agenda dan memimpin sesi-sesi Forum Ekonomi Dunia, serta sebagai penasihat bagi kamar dagang di Indonesia dan ASEAN.

Beliau juga pernah menjabat sebagai anggota dewan direksi di beberapa perusahaan swasta dan saat ini menjabat sebagai direktur non-eksekutif di AIA, perusahaan asuransi terbesar di Asia.

Ia meraih gelar sarjana dan magister di bidang ekonomi dari Australian National University serta gelar doktor di bidang ekonomi dari University of California, Davis, tempat ia menulis disertasi berjudul "Dampak Guncangan Harga Minyak terhadap Negara Pengekspor Minyak Kecil: Studi Kasus Indonesia."

Pada 13-18 April lalu beliau hadir di World Bank-IMF Spring Meetings di Washington, D.C. sebagai Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto.

Semoga Ibu Mari Elka Pangestu tetap diberi kesehatan dan kekuatan dalam mengemban tugas yang diamanahkan oleh pemerintah dan negara Indonesia.

Pewarta: Vero I (Kor. Washington DC)
Penyunting: Ghea Reformita
Pengunjung: 78
©2026 tingkap.co

Komentar