Bencana di Sumbar

Bupati Agam: Penangan Korban Bencana di Kabupaten Agam Mengunakan Helikopter Basarnas

251201105329-bupat.jpg

Foto: Istimewa

Tim Evskuasi Korban Bencana Alam di Kabupaten Agam, Sumbar menggunakan helikopter Basarnas

AGAM, TINGKAP.CO - Bencana Hidrometeorologi berdampak kesedihan luar biasa di Kabupaten Agam, Sumbar. Hampir setiap sudut daerah yang kerap disebut Ranah Minang itu dikepung bencana dahsyat yang menelan banyak korban jiwa.

Data sementara korban terdampak bencana di kabupaten Agam, Sabtu, (29/11/2025) hingga pukul 20.00 WIB, tercatat 85 orang meniggal dunia yang tersebar di 5 kecamatan, masing-masing bandang banjir bandang di Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur, sebanyak 10 orang, di Kecamatan Matur 1 orang, di Kecamatan Tanjung Raya 4 orang dan 2 mayat belum teridentifikasi, di Kecamatan Palupuah 1 orang, jelas Kominfo Agam, Roza .

Dampak bencana tercatat korban terbanyak terjadi akibat banjir bandang di Nagari Salareh Air Utara, sebanyak 55 orang, masing-masing di Jorong Koto Alam sebanyak 22 orang, di Jorong Kampuang Tangah 7 orang, di Jorong Kampuang Tangah Timur 9 orang, dan 17 orang di Jorong Subarang Aia, sementara 12 jenazah yang ditemukan masih belum teridentifikasi tim DVI Polres Agam.

Hingga Sabtu,(29/11), tercatat 78 orang warga korban masih belum ditemukan, masing-masing di Kecamatan Malalak sebanyak 5 orang, di Kecamatan Tanjung Raya 4 orang, dan di Kecamatan Palembayan, khususnya di Nagari Salareh Aia Utara sebanyak 69 orang, masing-masig di Jorong Koto Alam 3 orang, Jorong Kampuang Tangah 12 orang, Jorong Kampuang Tangah Timur 4 orang dan di Jorong Subarang Aia sebanyak 50 orang, seluruh korban yag dinyatakan hilang masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan penanganan dampak bencana, ulas Roza Syefridienti, Kadinas Kominfo Agam , Sabtu, (29/11) malam.

Dijelaskan, pihaknya terus mengupdate perkembangan data di lapangan, termasuk hasil proses pencarian terhadap korban yang masih hilang, termasuk dampak kebencanaan yang terjadi. Saat ini, tercatat sebanyak 23 warga korban terdampak bencana masih menjalani perawatan intensif di RSUD Lubukbasung termasuk di beberapa Puskesmas.

Beberapa warga yang terdampak yang kondisinya kritis, harus dibawa menggunakan helicopter Basarna dari Palembayan ke RSUD Lubukbasung,melalui lapangan GOR Rang Agam,Padang Baru, Lubukbasung,Sabtu, (29/11).

Total kerugian sementara yang terdata baru mencapai Rp.13,9 Miliar, dan kemungkinan angka itu akan terus bergerak, karena proses pendataan sarana terdampak masih terus dilakukan, selain karena kondisi lapangan, juga masih sangat banyak akses jalan yang belum bisa ditembus, bahkan beberapa wilayah masih terisolasi, baik di Tanjung Raya, Palupuah, Malalak dan beberapa lokasi lain,sebutnya.

Sementara proses penanganan warga terdampak yang kini mengungsi di berbagai wilayah yang diperkirakan angkanya lebih dari 6000 jiwa, terus mendapat prioritas, bahkan beberapa titik yang tersekat akibat longsor sebelumnya sudah bisa diterobos, bahkan bantuan melalui helokopter sudah diturunkan di Malalak dan Palembayan.

Sesuai instruksi Bupati Agam, penanganan harus lebih cepat, tepat dan terarah, termasuk upaya membuka titik-titik yang terisolasi akibat longsor, imbuh Roza Kadinas Kominfo Agam .

Ditegaskan Roza Syefridienti, Pemkab.Agam bersama seluruh unsur yang terlibat dalam proses penanganan dampak bencana akan secara maksimal melakukan penanganan seluruh warga terdampak di seluruh titik lokasi terdampak kebencanaan yang terjadi sejak Minggu, (23/11) lalu, bahkan secara rutin, unsur tim gabungan penanganan dampak bencana melakukan evaluasi di Posko Utama Penanganan Dampak Bencana Agam di markas BPBD Agam.

Pewarta: Syahyetti Syamra
Penyunting: Alfen Hoesin
Pengunjung: 64
©2025 tingkap.co

Komentar